Teks Pidato Tentang Nasehat Pernikahan

Assalamu ’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Bapak, Ibu, saudara sekalian, para undangan dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Terlebih dahulu marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena pada malam hari ini kita bisa menyaksikan resepsi pernikahan saudara kita: Masruhatun bersama Drs. Irawan. Mudah-mudahan pernikahan yang baru saj a dilaksanakan senantiasa, mendapat ridlah Allah Swt, dan bisa menjalin keluarga, mawadda, warahmah, amiin.

Para hadirin, dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Rasanya tiada sekian banyaknya mulai tadi hingga jalannya resepsi yang lagi senyum-senyum manis dan juga, bertambah manis kecuali kedua mempelai. Kita lihat saja antara kedua mempelai yang satu yakni yang perempuan dan laki-laki tidak saling melihat akan tetapi saling melirik, ah begitulah kebahagiaan yang dirasakan oleh mempelai berdua. Mudah-mudaban kebahagiaan tersebut bisa menyertai sepanjang massa khususnya mempelai berdua yang lagi asyik di hadapan kita semua. Tiada, seindah pemandangan pagi ini kecuali mempelai berdua yang dihiasi dengan janur kuning. Senyum-senyum simpul masih menyelimuti keduanya.

Para undangan, dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Memang saudara, mempelai sebelumnya, pernikahan kami kita sudah saling mengenal, sehingga rasanya hari ini tidak asing lagi bila berhadapan, tetapi dia kok malu-malu kucing, lemang saling mengenal itu perlu yang penting tidak melampaui batas. Karena dengan saling mengenal, maka sebagai awai jatuh cnta yang laki-laki maupun yang perempuan, karena tak kenal maka tak sayang. Bila diantara kita ada yang jatuh cinta terhadap seseorang yang tidak tahu orang tersebut, yakni orang yang dicintai itu, maka itu namanya cinta sendirian. Dan tidak mungkin cinta sendirian bisa menyatu dalam kehidupan. Maka dirasa amat penting sekali saling mengenal dengan wajar, antara keduanya, yang penting tidak melampaui batas.

Para undangan serta kedua mempelai vang berbahagia. Saudara mempelai haruslah tahu akan hak dan kewajiban masing-masing. Jangan hanya menuntut haknya saja, akan tetapi kewajibannya diabaikan. Bagi laki-laki hendaklah menjadi suami yang baik. bertanggungjawab untuk mempunyai istrinva, keluarganya dengan sebailk mungkin. Berkaitan dengan hat tersebut Nabi Saw. bersabda:

tmp4ACD-1

Artinya :

Orang-orang laki-laki pemimpin keluarganya, dan akan ditanyai dari yang dipimpinnya, istri juga sebagai pemimpin umah tangga, dan nanti akan ditanyai dari yang dipimpinnya, (HR. Bukhari dan Muslim).

Para undangan, dan kedua mempelai yang berbahagia. Sebagai istri harus juga tahu segala kewajiban yang harus dilakukan. Jadi saya pesan kepada mbak Maimunah jadilah istri yang baik, benar-benar taat dan patuh terhadap suami, selama suami memerintahkan kepada kebaikan. Janganlah suami istri yang hanya menuntut haknya saja, sementara kewajibannya dihiraukan, kalau hal semacam ini sampai terjadi, maka akan membawa bencana dalam rumah tangga.

Para undangan, dan kedua mempelai yang berbahagia. Kiranya sampai disini saja, pidato kami, bila terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-madahan kedua mempelai berbahagia selalu. BAARAKALLAHU LAKA WABAARAKA ‘ALAIKA WAJAMA’A BAINAKUMAA FIIKHAIRI.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Incoming search terms:

  • nasehat perkawinan
  • nasehat pernikahan
  • pidato pernikahan
  • ceramah pernikahan
  • Teks ceramah pernikahan
  • materi ceramah pernikahan
  • Ceramah tentang pernikahan
  • teks pidato pernikahan
  • pidato perkawinan
  • Pidato tentang pernikahan

Leave a Reply