PIDATO BINDO : Selamat Pagi Untuk Kita Semua. Bapak Ibu Guru

Selamat pagi untuk kita semua. Bapak Ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman yang saya banggakan. Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkatNya kita dapat berkumpul ditenpat ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan pidato saya pada hari ini. Pada kesempatan ini saya akan membahas Papua.

Bapak Ibu guru serta teman-teman sekalian, Papua adalah salah satu pulau yang berada di wilayah Indonesia tepatnya di daerah timur. Pulau ini adalah pula yang memiliki banyak kekayaan alam. Sebagai contoh, pertambangan emas yang berada di Timika. Tapi mengapa justru orang asinglah yang mendapatkan penghasilan dari kekayaan alam negeri kita? Bahkan warga asli Papua hanya dapat menjadi budak di tanah sendiri. Kita seakan terjajah lagi oleh bangsa asing. Selain itu ingatkah kita akan Raja Ampat, Ukiran Asmat, Suku Dhani, Koteka, Honai, Burung Cendrawasih, Kangguru atau bahkan Puncak Jaya yang berselimut salju ? Seperti lagu yang sering kita dengar bukan lautan hanya kolam susu. Itu gambaran kekayaan alam di Papua. Apakah kita ingin kembali kehilangan kekayaan alam kita ?

Bapak Ibu guru serta teman-teman sekalian. Akhir-akhir ini kita sering mendengar diberita tentang isu Papua Merdeka bahkan peristiwa terakhir yaitu penembakan di Papua. Menurut informasi yang saya baca keinginan Papua merdeka karena merasa tidak memiliki hubungan sejarah dengan Indonesia. Selain itu, adanya kesenjangan sosial yang begitu tajam antara warga pendatang dan warga asli Papua serta eksploitasi alam yang semakin menambah deretan alasan pembenakan-penembakan di Papua. Mungkin sebagian dari kita berpendapat Papua itu identik dengan perang, kejam. Tapi ingatkah kita akan Suku Dhani yang saling hidup berdampingan dan saling tolong menolong ? Atau ritual potong jari yang dilakukan Suku Dhani bila ada keluarga yang meninggal ? Ini membuktikan ramah dan kekeluargaannya Suku Dhani dan bahkan suku-suku lain yang ada di Papua. Selain itu sebagian dari kitapun menganggap orang Papua terbelakang, tapi tahukah kita bahwa putra putri Papua pernah meraih medali emas dan perak dalam berbagai bidang seperti olahraga dan Sains ? Papuapun memiliki pribadi yang kreatif dalam bidang seni. Kita memiliki Edo Kondolongit; Michel dan Funky Papua yang merupakan jebolan dari ajang pencarian bakat di Indonesia. Apakah kita ingin kehilangan generasi-genarasi muda yang dapat membangun bangsa ?

Bapak Ibu guru serta teman-teman sekalian. Papua membutuhkan kita dan sebaliknya kitapun membutuhkan Papua. Karena itu, walaupun berbeda-beda kita tidak boleh tercerai-berai. Kita harus sama-sama menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam yang telah diberikan Tuhan kepada kita, dan tidak akan terjajah lagi oleh bentuk penjajahan dari luar maupun dari dalam negeri kita sendiri.

Bapak Ibu guru serta teman-teman sekalian, demikian pidato dari saya. Kiranya pidato ini dapat bermanfaat dan menyadarkan kita semua untuk selalu menjaga, memanfaatkan dan mensyukuri berkat yang telah Tuhan berikan bagi kita. Terimakasih atas perhatian Bapak Ibu serta teman-teman sekalian, mohon maaf apabila ada salah kata.

Selamat Pagi.

Nama: Paulina Margaretha

Kelas : XII IPA 4

Leave a Reply