Pidato Presiden (2) : Selamat Siang Dan Salam Sejahtera Saya

Selamat siang dan salam sejahtera saya ucapkan kepada kita sekalian.

Yang terhormat Ibu Elisabeth sebagai guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan kepada teman-teman semua yang sudah boleh hadir pada saat ini.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan kebaikanNya sehingga kita semua boleh berkumpul di tempat ini.

Selama kurang lebih empat bulan kita telah melaksanakan jam tambahan belajar atau les. Dan tidak terasa pula kita akan mengakhiri kegiatan tersebut pada tanggal tujuh maret nanti. Waktu berputar dengan begitu sangat cepat, sehingga hari-hari yang kita lalui di sekolah tidak terasa akan segera berakhir. Adakah di antara kita semua pernah berpikir kalau masa-masa seperti ini akan terulang kembali? Saya yakin jawaban kita semua mengatakan tidak. Kita semua tentu berpikir waktu seperti ini hanya datang sekali saja.

Teman-teman semua ujian nasional sebentar lagi akan kita hadapi. Apakah persiapan kita sudah matang? Cukupkah waktu kita selama kurang lebih tiga tahun di tempat ini untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional? Hendaknya masing-masing kita menjawabnya dalam hati. Kadang kita berpikir, apakah yang saya lakukan selama ini akan membawa manfaat bagi diri saya? Banyak pengorbanan yang sudah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan. Waktu, tenaga dan usaha kita telah berikan demi masa depan kita semua.

Disamping kita melaksanakan jam tambahan belajar, kita juga melaksanakan ibadah persekutuan doa. Tahukah apa gunanya kita melakukan semuanya ini? Kita melaksanakan les dan persekutuan doa bukan semata-mata karena hanya ingin melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Tetapi karena kita semua merasa bahwa waktu belajar kita tidaklah cukup. Disamping itu karena kita butuh Tuhan Yesus untuk memberkati dan memberikan kita kemampuan dalam mempersiapkan diri dalam mengahadapi ujian nasional nanti. Apalah artinya kita berusaha dengan sekuat tenaga namun tidak mengandalkan Tuhan Yesus? Semua yang kita lakukan tidaklah ada artinya. Berusaha dan berdoa itu yang Tuhan harapkan dari kita anak-anaknya. Tanpa doa iman kita kepada Tuhan Yesus, kita tidak akan berhasil.

Banyak hal yang membuat kita berpikir dua kali. Namun kita tidak boleh ragu, kita harus tetap optimis bahwa kita akan berhasil. Setiap hari kita berdoa memohon kepada Tuhan agar kita diberi kelulusan 100 %. Dan saya yakin doa yang kita naikkan akan di jawab Tuhan pada waktuNya. Jam tambahan belajar dan ibadah persekutuan doa yang kita lakukan tidak akan sia-sia asalkan kita melakukan semuanya itu dengan sunguh-sungguh dan penuh pengaharapan kepada Tuhan. Tentu kita merasa capek saat kita harus melakukan semua tugas dan tanggungjawab kita di sekolah. Belajar dari pagi hari hingga sore hari, belum lagi dengan adanya tambahan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru sebagai penunjang nilai kita. Namun percayalah apa yang kita lakukan Tuhan memperhitungkan semunya itu.

Untuk itu saya mengajak kepada teman-teman semua, untuk tetap berusaha dan terus berdoa memohon kepada Tuhan Yesus agar kita semua diberikan kelulusan 100 % pada tahun ini. Kita harus yakin bahwa apa yang kita lakukan selama ini tidak akan sia-sia walaupun banyak masalah dan rintangan yang akan kita hadapi. Kita harus tetap semangat dalam menjalani tugas dan tanggungjawab kita. Ingat ujian nasional telah di depan mata, janganlah kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang masih ada.

Sekian pidato singkat dari saya, atas perhatian dan kesempatannya saya ucapkan terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Jesry Niprianti

XII IPA 3

Leave a Reply