Pidato Kejujuran : Yang Terhormat Ibu Kepala Sekolah SMP N 1

Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah SMP N 1 Kalasan, Yang Saya Hormati Bapak/Ibu Guru, Serta Yang Saya Sayangi kawan-kawan semua.

Selamat pagi

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan YME karena berkat hidayah dan karunianya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat sentosa dan tidak kekurangan sedikitpun. Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato tentang pentingnya sebuah kejujuran.

Jujur berarti tidak berbohong, tidak berdusta, mengatakan kebenaran. Jujur itu juga berarti tulus hati, tidak curang. Tidak curang terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kejujuran itu merupakan keselarasan antara kata hati dengan kata yang diucapkan, dan juga keselarasan antara kata yang diucapkan dan sikap serta perbuatan. Contohnya, kalian bilang sama teman kalian eh jangan nyontek dong tapi ternyata kamu sendiri juga mencontek, nah itu antara kata yang diucapkan dengan sikap dan perbuatan tidak selaras, itu termasuk ketidakjujuran.

Kejujuran itu adalah hal yang sangat penting karena, kejujuran menumbuhkan dapat kepercayaan, yang bisa menjadi dasar dalam kita mencari teman.

Keluhuran budi pekerti itu akan tampak pada perkataan dan perbuatan. Misalnya kamu sudah janji tidak akan sebarin rahasia teman kamu tetapi kamu bohong malah nyebarin rahasianya ke teman-teman yang lain, nah pasti teman kamu marah dan bisa-bisa kamu dijauhin teman-teman karena kepercayaan yang sudah teman kamu kasih ke kamu tetapi kamu sia-siakan kepercayaan itu, karena kamu berbohong. Coba kalian rasakan pasti tidak senang berteman dengan orang yang suka bebohong, pasti semuanya ingin punya teman yang jujur.

Kejujuran itu bisa menjadi dasar perkembangan pribadi dan kemajuan kelompok. Karena orang jujur akan sanggup menerima kenyataan pada diri sendiri, orang lain dan kelompok.Kejujuran juga dapat memecahkan banyak persoalan.

Suatu pepatah mengatakan Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih berkilau daripada berlian. Jadi, sudah sewajarnya jika kita bersikap jujur. Sebagaiu orang yang beriman sudah sepantasnya kita bersikap jujur, apa gunanya jika mempunyai berlian yang berkilau, tetapi sikapnya tidak berkilau seperi berlian, lebih baik bersikap jujur tetapi tidak mempunyai berlian. Karena yang bisa berkilau itu tidak hanya berlian saja tetapi kejujuran hatipun dapat berkilau jika dirasakan sungguh-sungguh.

Tidak ada kehidupan yang bahagia, aman, tentram, dan selamat, tanpa kejujuran. Kalau kita jujur apapun yang kita lakukan akan disenangi oleh banyak orang. Akan tetapi sebaliknya bila kita selalu berbuat bohong, maka akan membuat hati resah dan selalu merasa salah karena selalu berbuat bohong.

Jika kita berbuat bohong maka kebohongan akan mendekatkan diri kepada kemunafikan, kemunafikan akan membawa kita kepada kesengsaraan, kesengsaraan membawa kita kepada kebodohan, dan kebodahan itu sendiri sangat erat hubungannya dengan kemiskinan.

Manfaat apabila kita berbuat jujur itu perasaan enak dan hati senang, orang yang jujur walaupun pertama-tama terasa berat untuk melakukannya tetapi pada akhirnya dia akan merasakan lega di dalam hatinya. Selain itu jika kita berbuat jujur maka kita akan mendapatkan banyak teman, seperti yang sudah saya katakan tadi. Jangan sia-siakan kepercayaan temanmu kepadamu hanya karena masalah tidak bisa menjaga rahasia.

Sedangkan kerugian kita berbohong adalah hidup dalam diri kita semuanya palsu penuh dengan kebohongan. Bagaimana rasanya jika hidup ini palsu? Pasti anda akan merasakan tidak tenang, resah karena dihantui rasa bersalah karena berbohong. Dan apabila kita berbohong otomatis kita akan susah mencari teman. Sedangkan kitasendiri adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, jadi bagaimana kita akan hidup tetapi kita tidak punya teman.

Kaitanya saya disini membicarakan tentang kejujuran adalah agar pada UN nanti kita dapat mengerjakannya dengan jujur. Mungkin kalian semua pernah mendengar ungkapan Jujur itu Mujur. Jika kalian berbuat jujur pasti akan ada timbal balik positifnya, walaupun kadang tidak tidak terasa. Itulah yang saya maksudkan, pada UN nanti saya berharap semoga kalian nanti dapat mengerjakan ujian dengan jujur. Bagaimana caranya? Ya dengan persiapan yang matang, yaitu belajar. Jika kalian sudah benar-benar mempersiapkan UN, berdoa dan ditambah lagi saat mengerjakan UN kalian mengerjakannya dengan jujur dan sungguh-sungguh, maka semua nilai yang kalian harapkan akan terbuka lebar untuk kalian raih. Jadi persiapkan teori dan mental kalian dalam menghadapi UN nanti agar kita dapat mengerjakan UN dengan jujur, dan semoga saja kita akan mendapatkan nilai terbaik.

Baiklah kiranya cukup sekian pidato saya pada kali ini, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, dan apabila ada kurang lebihnya saya mohon maaf. sekian dari saya dan terimakasih.

 

loading...

Leave a Reply