Pidato Bhs. Indonesia : Wb

Assalamualaikum wr.wb

Yang saya banggakan siswa-siswi SMA N 3 Purwokerto, apa kabar ?

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Alloh SWT karena berkat rahmat dan hidayahnya kita dapat berkumpul bersama dalam acara pada pagi hari ini.

Terima kasih untuk siswa-siswi SMA N 3 Purwokertoyang telah menyisahkan waktunya untuk datang pada acara ini. Dalam acara siang hari ini,izinkanlah saya menyampaikan motivasi-motivasi untuk adik-adik semuanya. Motivasi yang saya berikan ini bertema Budayakan malu dan jangan malukan budaya

Adik-adik yang saya cintai,

Sebagai generasi muda yang berbudaya, harus dapat membudayakan malu. Karena apapun yang kita lakukan pada dasarnya memiliki dua tujuan akhir yaitu memalukan atau membanggakan. Sayang sekali semakin hari rasanya budaya malu itu kian terkikis.Tak usah jauh-jauh mencari contoh, saya yakin dilingkungan terdekat kita, ada banyak contoh hilangnya rasa malu dari masyarakat kita atau bahkan dalam diri kita sendiri . Saya yakin para orangtua sesungguhnya telah mengajarkan budaya malu itu sejak kecil, namun lingkupnya masih sebatas lingkungan rumah dan masyarakat terdekat. Namun sejatinya dengan bertambahnya umur, kita bisa menilai dan mengerti tentang adanya budaya malusendiri tanpa orangtua yang mengajarkan.

Adik-adik yang saya cintai,

Ketika kalian memutuskan untuk bolos sekolah atau ogah-ogahan mengerjakan tugas, tak malukah pada orangtua yang telah bekerja keras selama ini demi memperjuangkan pendidikan, dengan seenaknya kalian bolos dan menyepelekan tugas?. Tidak malukah kalian pada mereka yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bersekolah, sementara kalian yang bisa sekolah malah tidak serius. Apakah kalian malu?. Pernahkah kalian bertanya kemanakah sebagian rasa malu saya itu?. Hilangnya rasa malu itu karena para generasi muda merasa memiliki hal yang tidak dimiliki orangtua. Dan berfikir bahwa generasi muda mampu melalukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh orangtua. Dan beranggapan bahwagenerasi muda hidup di zaman yang jauh berbeda dengan para generasi tua, yang kalian anngap kuno dan kurang up to date. Rasa malu kalian sebagian teralihkan dengan malu ketika tidak mempunyai gedget keren. Tidak punya BB,I phone, Tablet dan lain lain. Tidak axis di dunia maya merasa malu, tidak tahu lagu-lagu luar negeri malu,sampai-sampai menyayikannya denga bahasa yang belepotan dan salah tempat! Malu mana ketika kita membawakan budaya sendiri dibanding kita membawakan budaya orang lain tapi malu-maluin seperti Vicky Prasetyo ? kalian lebih malu tak punya hal itu dari pada tidak punya budaya timur kita yang sopan santun dan menjujung tinggi nilai adat dan istiadat ? kalian malu dengan budaya kita yang ndeso dan katanya kalian kampungan?. Malu itu harus kita budayakan jangan kita yang memalukan budaya.

Adik-adik yang saya cintai,

Saya akui, bahwa generasi sekarang adalah generasi cinta teknologi, namun cinta teknologi yang kebablasan, bermain komputer ber jam-jam memenangkan game online sampai lupa waktu, itu bukan masalah baru. Semakin banyaknya generasi muda, yang meneru fashion barat dengan berbagai model yang sangat bertentangan dengan budaya timur. Itu sesungguhnya sangat memalukan budaya kita, dimana kita juga punya budaya tapi mengapa harus memakai budaya lain yang berlawanan?.

Dengan itulah kita seharusnya menjaga budaya kita dengan selalu hidup rukun dan memilih dan menyaring budaya-budaya baru yang baik dengan yang tidak. Seharusnya kita melandasi setiap perbuatan dan tindakan kita dengan rasa malu dan ingatlah bahwa budaya kita adalah budaya yang sopan dan menjujung tinggi adat istiadat.

Demikian motivasi yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada tutur kata saya yang kurang berkenan bagi adik-adik semuanya. Terima kasih atas perhatianya .

Wassalamualaikum wr.wb

Nama : Arni Pungky A

Kelas : XII IPS4

Nomor : 02

Nama : Arni Pungky A

Kelas : XII IPS4

Nomor : 02

Baikkah Globalisasi untuk Remaja ?

Globalisasi adalah suatu proses terintregasinya berbagai unit kehidupan negara/bangsa menjadi sebuah unit kehidupan global. Globalisasi sebagai proses yang merujuk pada penyatuan seluruh warga dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global.

Mudahnya mengakses informasi dan komunikasi memungkinkan hubungan antar sebuah negara dengan negara lain dan hubungan sesama manusia dapat dilakukan dalam tempo singkat. Ini menjadi ciri khusus dari globalisasi karena adanya keterbukaan infornasi atau yang lebih di kenal dengan istilah cyber space. Dengan terbukanya informasi kita dapat tahu tentang keadaan diluar negeri, informasi-informasi dapat kita dapatkan dengan mudah hanya dengan membuka internet dan sejenisnya. Penggunaan teknologi yang canggih pun menjadi salah satu ciri berkembangnya globalisasi. Penggunaan teknologi canggih di berbagai bidang menyebabkan adanya kemajuan di berbagai bidang kehidupan juga seperti bidang ekonomi,sosial,dan ilmu pengetahuan. Akses informasi yang mudah dan dibarengi dengan penggunaan teknologi yang canggih, akan memudahkan pula untuk mengetahui keadan-keadan dan kondisi di luar negeri. Kemudahan ini menyebabkan tidak adanya batasan ruang dan waktu antar negara untuk memperoleh informasi, negara belahan bumi utara dengan bumi selatan pun hampir tak ada batas walaupun terpisah antara jarak dan waktu. Sementara dalam hal ini, remaja menjadi objek penting dalam perkembangan globalisasi, usia remaja adalah usia dimana keingintahuan tentang sesuatu menjadi semakin tinggi, remaja ingin sekali mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui. Masa dinana seseorang mencari jati diri, masa peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa, dan dalam masa ini, seseorang akan mengalami suatu kelabilan emosional, mudah berubah, mudah menerima hal-hal baru dan tidak konsisten. Karena hal itulah jika manisnya cinta juga terdapat paitnya benci, maka disamping positifnya globalisasi terhadap berbagai bidang kehidupan namun, juga mempunyai dampak negatif. Dampak negatif dari mudahnya mengakses informasi melalui berbagai media, contohnya saja internet dan smartphone, yang dewasa ini sangat digemari remaja menyebabkan dampak yang tidak sepele, adanya jejaring sosial seperti facebook,twitter,BBM dan sejenisnya menyebabkan remaja cenderung lebih suka berkomunikasi secara tidak langsung, menyebabkan kurangnya interaksi pribadi yang anti sosial dan kontak sosial. Remaja menjadi lebih sering berdiam diri di kamar hanya sekedar membuka internet dan jejaring sosial dari pada bersosialisasi langsung terhadap masyarakat. Ketika kita membuka google atau sering disebut googling ini, remaja menjadi tau berita dan keadaan diluar daerahnya bahkan bisa diluar negerinya, karena sifat remaja yang mudah menerima budaya baru, maka setiap apa yang mereka temukan di internet menjadi suatu hal yang penting. Remaja sering meniru hal-hal baru yang didapatnya dari internet dan sejenisnya. Tak tanggung-tanggung remaja meniru hal-hal yang dianggap sedang up to date, remaja sekarang ketika meniru suatu hal baru, maka semua aspek-aspek dalam kehidupannya pun berubah, dari segi penampilan,perilaku dan lain-lain.penampilan mereka menjadi tidak mencerminkan budaya sendiri dan cenderung meniru budaya orang lain.

Adanya globalisasi menyebabkan kenakalan terhadap remaja, mereka menjadi remaja yang keras, tak punya aturan dan egois, mereka hanya mementingkan kesenangan sesaat atau yang biasa disebut hedonisme. Dampak yang lain dari globalisasi adalah adanya paham yang lebih mengutamakan kebutuhan duniawi sehingga memisahkanurusan dunia dan akhirat. Ini sangat bertentangan dari segi agama atau kerohanian, dimana agama mengajarkan bahwa akhiratlah yang paling penting dalam dunia karena kita hidup kekal dalam akhirat, paham semacam ini disebut sekularisme.

Remaja juga menganut asas kebebasan serta keterbukaan yang kebablasan yang membuat mereka bertindak sesuka hati, tanpa mau berpikir dampak selanjutnya,seperti adanya seks bebas, narkoba dan tawuran antar remaja menjadi suatu hal yang wajar bagi kalangan remaja sekarang maka itulah, jangan sampai kita mau di perbudak oleh zaman globalisasi yang lantas dapat menghilangkan jati diri sebagai bangsa indonesia.

Sifat konsumtif remaja pun menjadi salah satu dampak negatif adanya globalisasi. Remaja menjadi suka membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan namun, sedang tren maka tetapsaja dibeli. Mereka mengonsumsi dan memakai barang yang berlebihan. Sikap konsumtif ini sangat tidak baik bagi remaja. Marilah kita nilai sendiri tentang globalisasi dan saringlah hal-hal yang baru.

Leave a Reply