Teks Pidato : Redenominasi Rupiah

Teks Pidato

Tema: Redenominasi Rupiah

Oleh: Meily Dwi Lestari

Kelas: XII-IPS-2

Yang saya hormati Ibu Giatika selaku guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 26 Jakarta;

Dan yang saya sayangi teman-teman ku kelas XII IPS 2 sekalian,

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,

Salam sejahterah dan berbahagia untuk kita semua.

Pertama sekali marilah kita memanjatkan puji dan syukur kita atas ke hadirat Allah SWT. Karena, hanya dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini untuk mencari dan saling berbagi ilmu satu dengan yang lainnya.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi kepada anda sekalian mengenai Redenominasi Rupiah. Akhir-akhir ini kita sering sekali mendengar kata redenominasi. Tetapi banyak dari kita yang sebetulnya belum memahami maksud dari redenominasi, sehingga menimbulkan kesimpang-siuran informasi yang berujung pada kesalahpahaman.

Redenominasi Rupiah adalah pengurangan nominal atau penyederhanaan mata uang Rupiah tetapi tidak mengurangi nilai tukar Rupiah tersebut. Misalnya, Rp 10.000 menjadi Rp 10 (dengan dikurangi 3 digit nominal), Rp 1.000 menjadi Rp 1, dan seterusnya. Begitu juga dengan harga barang, harga barang juga akan mengikuti Redenominasi Rupiah. Jadi jika anda membeli barang seharga Rp 10.000, setelah diredenominasi maka barang tersebut akan seharga Rp 10.

Nantinya, masyarakat bisa pergi ke bank untuk menukarkan uang lama dengan uang baru yang sudah diredenominasi. Nilai keduannya sama. Untuk uang baru, BI (Bank Indonesia) berencana menuliskan kata uang baru di kertas uang. Untuk pecahan kecil, maka akan ada uang baru berupa koin atau logam dengan pecahan sen.

Untuk pembelian barang, nantinya sebuah barang akan diberi dua lebel harga. Contohnya, baju yang saat ini seharga Rp 100.000, akan ditempel label tambahan harga dengan uang baru Rp 100. Apabila seseorang membeli dengan uang lama, maka dia harus membayar senilai Rp 100.000. Tetapi, jika orang tersebut membeli dengan uang baru, maka dia membayar senilai Rp 100 .

Rencana Redenominasi Rupiah ini, masih dikaji oleh BI dan menjadi pokok pembahasan saat ini. Pada dasarnya tujuan dari redenominasi adalah untuk mempermudah transaksi pembayaran. Tetapi hal tersebut banyak menimbulkan kabingungan pada masyarakat. Banyak masyarakat yang menilai hal tersebut sangat merepotkan dan mengganggu proses transaksi pembayaran, terutama bagi para pedagang kecil dan tradisional. Karena pedagang akan kesulitan dalam menentukan penjualan barang dagang mereka dalam uang lama dan uang baru serta dalam pengembalian uang kembalinya.

Sebetulnya, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk memulai redenominasi. Karena Indonesia sudah mendekati syarat-syarat untuk melakukan kebijakan tersebut. Syarat tersebut berupa inflasi terkendali di bawah 10%, kurs Rupiah stabil dan kuat, serta hutang pemerintah dalam persentasi terhadap produk domestic bruto (PDB) turun. Tetapi pemerintah harus benar, tepat, dan menyeluruh dalam mensosialisasikan kebijakan redenominasi. Jangan sampai masyarakat berfikir kebijakan ini sama dengan sanering atau pemotongan uang seperti pada tahun 1965. Kalau sosialisasi salah, masyarakat akan berbondong-bondong membeli barang yang dapat menyebabkan inflasi secara besar-besaran.

BI merencanakan redenominasi sudah sepenuhnya terealisasikan pada tahun 2022, dimana proses sosialisasi akan dimulai pada tahun 2012. Jadi dalam kurun waktu 10 tahun, BI dan pemerintah memiliki tugas besar dalam mensosialisasikan redenominasi kepada masyarakat agar tidak terjadi keresahan dan kesalapahaman. Karena pada dasarnya tujuan redenominasi sendiri sangat baik dan mempermudah proses transaksi pembayaran di masyarakat.

Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan kepada anda sekalian. Semoga memiliki manfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua. Jika terdapat kesalahan kata yang tidak berkenan dihati anda, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas perhatian anda semua saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.

Leave a Reply