Pidato : Nama Fandi Muhammad

Nama: Fandi Muhammad

Kelas: XII IPA 1

Assalamualaikum Wr Wb

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan segala kenikmatan kepada kita, sehingga pada pagi ini kita dapat berkumpul kembali menjalani aktivitas sekolah ini. Tidak lupa sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan alam nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato dengan judul pendidikan dan kemiskinan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tetapi kenapa tidak bisa menjadi negara kaya?. Penyebabnya adalah Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang buruk yang menyebabkan kemampuan masyarakat untuk mengelolah sumber daya alam sangat minim dan parahnya lagi tidak ada upaya untuk memperbaikinya.

Bagi bangsa yang ingin maju, pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Sama dengan kebutuhan perumahan, sandang, dan pangan. Bahkan, ada bangsa atau yang terkecil adalah keluarga, pendidikan merupakan kebutuhan utama. Artinya, mereka mau mengurangi kualitas perumahan, pakaian, bahkan makanan, demi melaksanakan pendidikan anak-anaknya.

Seharusnya negara juga demikian. Apabila suatu negara ingin cepat maju dan berhasil dalam pembangunan, prioritas pembangunan negara itu adalah pendidikan. Jika perlu, sektor-sektor yang tidak penting ditunda dulu dan dana dipusatkan pada pembangunan pendidikan.

Bangsa ini sedang menunggu peran implementasi pendidikan yang mencerdaskan, membawa kehidupan bangsa yang beradab, berdaya saing tinggi, berkualitas dan mandiri. Namun sayang, pendidikan negeri ini selalu diwarnai kepentingan politik dan kerdil oleh segelintir orang sehingga pendidikan tidak mampu melakukan hal-hal yang dapat membawa perubahan. Kenyataannya bahwa pendidikan selalu diarahkan untuk membenarkan kepentingan penguasa dan kroni-kroninya. Pendidikan berada dalam penjara kekuasaan sehingga ia pun tidak bisa meningkatkan kualitas bangsa ini.

Di beberapa daerah pendidikan sudah menjadi komoditas yang siap diperjualbelikan dengan harga sangat tinggi. Akhirnya, hanya kelompok yang berduit saja yang bisa menikmati dunia pendidikan. Sementara masyarakat kelas menengah ke bawah yang hidup miskin terjauh dengan pendidikan. Hal ini semakin didukung dengan kondisi harga barang yang semakin tinggi sehingga mendorong para generasi bangsa untuk putus sekolah dan memutuskan untuk membantu keluarganya mencari nafkah.

Bagaimana Negara ini bisa maju jika hanya yang berduit saja yang dapat merasakan fasilitas pendidikan yang memuaskan. Memang benar kata orang miskin yang kaya tetaplah kaya yang miskin tetaplah miskin, apa-apa harus bayar, harus menyogok, bagaimana Negara ini bisa maju?

Sebenarnya ini kita kembalikan kepada sistem pemerintahan bagaimana mereka memperbaiki bangsa ini yang mengalami permasalahan yang sangat besar. Semoga pendidikan di negeri kita ini dapat lebih baik dari sebelumnya.

Hanya ini yang dapat saya sampaikan mudah mudahan ada manfaatnya. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan di hati kalian.

Akhir kata, wa billahitaufiq walhidayah,

Wassalamualaikum Wr Wb

Leave a Reply