PIDATO KORUPSI : Negri

Negri Korupsi

Assalamualaikum warrahmatulahi wabbarakatu, selamat siang salam sejahtera untuk kita semua. Puji dan syukur, kita panjatkan ke hadirat Allah SWT  karena berkat karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat di tempat ini. Ibu Giatika dan Ibu Puji selaku guru Bahasa Indonesia sebagai pembimbing saya serta teman – teman yang saya cintai dan sayangi. Adalah suatu kejormatan saya dapat berdiri di depan teman teman.

Pada kesempatan yang singkat ini saya akan sedikit mengulas tentang korupsi. Dalamn Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991, korupsi berarti busuk; palsu; suap. Akan tetapi, saya lebih setuju dengan arti kata korupsi dalam The Lexicon Webster Dictionary, 1978, yang menyebutkan arti kata korupsi adalah kebejatan; ketidak jujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian.Bagaimana korupsi, kolusi dan nepotisme di negri ini sudah menjadi peyakit turunan, terus menyebar tanpa bisa di berantas.

Masalah korupsi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tubuh bangsa ini. Ia telah menjalar sebagai budaya sekaligus penyakit akut bagai virus ganas yang aktif menggerogoti ke sekujur tubuh negara. Ia bukan lagi bisul yang bisa ditutup-tutupi. Sungguh ironis, sebagai bangsa yang berbudaya luhur dan beragama bahkan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pilar pertama dasar negara- juara pertama korupsi justru kita sandang. Berbagai indikator olimpiade korupsi diselenggarakan oleh lembaga asing semacam Transparancy International (TI) dan Political Economic Risk Consultancy (PERC), menempatkan RI sebagai pemenang.

Dampak praktik korupsi begitu jelas telah memporak-porandakan bangsa kita. Studi Rose Ackerman (1999) menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap institusi-institusi publik. Ini berakibat lanjut pada pudarnya komitmen warga pada proyek kolektif dan perilaku warga, memacu tingkat kriminalitas dan disorganisasi sosial. Secara lebih khusus, laporan UNSFIR (United Nations Support for Indonesia Recovery, 2000) menyatakan bahwa keterlambatan Indonesia untuk melakukan pemulihan (recovery) pasca krisis yang menimpa Asia sejak 1997 juga akibat meluasnya korupsi di sektor publik

Indonesia sudah masuk ke dalam masa kolonialisme baru,dengan penjajah yang banyaknegara sekaligus, Nilai-nilai luhur telah luluh lantak, berkeping-keping dan hancur,
berserakan di kubangan Lumpur. Apa yang sudah sama kita ketahui. Kita hidup di sebuah zaman ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan. Dengan uang hubungan antar manusia diukur dan ditentukan. Ketika mobil, tanah, deposito, relasi dan kepangkatan. Ketika politik, ideologi, kekuasaan disembah sebagai Tuhan. Ketika dominasi materi menggantikan Tuhan.Sehingga di negeri ini tak jelas lagi batas antara halal dan haram. Diamana kejujuran menjadi bahan ejekan

Teman temanku sekalian kepada kalian saya berpesan, bila suatu saat kelak anda duduk di kursi pemerintahan. Ingat lah tolong rubah negri ini, bangun negri ini menjadi Indonesia yang lebih baik.

Mohon maaf bila ucapan saya ada yang kurang berkenan di hati teman teman sekalian. Pada dasarnya kekurangan milik saya dan kesempuranaan hanya milik Tuhan. Wassalam mualaikum Wb. R

loading...

Leave a Reply