Pidato Inggris : Before I Begin To Give A Speech, I Would

Before I begin to give a speech, I would like to invite you to thank to Allah the Almighty, Who has given us Mercy and Blessing, so we can meet together in this blessing place. And also I don’t forget to deliver sholawat and salam to our prophet Muhammad SAW, Who has brought us from the darkness to the brightness, so we are always in the right way.

Ladies and gentelman

We born to this world because of her, we grow because of her, and we live because of her sacrifice. It is innumerable how much affection she gives, it is innumerable how much sacrifice she gives, it is innumerable how much love she gives, it is innumerable how much laugh and cry she shows to us, her son. She hopes we are her future, she hopes we become her savior, she hopes we become her ambitions successor, she hopes we will take care of her, dan she hopes we become her pride. But how much our Mom’s hopes do we give until to day? That is the question that we must answer or more likely, we do.

Ladies and gentelman

Not much words that I give in this oppurtunity, because I think this speech is not aimed to reply all affection, scrifice, love, laugh and tears of Mom that she gives. But I hope after hearing this speech, lest reply her affection, scrifice, love, laugh and tears of our Mom with grant all her hopes. Thank you.

Wasalamualaikum wr. wb.

Sebelum saya menyampaikan sebuah pidato, saya ingin mengajak kalian untuk bersyukur kehadiarat Allah yang maha kuasa, yang telah memberi kita rahmat dan hidayah, sehingga kita bisa bertemu bersama di tempat yang di berkati ini. Dan juga saya tidak lupa untuk menyampaikan sholawat dan salam kepada nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari kegelapan ke ke zaman terang benerang, sehingga kita selalu berada di jalan yang benar.

Hadirin sekalian

Kita lahir ke dunia karenanya, kita tumbuh karenanya, dan kita hidup dari pengorbanannya. Tak terhitung berapa banyak kasih sayang yang dia berikan, tak terhitung berapa banyak pengorbanan yang dia berikan, tak terhitung berapa banyak cinta yang dia curah kah, tak terhitung berapa banyak tawa dan tangis yang dia tunjukan hanya untuk kita, anaknya. Dia berharap kita adalah masa depannya, dia berharap kita menjadi penyelamatnya, dia pikir berharap menjadi penerus cita-citanya, dia berharap kita lah yang akan menjaganya, dan dia berharap kita menjadi kebanggaannya. Tapi sejauh mana harapan ibu yang kita berikan sampai saat ini? Itu lah pertanyaan yang harus di jawab atau lebih tepatnya,  kita kerjakan.

Hadirin sekalian.

Tidak banyak yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini, karena menurut saya pidato ini bukanlah untuk membalas semua kasih sayang, pengorbanan, cinta, tawa dan tangis yang ibu berikan. Tapi saya berharap, setelah mendengar pidato ini, mari kita balas kasih sayang, pengorbanan, cinta, tawa dan tangis beliau dengan mengabulkan semua harapannya. Terima kasih.

Wasalamualaikum wr. Wb.

Assalamualaikum Wr Wb,…

Before that, I say thank you, …

Since I was given the opportunity to present this brief speech.

In this brief opportunity I would like to convey a message to my friends and of course for myself.

During this time we are being foolish, always make a mistake that would be mental stress for our teachers who have sacrificed all his life for us, ..

We never realized how difficult it is to carve the seeds to be weighted. We never know what’s causing our teacher crying without tears.

My friends who I love, ..
Maybe it’s time to fix themselves, ..
It is time to be mature
Because I think the best present content we provide to teachers is, ..
By changing our attitudes for the better and can be proud of the school’s beloved.
Wasalam., …….

Assalamualaikum Wr Wb,…

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih,…

Karena saya di beri kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat ini.

Pada kesempatan yang singkat ini saya ingin menyampaikan pesan bagi teman-teman saya dan tentunya juga bagi diri saya sendiri.

Selama ini kita sering kali bersikap bodoh, selalu melakukan kesalahan yang tentunya menjadi tekanan jiwa bagi guru-guru kita yang telah mengorbankan seluruh jiwanya untuk kita,..

Kita tidak pernah menyadari betapa sulitnya mengukir bibit agar menjadi berbobot. Kita tak pernah tahu apa yang menyebabkan guru kita menangis tanpa meneteskan air mata.

Teman-temanku yang saya sayangi,..

Mungkin sudah saatnya kita membenahi diri,..

Sudah saatnya kita bersikap dewasa

Karena menurut saya hadiah terbaik yang pantas kita berikan bagi guru adalah,..

Dengan merubah sikap kita menjadi lebih baik dan dapat di banggakan oleh sekolah tercita ini.

Wasalam.,…….

loading...

Leave a Reply