Pidato BJ Habibie Tentang Reaktulasi

Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Pada bacaan yang berisi pidato BJ Habibie tersebut membahas tema tentang reaktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pidato tersebut membahas mulai dari terlupakannya pancasila sampai ke masalah aktualisasi nilai- nilai Pancasila. Akhir- akhir ini pancasila digambarkan seperti tersandar di sebuah lorong sunyi , justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik. Ditambah lagi permasalahan dalam demokrasi dan politik yang kian menghantam negeri ini.

Tidak digunakannya Pancasila dan jarang diterapkannya nilai- nilai pancasila dalam kehidupan sehari- hari salah satunya dipicu dengan situasi dan lingkungan kehidupan yang telah berubah baik di dalam negara sendiri maupun secara global di seluruh dunia. Beberapa perubahan yang dialami diantaranya adalah terjadinya globalisasi meliputi seluruh aspeknya, perkembangan gagasan HAM yang tidak diikuti dengan kewajiban asasi manusia, lonjakan teknologi informasi di mana dapat memberikan banyak keuntungan dan rentan dengan manipulasi informasi dengan segala dampaknya.

Perubahan ekonomi dan politik masyarakat tentunya juga mengalami perubahan seperti yang digambarkan dalam pola hidup masyarakat pada umumnya. Maka dari itu reaktualisasi nilai- nilai Pancasila sangat dibutuhkan untuk menyokong segala permasalahan yang terjadi di masa sekarang maupun yang akan datang di dalam negeri maupun secara global. Belum berhasilnya reaktualisasi Pancasila menyebabkan hingga saat ini Pancasila masih terasa asing di kehidupan nyata bangsa Indonesia. Adanya euphoria sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat tentang sejarah penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatas namakan Pancasila adalah alasan lain dibentuknya reaktualisasi. Secara formal Pancasila adalah dasar negara namun, dalam kenyataannya sama sekali tidak dipakai untuk pilar dalam mengatasi problema di negara ini. Benar yang dikatakan Habibie dalam pidatonya bahwa Pancasila bukanlah milik sebuah era atau ornament kekuasaan pemerintahan masa tertentu melainkan sebuah dasar negara yang akan terus melekat selama negara ini masih ada.

Reformasi dan demokratisasi disegala bidang akan menemukan arah yang tepat apabila kita menghidupkan kembali nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh toleransi di tengah keberagaman dalam negeri ini. Adanya paham radikalisme, fanatisme kelompok, dan kekerasan yang mengatasnamakan agama yang akhir- akhir ini semakin marak terdengar dapat diredakan apabila setiap warganya mempunyai sikap toleransi yang dapat diajarkan dari nilai- nilai Pancasila yang telah di reaktualisasikan secara nyata. Dalam perspektif itulah, reaktualisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat paham kebangsaan kita yang majemuk dan memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan yang akan di bawa ke mana saja negeri akan berlabuh nantinya.

Kelima sila Pancasila ini setidaknya mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari khususnya dalam menghadapi permasalahan seperti perekonomian, tidak hanya sebagai makna simbolik yang menjadi pajangan negeri ini. Reaktualisasi yang ditegaskan BJ Habibie benar adanya demi mengangkat kembali nilai Pancasila sebagai patokan masyarakat Indonesia khususnya dalam menangani problema yang membutuhkan suatu penegak yang kuat. Aktualisasi digunakan juga untuk mendorong masyarakat agar mengerti dan memahami makna dari nilai Pancasila dan sekaligus memberikan pemberlajaran. Oleh karena itu penting adanya pergerakan secara cepat dalam pembuatan reaktualisasi tentunya dengan membuat sebuah reaktualisasi yang sesuai dari waktu ke waktu dan nyata.

Leave a Reply