Praktek Pidato : TOPIK PENDIDIKAN

TOPIK : PENDIDIKAN

TEMA : Wajib Belajar 9 Tahun

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang terhormat Bapak Kepala SMAN 1 Malang,
Yang terhormat Bapak/Ibu Guru,
dan teman-teman yang saya sayangi,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME karena berkat rahmat-Nya, kita bisa berkumpul di sini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru selaku pengawas dan juga teman-teman kelas XII IPA5 yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berpidato pada panggung yang megah ini.

Pada kesempatan kali ini, Saya akan membahas pidato tentang Wajib Belajar 9 Tahun yang merupakan salah satu program yang gencar digalakkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Program ini mewajibkan setiap warga negara untuk bersekolah selama 9 (sembilan) tahun pada jenjang pendidikan dasar, yaitu dari tingkat kelas 1 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Para hadirin yang saya hormati,

Seperti kita ketahui bersama, pendidikan merupakan salah satu aspek penting bagi pembangunan bangsa. Karena itu, hampir semua bangsa menempatkan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan nasional. Karena sumber daya manusia yang bermutu, dan juga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara, merupakan produk dari pendidikan. Tetapi, mutu pendidikan di Indonesia telah menurun, ini dikarenakan oleh banyaknya anak pada usia 7 sampai 15 tahun telah putus sekolah disebabkan oleh masalah finansial keluarga yang menjadikan mereka lebih mementingkan mencari uang daripada bersekolah yang membutuhkan biaya tinggi.

Seiring berkembangnya waktu, program-progam pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan telah diluncurkan. Salah satunya adalah Program Wajib Belajar 6 Tahun yang diciptakan pada tahun 1984. Kemudian pada tahun 1994 melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1994 ditingkatkan menjadi Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Hal ini berarti bahwa setiap anak Indonesia yang berumur 7 sampai 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Dasar 9 Tahun.

Pada awalnya, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan menuntaskan program wajib belajar (wajar) 9 tahun pada pendidikan dasar (SD dan SMP) paling lambat tahun 2008. Namun Program Wajib Belajar 9 Tahun yang ditargetkan Departemen Pendidikan Nasional diraih tahun 2008 ini berjalan kurang maksimal. Itu semua terjadi karena masih banyaknya kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraannya, khususnya berkait dengan akses pendidikan yang masih relatif rendah, serta mutunya pendidikan yang mencakup tenaga kependidikan, fasilitas, pembiayaan, manajemen, proses dan prestasi siswa yang masih rendah.

Para hadirin yang saya banggakan,

Untuk penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun, disamping pemberian dana atau subsidi yang lain, pemerintah juga memberikan subsidi BOS. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan Salah satu dana kompensasi untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya masyarakat miskin dalam membiayai pendidikan. Dan Salah satu upaya menuntaskan wajar 9 tahun, antara lain menambah daya tampung SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan membangun unit sekolah baru (USB) di daerah yang belum memiliki SMP/MTs dan menambah ruang kelas bagi daerah memiliki SMP/MTs.

Sebenarnya tujuan diadakannya program Wajib Belajar 9 Tahun, yaitu untuk meminimalisir jumlah anak putus sekolah (drop-out) dan juga sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia serta penuntasan wajib belajar yang tidak hanya merupakan upaya agar anak masuk ke sekolah, namun juga menerima sistem pembelajaran yang berkualitas. Disamping itu adanya subsidi-subsidi yang diberikan pemerintah, sehingga mereka tidak perlu memikirkan biaya sekolah yang mahal. Tetapi sayangnya, banyak subsidi tersebut yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Hal ini tentu saja berakibat buruk bagi siswa yang seharusnya menerima subsidi tersebut, seperti rusaknya bangunan sekolah yang tak kunjung diberbaiki karena aliran subsidi terhambat. Tentu saja itu akan membuat para siswa yang menjalani proses pendidikan akan merasa tidak nyaman. Selain itu, rendahnya partisipasi sebagian kelompok masyarakat dalam mendukung wajib belajar dan juga hambatan geografis, sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat mengakibatkan program ini terhambat.

Hadirin yang berbahagia,

Keberhasilan dari program ini tentunya bergantung pada bagaimana kita menjalankanya, seperti yang saya kemukakan tadi, progam ini tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kesadaran dan tanggung jawab dari elemen-elemen yang ada di dalamnya baik siswa, guru maupun pemerintah. Namun, kita sebagai masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam mendukung Wajib Belajar 9 Tahun ini dengan menciptakan iklim yang kondusif dalam pelaksanaan program ini. Mengingat betapa sulitnya mereka untuk bersekolah, kita sebagai pelajar harus bersyukur karena kita masih bisa bersekolah dengan baik. Maka dari itu, kita harus terus belajar dan tetap semangat untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas serta generasi yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Anda, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih atas perhatianya,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ASRI RACHMADI

XII IPA 5

06

Leave a Reply