Pengertian dan Konsep PIDATO

PIDATO

pengertian pidato

Pidato merupakan salah satu wujud kegiatan kebahasaan lisan yang mementingkan ekspresi gagasan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung oleh aspek-aspek nonkebahasaan (ekspresi wajah,bahasa tubuh,kontak pandang,dan bahasa non verbal). Jadi pidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan mnggunakan penalaran.

Didalam berpidato seseorang harus memenuhi criteria sebagai berikut:

isinya jelas dan benar sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung,menggugah dan bermanfaat bagi pendengar,dan tidak menimbulkan pertentangan suku,agama,ras,antar golongan(SARA).

Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pendengar.

Penyampaian dengan santun,rendah hati,dan bersahaja

Tatacara dan etika berpidato

Tatacara merujuk pada memulai, sajian mengakhiri pidato.

Pembukaan biasanya berisi sapaan kepada pendengar.

Sajian isi merupakan hasil penjabaran gagasan pokok yang akan disampaikan, perlu dirinci sesuai dengan waktu yang tersedia.

Penutup berisi penegasan kembali gagasan pokok yang di paparkan dalam sajian isi, harapan, dan ucapan trimakasih.

Etika barpidato merujuk pada nilai kepatutan yang di perhatikan dan di junjung ketika seseorang berpidato, yaitu jangan menyinggung perasaan orang lain, sebaliknya harus berupaya menghargai dan membangun sikap positif bagi pendengar, juga perlu keterbukaan, kejujuran, emapti, dan persahabatan dari pembicara.

Sebagai insan terpelajar, mahasiswa ditutuntut memiliki kinerja yang memuaskan dalam semua aspek kehidupan, baik dikampus maupun di masyarakat. Apalagi setelah menyandang gelar sarjana nya, tuntutan itu semakin kuat, selain mampu menulis ragam karya ilmiah,da mempresetasikannya dengan baik, mahasiswa juga dituntut agar mampu berpidato atau berorasi, mahasiswa dapat menunjukkan kualitasnya sebagai insan terpelajar.

Untuk berpidato di perlukan kemampuan khusus dan latihan yang serius, karena orang yang cerdas belum tentu bias berpidato di depan khalayak ramai, hal ini biasa nya ditimbulkan karena kurangnya rasa percaya diri, gugup, takut salah atau bisa saja di sebabkan oleh ketidak biasaan berdiri di hadapan orang banyak.

Menulis Naskah Pidato

Menulis naskah pidato diperlukan jika kegiatan dipersiapkan sebelumnya, tetapi jika pidato dilakukan dengan spontan, maka naskah tidak diperlukan. Menulis naskah pidato, hakikatnya adalah menuangkan gagasan kedalam bentuk bahasa tulis yang siap dilisankan. Pilihan kosa kata dan kalimat serta paragraf, sesungguhnya tidak berbeda dengan tulisan lain. Hanya saja disesuaikan dengan situasi pidato ; resmi, kurang resmi , atau kekeluargaan yang menentukan pilihan kata.

Menyunting/mengedit naskah pidato, untuk menyempurnakan naskah pidato. Hal yang disunting adalah

Isinya dicermati kembali apakah sesuai dengan tujuan pidato, calon pendengar, dan kegiatan yang digelar. Apakah isinya benar, representatif, dan mengandung informasi relevan dengan konteks pidato. Bahasanya diarahkan pada ketepatan pilihan kata, kalimat, dan paragraf.

Penalaran untuk memastikanisi dalam naskah telah dikembangkan dengan tepat.

Menyempurnakan naskah setelah disunting, baik oleh penulis baik orang lain, diarahkan pada aspek isi dan bahasa. Penyempurnaan bahasa dengan mengganti kosa kata dengan yang lebih tepat, kalimat dengan paragraph dengan memperbaiki koherensi dan kohesinya dfan menghilankan unsur yang tidak diperlukan.

d. menyampaikan pidato

menyampaikan pidato berarti melisankan naskah pidato yang telah disiapkan, tetapi bukan sekedar mebacakannya di depan umum. Perlu daya hidup yang menghangatkan suasana dan menciptakan interaksi yang hangat dengan hadirin. Untuk itu, sang orator harus mampu menganalisis situasi untuk menghidupkanya. Jika mewakili orang laim, kita masih dapat menambah, memperkaya isi pidato

KONSEP PIDATO

Pidato ialah syarahan kepada umum, atas tajuk tertentu yang disampaikanoleh seorang penyampai yang dipanggil pemidato, mengandungipendahuluan, isi, dan penutup.

BAB IPENDAHULUAN

A.Abstrak 

Berbicara yang akan dapat meningkatkan kualitas eksistensi (keberadaan)di tengah-tengah orang lain, bukanlah sekadar berbicara, tetapi berbicara yangmenarik (atraktif), bernilai informasi (informatif), menghibur (rekreatif), dan berpengaruh (persuasif). Dengan kata lain, manusia mesti berbicara berdasarkanseni berbicara yang dikenal dengan istilah

retorika

. Retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlahorang secara langsung bertatap muka. Oleh karena itu, istilah retorika seringkalidisamakan dengan istilah

 pidato

.Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubunganantara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu maka yang berpidato (pembicara) hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik- baiknya, agar tercapai apa yang diharapkannya. Pidato yang baik dapatmemberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidatotersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umumdapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.Untuk berpidato sangat diperlukan pengetahuan yang cukup, keberaniandan ketabahan mental yang kuat, disamping telah memahami tehnik dan pedoman berpidato. Untuk itu agar mahir dalam menyampaikan pidato yang baik maka yang bersangkutan seharusnya menambah pengetahuan dan melatih diridengan serius. Dan dalam Makalah ini akan disuguhkan semua yang berkaitandengan pidato yakni pengertian pidato, tujuan pidato, jenis-jenis pidato, kerangkasusunan pidato, langkah-langkah penyusunan pidato, persiapan sebelummelakukan pidato, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam berpidato.

Pengertian Pidato

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikankepada orang banyak. Pidato juga berarti kegiatan seseorang yang dilakukandi hadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagaialatnya.Berpidato pada dasarnya merupakan kegiatan mengungkapkan pikirandalam bentuk kata-kata (lisan) yang ditujukan kepada orang banyak dalamsebuah forum. Seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lainsebagainya.

Menurut Emha Abdurrahman

dalam bukunya tehnik dan pedoman berpidato, pidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang sesuatu hal(masalah) dengan mengutarakan keterangan sejelas-jelasnya di hadapanmassa atau orang yang banyak pada suatu waktu tertentu. Namun, dalam abad modern ini saluran-saluran berpidato tidak terbataskepada pidato secara langsung di depan massa melainkan bisa menggunakansaluran-saluran lain, misalnya pidato di saluran radio, saluran televisi, ataurekaman pada kaset.B.

Fungsi Pidato

Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :1.Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan yang disarankandengan suka rela,2.Menyampaikan informasi dan atau suatu pemahaman kepada pendengarnya,

Tujuan Pidato

Ada dua macam tujuan pidato, yakni: tujuan umum dan tujuan khusus.Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal: memberitahukan (informatif), mempengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif). Tujuankhusus ialah tujuan yang dapat dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus bersifat kongkret dan sebaiknya dapat diukur tingkat pencapaiannya ataudapat dibuktikan segera.Hubungan antara topik judul, tujuan umum, dan tujuan khusus dapatdilihat pada contoh-contoh di bawah ini:Topik : Faedah memiliki sifat pemaaf Judul : Pemaaf Sumber KebahagiaanTujuan Umum : Informatif (memberi tahu)

Tujuan khusus pendengar

Sifat dendam menimbulkan gangguan jasmani dan rohani

Sifat pemaaf menimbulkan ketentraman jiwa dan kesehatan

http://id.scribd.com/doc/32514001/Makalah-Pidato

1 . Peranan pidato

Peranan pidato, ceramah, penyajian, penjelasan lisan kepada suatu kelompok masa merupakan suatu hal yang sangat pentigng baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Mereka yang mahir berbicara dengan mudah dapat menguasai masa, dan berhasil memaparkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang-orang lain. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini, yang dapat merubah sejarah umat manusia atau sejarah suatu bangsa.

Hiher dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsanya kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain, serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting, yang sanggup membawa kedamaian dan kesejahteraan umat manusia berkat kenahiran bicaranya. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bika kemahiran itu dipergunakan untuk memajukanf masyarakat, untuk mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur, tetapi sebaiknya keahlian bicara itu dapat pula menenggelamkan umat manusia beserta nilai-nilai dan hasil-hasil kebudayaaannya yang sudah diperolehnya berates-ratus tahun lamanya.

Seorang tokoh dalam masyarakat, seorang pemimpin lebih-lebih lagi seorang serjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajikan pikiran dan gagasannya secara oral seorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicara didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinya ia tidak sanggup mengadakan komunikasi alngsung dengam anggota-anggota masyarakatnya betapapun baik administrasin pemerintahan yang dijalankannya, betapa jujur ia menjalankan tugasnya tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankannya dengan semestinya, maka dapat dikatakan ia telah gagal. Demikian pula halnya dengan seorang sarjana atau ahli betapapun cemerlangnya teori yang dirumuskannya namun bila tak sanggup mengungkapkan pengetahuannya itu kepada orang lain, maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya itu.

Sebab itu sebagai seorang calon serjana setiap mahasiswa harus berusaha pula memiliki kemampuan ini, disamping keahlian mengungkapkan fikirannya secara tertulis.

Masalah pidato

Masalah yang pertama yaitu pidatonya sendiri,sebenarnya mencakup langkah yangpertama dalam seni etorika yaitu disposition, bagaimana menyusun dan mengurutkan argument-argumen (materi-materi) dalam sebuah pidato. Pada umumnya ahli-ahli zaman klasik (aris toteles, ciciro, kuintilianus) membagi pidatob atas lima bagian:

Proem atau exordium : bagian pembukaan atau introduksi, pembukaan harus jelas, sopan, dan singkat.

Narration atau dicgesis : pernyataan mengenai kasusu dibicarakan narratio mengandung pernyataan mengenai fakta-fakta awal yang jelas, dipercaya, singkat dan menyenangkan.

Agon atau argument menyajikan fakta-fakta atau bukti ( kuintilianus meyebutnya : probation atau epodeixis) untuk membuktikan masalah atau kasus yang tengah dibicarakan.

Refutation atau lysis : bagian yang menolak fakta-fakta yang berlawanan. Pembicara menunjukan bahwa keberatan-keberatan yang ada bersifat absurd, palsu, atau tidak konsisten. Kuintilianus membedakan argument dan refuitatio, senmentara ada beberapa autoritas yang menyatukan kedua bagian ini.

Peroratio atau epilogos : sebuah kesuimpulan atau suatu rekapitulasi atau (rangkuman) dari apa yang telah dikemukakan dengan suatu appeal emosional pada pendengar.

Cicero menambahkan suatu bagian lagi sesudah narration yaitu yang disebutnya difisio atau partitio yang mencakup

Hal-hal yang disepakati.

Hal-hal yang dipertentangkan ( issue) dan

Hal-hal yang akan dikemukakan oleh pembicara.

Situasi.

Masalah yang kedua yang harus diperhatikan oleh setiap pembicara adalah situasi. Situasi disini dimaksudkan dengan semua factor luar yang dapat mempengaruhi penyusunan pidato, cara membawakan pidato untuk mencapai hasil yang optimal. Aris toteles mengemukakan bahwa situasi itu mencakup psikologi pendengar. Situasi juga mencakup tujuan pidato, yaitu apakah itu dimaksudkan untuk pengadialan (yudisial atau forensic) untuk tujuan politik (debiberatif atau suasonia), atau untuk pementasan atau ibadah (epideiktik atau demostratif), atau apakah pidati bersifat umum atau khusus.

Langkah-langkah yang harus diambil oleh seorang orator, mulai dari pengumpulan bahan sampai penyajian pidato kedepan suatu kelompok masa.

Kelima langkah tersebut adalah :

Invention atau heoresis : penemuan atau pengertian materi. Lamgkah ini sebenarnya mencakup kemampuan untuk menemukan, mengumpulkan, analisis dan memilih materi yang cocok untuk pidato :

Disposition atau taxis atau dikonomia : penyusunan dan penguruta materi (argumen) dalam sebuah pidato.

Elncotion atau lexis : pengungkapan atau penyajian gagasan dalam bahasa yang sesuai. Ada tiga hal yang menjadia dasar elocotio, yaitu : kompsisi, penjelasan,dan ragam bahasa dari pidato : kerapian, kemurnian, ketajaman dan kesoapanan dalam bahasa.

Memora atau mineme : menghafalkan pidato untuk latihan, mengingat gagasan dalam pidato yang sudah disusun.

Aklio atau aypokrisis : menyajikan pidato yang efektif dari sebuah pidato akan ditentukan juga oleh suara, sikap dan gerak-gerikk.

A. Definisi / Pengertian Pidato

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

B. Tujuan Pidato

Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :
1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela.
2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.

C. Jenis-Jenis / Macam-Macam / Sifat-Sifat Pidato

Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :
1. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc.
2. Pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
3. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
4. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
5. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
6. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban.

D. Metode Pidato

Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidatu di depan umum :
1. Metode menghapal, yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghapalkannya kata per kata.
2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan tehnik serta merta.
3. Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.

E. Persiapan Pidato

Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini :
1. Wawasan pendengar pidato secara umum
2. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan
3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti.
4. Mengetahui jenis pidato dan tema acara.
5. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb.

F. Kerangka Susunan Pidato

Skema susunan suatu pidato yang baik :
1. Pembukaan dengan salam pembuka
2. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi
3. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud, tujuan, sasaran, rencana, langkah, dll.
4. Penutup (kesimpulan, harapan, pesan, salam penutup, dll)

KONSEP PIDATO

Pidato ialah syarahan kepada umum, atas tajuk tertentu yang disampaikanoleh seorang penyampai yang dipanggil pemidato, mengandungipendahuluan, isi, dan penutup.

Leave a Reply