Pidato Menteri Kesehatan : Memperingati Hari Malaria Sedunia 2

Yang kami hormati:

  • Saudara Gubernur, Saudara Bupati, Saudara Walikota, Pimpinan DPRD dan hadirin sekalian

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam sejahtera bagi kita semua

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin-Nya kita semua berada dalam keadaan sehat walafiat dan dapat bersama-sama memperingati Hari Malaria Sedunia ke-2 tanggai 25 April 2009 dengan tema MENUJU INDONESIA BEBAS MALARIA. Tema tersebut kita angkat karena pada tahun ini peringatan Hari Malaria Sedunia ke-2 diarahkan pada kegiatan kongkrit menuju eliminasi malaria secara bertahap di seluruh tanah air agar masyarakat segera malaria secara bertahap di seluruh tanah air agar masyarakat segera bebas dari penyakit malaria yang sudah lama menyerang masyarakat kita.

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang masih berisiko terhadap malaria karena sampai dengan tahun 2007, 80% Kabupaten/Kota di Indonesia masih endemis malaria. Ada sekitar 45% penduduk yang berdomisili di daerah yang berisiko tertular malaria. Jumlah kasus yang dilaporkan pada tahun 2008 sebanyak 1.624.930 orang. Jumlah ini mungkin lebih besar dari keadaan yang sebenarnya karena lokasi yang endemis malaria adalah desa-desa yang terpencil dengan sarana transportasi yang sulit dan akses pelayanan kesehatan masih rendah. Menurut perhitungan para ahli ekonomi kesehatan dengan jumlah kasus tersebut sudah dapat menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 3,3 triliun rupiah. Jumlah tersebut antara lain sebagai akibat dari tidak dapat bekerja selama satu minggu, biaya pengobatan, biaya sosia! dari malaria seperti menurunnya tingkat kecerdasan anak ekolah, rendahnya kualitas sumber daya manusia serta menurunnya produktivitas.

Sebagai negara tropis yang endemis malaria kita sangat memahami betapa besarnya penderitaan masyarakat akibat penyakit ini. Ibu hamil, bayi dan Balita banyak yang meninggal. Penduduk usia produktif tidak dapat bekerja optimal karena daya tahan dan kualitas sumber daya kurang. Anak usia sekolah tidak dapat belajar dengan baik karena tingkat kecerdasannya rendah. Untuk itulah maka sejak 50 tahun yang lalu tepatnya pada tanggai 12 November 1959 Presiden Soekarno sudah mencanangkan Komando Pembasmian Malaria (KOPEM) yang ditandai dengan penyemprotan rumah untuk membasmi nyamuk penular malaria di Yogyakarta. Peristiwa bersejarah ini setiap tahun kita peringati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Upaya ini membuktikan kesungguhan kita untuk membebaskar masyarakat dari penyakit malaria agar derajat kesehatan masyarakat kita meningkat. Namun upaya yang intesif dan komprehensif ini belum juga dapat menghilangkar malaria dari bumi pertiwi. Berbagai hambatan diantaranya adalah resesi ekonomi yang terjadi pada sepuluh tahun yang lalu mengakibatkan kita tidak dapat membiayai kegiatan ini sehingga terjadi peningkatan kembali kasus-kasus malaria di berbagai wilayah. Untuk mengatasinya maka pada tanggai 8 April 2000 Menteri Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Berantas Kembali Malaria (GEBRAK MALARIA) yang merupakan forum kemitraan dalam penanggulangan malaria yang dikoordinasikan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.

Saudara-saudara sekalian

Kita menyadari bahwa masalah malaria merupakan masalah yang kompleks. Masalah tersebut terkait dengan berbagai aspek seperti aspek penyebab penyakit yang dikenal dengan parasit, aspek nyamuk penular yang dikenal dengan nyamuk anopheles dan aspek lingkungan yang mempengaruhi jumlah nyamuk penular dan prilaku manusia yang memungkinkan untuk digigit nyamuk. Teknologi untuk mengatasi aspek-aspek tersebut saat ini sudah kita kuasai dan bahkan sudah tersedia di Indonesia sehingga kita yakin mampu untuk mengeliminasi malaria dari Indonesia secara bertahap. Untuk aspek parasit sebagai penyebab penyakit sekarang kita sudah mempunyai obat baru yang sangat ampuh karena obat yang lama sudah tidak ampuh lagi (resisten) dan untuk nyamuk penular kita sudah menyediakan kelambu berinsektisida yang dapat melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk malaria pada waktu tidur. Sedangkan masalah lingkungan merupakan masalah kita bersama, masing-masing sektor sesuai dengan tupoksinya dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi jumlah nyamuk seperti mengeringkan air yang tergenang, menebar ikan pemakan jentik, mengalirkan lagon yang tersumbat pasir ke laut dan lain-lain.

Dalam momentum peringatan Hari Malaria Sedunia ke-2 tahun 2009, kita harus berupaya secara terus menerus untuk melakukan koreksi dan perbaikan dalam rangka menuju Indonesia Bebas Malaria. Masyarakat termasuk sektor swasta, dunia usaha, LSM, organisasi masyarakat, organisasi profesi dan lain-lain melalui kemitraan menjadi faktor kunci dalam eliminasi malaria di samping provider kesehatan dan lintas sektor.

Saudara-saudara sekalian,

Mengakhiri pidato Peringatan Hari Malaria Sedunia ke-2 tahun 2009 ini, izinkan saya menegaskan kembali pesan-pesan penting bagi kita semua untuk mencapai Indonesia bebas malaria.

Pertama : Penyakit malaria sudah sangat banyak menelan korban baik yang meninggal dunia atau yang berupa dampak sosial di masyarakat seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, rendahnya kecerdasan anak dan lain-lain yang apada akhirnya dapat menimbulkan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Penurunan kualitas sumber daya manusia mengakibatkan produktivitas rendah, ketahanan ekonomi menurun dan pada akhirnya kualitas bangsa yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development lndex yang merupakan komposit dari indikator pendidikan dan tingkat perekonomian masyarakat juga menurun. Saat ini Indeks Pembangunan Manusia Indonesia masih lebih rendah dari negara-negara ASEAN lainnya.

Kedua : Saat ini merupakan saat yang tepat bagi kita untuk memulai gerakan eliminasi malaria karena berdasarkan laporan yang diterima dari daerah, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terjadi penurunan jumlah kasus malaria, berarti kegiatan yang kita laksanakan telah berhasil sehingga perlu ditingkatkan dan dilestarikan. Teknologi pemberantasan malaria yang sudah kita kuasai dan obat-obatan serta peralatan yang ada kita optimalkan penggunaannya. Peran masyarakat dan Imtas sektor termasuk swasta, LSM dan organisasi kemasyarakatan perlu ditingkatkan karena malaria hanya dapat dieliminasi melalui kemitraan. Momentum Peringatan Hari Malaria Sedunia ke-2 tahun 2009 kita jadikan sebagai pencanangan eliminasi malaria di
Ketiga : Keberhasilan eliminasi malaria merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu kepada Saudara Gubernur, Bupati, Walikota dan pimpinan DPRD serta seluruh unsur penyelenggara Pemerintah Daerah kami berharap untuk terus menerus meningkatkan peran aktif dalam mendukung eliminasi malaria mulai dari kebijakan sampai dengan dukungan sumber daya yang diperlukan. Kami percaya bahwa dengan peran aktif para pimpinan daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia akan segera bebas dari malaria.

Demikianlah pesan-pesan yang ingin saya sampaikan pada Peringatan Hari Malaria Sedunia ke-2. Mudah-mudahan segala usaha yang baik ini senantiasa mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas perhatian Saudara, selamat bekerja dan marilah kita bekerjasama dalam mewujudkan Indonesia Debas Malaria.

Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) — 25 APRIL 2009

Incoming search terms:

  • pidato menteri kesehatan
  • pidato tentang malaria
  • contoh pidato menteri kesehatan
  • pidato penyakit malaria
  • sambutan singkat menteri kesehatan
  • pidato resmi menteri kesehatan
  • contoh pidato menteri
  • pidato memperingati hari dokter sedunia
  • pidato dari mentri ke
  • teks pidato menteri kesehatan
loading...

Leave a Reply