Draft Pidato Ibu Menkes Pada Pencanangan Kampanye CP

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN R.I

PADA PENCANANGAN Kampanye IMUNISASI Tambahan CAMPAK & POLIO

Yth:

Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Timur beserta Jajarannya

Ketua Umum PP PKK Pusat

Kepala Perwakilan WHO

Kepala Perwakilan Unicef

Esselon 1, 2 dan staf Kementerian Kesehatan

Para Undangan dan hadirin yang Saya banggakan.

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bersama-sama berkumpul dalam rangka memberikan KAMPANYE PEMBERIAN IMUNISASI TAMBAHAN CAMPAK dan POLIO kepada bayi dan anak Balita yang kita cintai sebagai harapan masa depan bangsa kita.

Saudara-Saudara,

Program pembangunan kesehatan di Indonesia telah menyusun beberapa strategi, sasaran dan target yang juga dicantumkan dalam rencana pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) terutama dalam rangka penurunan angka kematian anak. Penyakit menular termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi masih merupakan sebagian besar penyebab kematian anak.

Sejak adanya terobosan penemuan vaksin cacar oleh Edward Jenner pada tahun 1796, imunisasi dan inovasi public health yang lain telah menyelamatkan banyak nyawa. Tanpa vaksin cacar, dunia tidak akan terbebas dari penyakit cacar dan ribuan nyawa tidak akan terselamatkan.

Cacar merupakan penyakit pertama dan satu-satunya penyakit yang telah berhasil dibasmi dari dunia ini. Prestasi ini merupakan hasil dari komitment yang tinggi, kerjasama antar negara, dan upaya keras dari orang-orang yang berdedikasi tinggi melintasi batas politis dan ideologis dalam suatu kampanye besar yang dimulai pada akhir tahun 1950an dan berlangsung selama hampir 20 tahun.

Peristiwa ini merupakan prestasi tertinggi dalam sejarah, yang memberikan inspirasi untuk melakukan eradikasi dan eliminasi penyakit lainnya dalam berbagai kampanye pengendalian penyakit. Yang terbaru, misalnya, pada bulan Mei 2010, the World Health Assembly mengeluarkan resolusi untuk eliminasi penyakit campak pada tahun 2015 dan juga eradikasi dari penyakit polio yang saat ini sudah dalam tahap akhir.

Saudara-saudara sekalian,

Program Imunisasi rutin campak di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1984 dengan kebijakan memberi 1 dosis pada bayi usia 9 bulan. Pada awalnya cakupan campak sebesar 12,7% di tahun 1984 kemudian meningkat sampai 85,4 % pada tahun 1990 dan bertahan rata rata diatas 90 % sampai tahun 2010, tetapi pencapaian ini tidak merata diseluruh Indonesia, terutama masyarakat yang termasuk dalam vulnerable group atau kelompok rentan baik karena geografis maupun sosioeconomi sering tidak mendapatkan pelayanan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hanya 85% anak usia dibawah 1 tahun yang mempunyai kemampuan membentuk imunitas tubuhnya, sehingga dibutuhkan dosis ke 2 yang diberikan secara rutin pada saat anak baru memasuki SD kelas 1 yang dikenal sebagai program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Namun jumlah bayi dan balita yang belum mencapai usia sekolah dasar yang tidak mempunyai imunitas terhadap campak setiap tahun terakumulasi sehingga dapat menimbulkan dampak KLB seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Bahwa berdasarkan kajian terhadap laporan cakupan imunisasi rutin dan tambahan, data surveilans campak dan polio serta survey cakupan yang berkaitan dengan cakupan imunisasi, perlu dilakukan pemberian imunisasi tambahan campak pada anak usia 9-59 bulan untuk memberikan kesempatan ke 2 bagi tubuh bayi dan balita untuk membentuk imunitas tubuhnya secara maksimal.

Demikian juga dengan penyakit Polio, jumlah anak yang tidak mendapatkan secara lengkap imunisasi polio sebanyak 4 kali secara kumulatif dari tahun ke tahun sudah cukup banyak untuk kemungkinan terjadinya KLB seperti pengalaman kita pada tahun 2005 yang lalu.

Para hadirin yang berbahagia,

Untuk mencegah terjadinya KLB di Indonesia, dibutuhkan suatu gerakan pemberian imunisasi tambahan Campak pada anak usia 9 59 bulan serta imunisasi Polio pada anak usia 0-59 bulan yang kita sebut sebagai Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio yang dilaksanakan secara bertahap selama 3 tahun yaitu Tahun 2009 2011 sebagai berikut:

Tahap pertama dilaksanakan di 3 Provinsi pada tanggal 10 – 24 Juni 2009 di provinsi: Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara dan Maluku Utara.

Tahap kedua dilaksanakan di 11 Provinsi pada bulan Oktober tahun 2010 di provinsi: Maluku, Papua Barat, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur dan Banten;

Tahap ke tiga dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 di 17 Provinsi: seluruh Provinsi di Kalimantan & Sulawesi, Papua, NTB, Lampung serta Provinsi di Jawa kecuali Banten & DIY.

Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio Tahun 2011 ini, merupakan tahun terakhir dan terbesar, jumlah bayi dan anak balita yang harus mendapatkan imunisasi tambahan sebayak 15.249.183 orang atau sekitar 65% dari jumlah seluruh bayi dan anak Balita di Indonesia, sehingga keberhasilan kegiatan ini akan menjadi daya ungkit terbesar dalam rangka eradikasi polio dan eliminasi campak.

Saudara saudara sekalian,

Saya mengharapkan dukungan Lintas Program dan Sektoral serta peran Masyarakat dan dedikasi petugas kesehatan untuk menyukseskan pemberian Imunisasi Campak dan Polio sehingga sekurang-kurangnya 95% bayi dan anak balita mendapatkan imunisasi tambahan campak dan polio terutama pada kelompok rentan. Semoga melalui kegiatan pemberian imunisasi Campak dan polio ini akan meningkatkan derajat kesehatan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan ini Saya sampaikan terima kasih kepada WHO, Unicef, LP/LS serta seluruh Masyarakat atas dukungannya untuk kegiatan ini. Akhirnya dengan memohon lindungan dan bimbingan Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengan mengucapkan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio saya nyatakan dimulai secara resmi.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

MENTERI KESEHATAN RI

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH

5

Leave a Reply