Pidato Lomba : Mega Aprilia

Mega Aprilia

110050011/4F

Prodi Diksatrasia

Teks Pidato Pendidikan bagi Perempuan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dewan juri yang saya hormati, serta teman-temanku yang saya cintai.

Terlebih dahulu marilah kita sama-sama memanjatkan Puji dan Syukur serta berserah diri ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa melimpahkan rahmat taufik dan hidayah-Nya kepada kita bersama.

Pendidikan adalah suatu proses penting dalam kehidupan manusia. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya agar mereka dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Pendidikan bukan untuk mereka saja yang mempunyai uang atau kekuasaan, pendidikan bukan untuk kaum laki-laki saja, dan pendidikan bukan untuk para pemuda saja, karena sesuai dengan bunyi pasal 31Undang-Undang Dasar 1945 bahwa Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Saya di sini berani menyampaikan pemikiran saya bukan hanya di hadapan kaum perempuan tetapi kaum laki-laki, membuktikan bahwa pendidikan ada bagi kita kaum perempuan. Sekarang bukan zamannya lagi bagi perempuan untuk selalu terkekang dalam lingkungannya karena sekarang perempuan berhak memperoleh pendidikan yang layak bagi dirinya, serta perempuan berhak untuk menyuarakan pendapatnya.

Kebebasan dan hak-hak yang kita dapatkan sekarang bukanlah serta merata ada begitu saja tanpa perjuangan apa-apa. Kita mengenal beberapa pahlawan perempuan yang dengan gigihnya memperjuangkan nasib perempuan agar perempuan tidak lagi diposisikan untuk kasur, dapur, dan sumur. Tetapi perempuan perlu mendapatkan pendidikan selayaknya kaum laki-laki. Karena mereka yakin bahwa perempuan mempunyai posisi penting dalam kehidupan ini. Mereka adalah R.A. Kartini, Raden Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, dan pahlawan-pahlawan perempuan lainnya.

21 April kemarin adalah tanggal kelahiran RA Kartini. Seorang perempuan bangsa yang tak lelah memperjuangkan hak kaumnya. Seorang pahlawan yang menjadi tonggak kebangkitan perempuan Indonesia bahwa perempuan harus memeroleh pendidikan. Maka dengan ketulusan, kesabaran, dan keikhlasan yang beliau miliki, pada akhirnya mampu melawan segala keterbatasannya dalam berjuang. Berjuang melawan musuh terbesar dalam kehidupan, yaitu kebodohan dan keterbelakangan.

Apa yang dilakukan ibu Kartini untuk memperjuangkan hak kaum perempuan? Apakah dia melakukan orasi besar-besaran, atau melakukan aksi demonstrasi seperti yang sering pemuda-pemudi kita lakukan sekarang ini?

Ibu Kartini berjuang melalui tulisan. Kegiatan yang sekarang ini mulai kita lupakan. Ibu Kartini menulis surat-surat berbahasa Belanda kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Surat-surat ibu Kartini itu kemudian diterjemahkan oleh sastrawan yang juga wartawan Armijn Pane. Ibu Kartini mengungkapkan bahwa pendidikan adalah hak semua orang tanpa memandang status dan kasta. Ia berjuang dengan mengungkapkan kritik dan buah pemikiran lewat surat-suratnya kepada para sahabatnya dari keturunan Eropa. Ia menuliskan kegelisahannya. Ia menuliskan semangat perjuangan bagi kaum perempuan pribumi pada masa itu. Ia menuliskan ketertinggalan bangsanya. Namun, ia juga menuliskan cita-cita akan kemajuan kaumnya di Indonesia.

Ada suatu kejadian yang sangat membekas di hati ibu Kartini ketika beliau menjalani masa pingitan sebagai gadis pribumi. Dalam suatu kesempatan untuk izin keluar, ia melihat kawannya seorang gadis Eropa sedang belajar bahasa Prancis. Kawannya tersebut mengaku hendak pergi ke Eropa untuk belajar dan ingin menjadi guru. Dari sini timbul semangat untuk belajar. Kartini merasa banyak hal yang belum diketahuinya. Ia ingin banyak belajar dan belajar.

Beruntunglah kita yang lahir pada masa sekarang ini karena dapat menikmati pendidikan hasil dari perjuangan pahlawan-pahlawan perempuan kita. Sebagai perempuan, tugas kita sekarang adalah sesuai dengan bidang yang kita geluti masing-masing. Jika kita dosen, maka seriuslah dengan profesi kita, dan jika kita mahasiswa maka seriuslah dengan belajar kiat. Akan tetapi kodrat kita sebagai perempuan tidak boleh kita lupakan bahwa pendidikan bagi perempuan adalah investasi jangka panjang, karena perempuan memiliki peran yang majemuk terutama dalam menjalankan fungsinya utamanya dalam keluarga yaitu sebagai
pendidik bagi generasinya sendiri.

Gagasan-gagasan cemerlang ibu Kartini yang dirumuskan dalam kamar yang sepi, bukanlah untuk sekadar diperingati di atas panggung yang bingar. Kecaman Kartini yang teramat pedas terhadap Barat, bukanlah sebagai isyarat untuk mengikuti wanita-wanita Barat habis-habisan. Ibu Kartini merupakan salah satu contoh figur sejarah yang lelah menghadsapi pertarungan ideologi. Ia berusaha mendobrak adat, mengelak dari Barat, untuk mengubah keadaan kaum perempuan tanpa harus menyalahi kodratnya. Seperti surat ibu Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901 Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.

Kita harus bisa menjadi perempuan mandiri, kuat dan tangguh dalam mengarungi kehidupan. Tak harus menjadi kejam, otoriter, angkuh, ataupun keras hati untuk menjadi mandiri dan tangguh. Tapi justru kelembutan, kesabaran, dan keikhlasan akan membawa kita menjadi perempuan yang tak terkalahkan. Seperti halnya perjuangan Ibu Kartini.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

W. R. Supratman Ibu Kita Kartini

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri jauhari
Putri yang berjasa
Se Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri yang suci
Putri yang merdeka
Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu
Se-Indonesia

Ibu kita Kartini
Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya
Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

1

Leave a Reply