Pidato Kebudayaan : Selamat Pagi.

Selamat pagi.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Ibu Titik Mahanani selaku guru Bahasa Indonesia, serta teman-teman seperjuangan yang saya sayangi. Pertama-tama marilah kita mengucap syukur kehadirat Tuhan YME karena berkat limpahan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mendengarkan pidato saya ini. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato dengan tema Hidup Budaya untuk Hidup Bangsa.

Teman-teman seperjuangan, seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia termasuk Negara yang akan kebudayaannya. Mulai dari tari-tarian, alat musik, norma, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sangat luas. Apakah kalian tahu bahwa dari Sabang sampai Merauke terdapat lima pulau besar dan lebih dari sepuluh ribu pulau kecil? Tentunya hal ini membuat Indonesia menjadi Negara yang sangat majemuk karena setiap daerah mempunyai budaya dengan ciri khasnya masing-masing. Oleh sebab itu, Indonesia kaya akan kebudayaan.

Teman-temanku yang saya banggakan, dengan kekayaan yang seluas ini, Indonesia seharusnya memiliki potensi pariwisata dan perekonomian yang besar. Dengan berbagai kebudayaan unik dan memukau yang Indonesia miliki, Indonesia seharusnya dapat menarik para turis mancanegara untuk menikmti pesona Indonesia. Bayangkan saja bila banyak sekali turis yang dating ke Indonesia, pasti devisa Negara Indonesia akan berkembang pesat.

Tidak hanya itu teman-teman, kebudayaan juga bisa menjadi kontrol bangsa Indonesia dalam berperilaku. Pancasila yang merupakan dasar ideologi Indonesia merupakan cerminan dari kebudayaan Indonesia. Menurut segi historis, Indonesia sudah mempunyai nilai-nilai Pancasila sejak belum merdeka. Banyaknya norma kebudayaan yang dimiliki masing-masing daerah seharusnya mampu mencerminkan jati diri Indonesia yang baik dan memiliki sopan santun.

Akan tetapi, seperti yang kita lihat saat ini, seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda menjadi tidak tertarik untuk melestarikan budaya Indonesia. Mereka cenderung melihat kebudayaan Indonesia sebagai sesuatu yang kuno dan tidak keren. Mereka juga tidak melestarikan bahkan melanggar norma-norma budaya yang ada. Hal-hal itu terlihat dengan kurangnya antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan budaya lokal. Masyarakat lebih memilih konser musik atau tempat-tempat lain yang sarat budaya Barat sebagai hiburan.

Teman-teman, mungkin hal-hal tadi bisa menjadi introspeksi bagi kita semua. Apakah kita sudah cinta Indonesia? Apakah kita sudah memiliki karakter bangsa Indonesia? Apakah kita sudah melestarikan budaya Indonesia? Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kehidupan budaya bangsa. Saya berharap kita semua, seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan dan mencintai budaya kita. Kehidupan budaya Indonesia akan menunjang kehidupan bangsa Indonesia menjadi lebih sejahtera lagi. Oleh karena itu, marilah kita semua berusaha yang terbaik untuk melestarikan budaya Indonesia!

Bila dalam saya menyampaikan pidato ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

Terima kasih, selamat pagi.

Hermanuaji Sihageng

X IA 8

Leave a Reply