Pidato RA Kartini : Sambutan

Pidato Sambutan dalam rangka memperingati Hari Kartini
————————000————

Ibu-ibu sekalian yang kami muliakan
Assalamu’alaikum wr. wb

Sebelum kita meneruskan sambutan ini marilah kita sejenak bersyukur dan berdoa semoga arwah ibu kita Kartini mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan sesuai dengan amal perbuatannya.

Selain itu, seperti yang telah kita ketahui bersama hari ini tepatnya 21 April kita peringati sebagai Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini merupakan pelopor Wanita Indonesia. Bersyukurlah kita wanita Indonesia yang telah pernah memiliki seorang pelopor pejuang nasib kaum wanita sehingga derajat kaum wanita terangkat dari jurang kenistaan.

Kepeloporan Raden Ajeng Kartini wajib kita tiru dan kita amalkan, kita wanita Indonesia telah memperoleh hak-hak kita sebagai wanita, sesuai dengan hak kaum laki-laki sebagai umat Tuhan yang tidak dibeda-bedakan. Namun kita sebagai wanita….tak boleh semena-mena. Kita telah emmperoleh kebebasan dari…. tetapi kita tidak boleh meninggalkan sifat-sifat kodrat sebagai wanita. Apalagi sebagai wanita yang dibesarkan dalam tata cara adat ketimuran dimana wanita adalah lambang keluwesan, kelembutan, keindahan dan kesopanan.

Perjuangan cita Kartini belum sepenuhnya berhasil. Masih banyak wanita-wanita Indonesia yang perlu kita perjuangkan nasibnya. Masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita. Oleh sebab itu, pada akhirnya sambutan kami ini marilah kita tingkatkan partisipasi kita terhadap gelora pembangunan sekarang ini sehingga cita-cita Kartini segera dapat terwujud.

————————000————
Pidato Sambutan pada acara Peringatan Hari Kartini

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat sejahtera dan berbahagia juga kami sampaikan kepada hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pada pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga pagi ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur senantiasa, atas rahmat dan hidayah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Adil.

Selanjutnya pada pagi yang berbahagia ini, hendaknya kita juga brsyukur atas kesempatan yang telah diberikan oleh Allah Tuhan yang Maha Kasih, yang dengan rahmat-Nya pula kita bisa bersama-sama mengadakan upacara memperingati Hari Kartini.

Nama Kartini, sudah tidak asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sekarang ini telah terpatri suatu sikap, khususnya sikap para Ibu, sikap para remaja dan pemudi putri, yang mencerminkan cita-cita luhur ibu Kita Kartini.

Sebagai wanita yang tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, maka sekarang kian tampak bahwa dalam mendudukkan dirinya sebagai sesama pejuang bangsa, telah dapat menenmpatkan diri wanita Indonesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap para kaum laki-laki.

Itulah sikap tegas kaum wanita yang secara langsung mencerminkan keluhuran cita-cita Kartini. Sikap itu juga memperlihatkan betapa hak azasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan. Terlebih hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa Indonesia.

Tidaklah berlebihan kiranya jika wanita sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan di desa kita ini telah banyak wanita yang kedudukannya malah lebih tinggi dari sebagian kaum laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita khususnya kaum wanita benar-benar telah menyadari betapa pentingnya peranan dan kemampuan wanita dalam menegakkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun. Namun hendaknya janganlah pada saat-saat peringatan ini saja kita menampilan hasil karya dan cipta kaum wanita. Namun lebih daripada itu, mudah-mudahan setiap hari, setiap masa wanita Indonesia, tetap berjuang dan tetap bercitra, sebagai bangsa yang harum namanya.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya para wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kaum wanita bertambah jaya, bertambah perkasa dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa, semoga tetap jaya dalam menjaga nama baik keluarga. Amin!

Contoh Naskah Pidato Memperingati Hari Kartini

Yang terhormat Bapak
Yang kami hormati para Bapak Ketua RW
Bapak-bapak Ketua RT
Rekan-rekan remaja dan pemuda se-wilayah
Hadirin dan hadirat yang mulia,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat sejahtera dan berbahagia juga kami sampaikan kepada hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pada pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga pagi ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur senantiasa, atas rahmat dan hidayah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Adil.

Selanjutnya pada pagi yang berbahagia ini, hendaknya kita juga brsyukur atas kesempatan yang telah diberikan oleh Allah Tuhan yang Maha Kasih, yang dengan rahmat-Nya pula kita bisa bersama-sama mengadakan upacara memperingati Hari Kartini.

Nama Kartini, sudah tidak asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sekarang ini telah terpatri suatu sikap, khususnya sikap para Ibu, sikap para remaja dan pemudi putri, yang mencerminkan cita-cita luhur ibu Kita Kartini.

Sebagai wanita yang tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, maka sekarang kian tampak bahwa dalam mendudukkan dirinya sebagai sesama pejuang bangsa, telah dapat menenmpatkan diri wanita Indonesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap para kaum laki-laki.

Itulah sikap tegas kaum wanita yang secara langsung mencerminkan keluhuran cita-cita Kartini. Sikap itu juga memperlihatkan betapa hak azasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan. Terlebih hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa Indonesia.

Tidaklah berlebihan kiranya jika wanita sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan di desa kita ini telah banyak wanita yang kedudukannya malah lebih tinggi dari sebagian kaum laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita khususnya kaum wanita benar-benar telah menyadari betapa pentingnya peranan dan kemampuan wanita dalam menegakkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun. Namun hendaknya janganlah pada saat-saat peringatan ini saja kita menampilan hasil karya dan cipta kaum wanita. Namun lebih daripada itu, mudah-mudahan setiap hari, setiap masa wanita Indonesia, tetap berjuang dan tetap bercitra, sebagai bangsa yang harum namanya.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya para wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kaum wanita bertambah jaya, bertambah perkasa dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa, semoga tetap jaya dalam menjaga nama baik keluarga. Amin!

Cukuplah sekian sambutan dari kami, billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

idato ini saya buat dalam rangka Ujian Praktek Bahasa Indonesia kelas 9B pada Rabu, 21 April 2010, dengan judul Zijn Naam Kartini yang berarti Namanya Kartini

Zijn Naam Kartini

Selamat pagi yang terhormat ibu guru dan teman-teman terkasih. Saya ucapkan selamat datang di tempat ini. Mari kita panjatkan puji dan syukur bagi Tuhan yang dengan kuasanya mengumpulkan kita di tempat ini dengan selamat. Pada pagi hari ini, kita dikumpulkan di tempat ini dengan satu tujuan yaitu memperingati Raden Ajeng Kartini, yang tepat 106 tahun yang lalu menuntaskan perjuangannya untuk mewujudkan kesetaraan gender.

Pada hari ini, kita, bangsa Indonesia memperingati tonggak kesetaraan gender. Dimana kita dapat merefleksikan kembali apa yang telah dilakukan Kartini pada jamannya untuk memperjuangkan apa yang kita kenal masa kini dengan sebutan emansipasi wanita.

Banyak hal yang dapat kita teladan dari sosok Kartini. Dia beruntung pada jamannya, memiliki pemikiran yang modern. Tak seperti wanita jawa yang berbuat seharusnya pada jaman itu, dirinya memiliki cita-cita mulia yang mungkin tak terpikir oleh dirinya sendiri, yaitu mewujudkan emansipasi wanita. Emansipasi yang berarti kesetaraan, begitu melekat pada namanya di masa kini.

Di saat wanita-wanita Jawa bekerja di dapur, dipingit, dan hanya menunggu lamaran seorang pria, Kartini dengan super EQ dan IQnya belajar dan belajar. Pendidikannya yang hanya tamat E.L.S, setingkat sekolah dasar tidak menjadikannya hanya mengerti yang diajarkan di E.L.S saja. Kecerdasannya mampu menguasai seni dan ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi wanita Jawa di jaman itu. Diantaranya melukis, bermain piano, membaca buku apapun, mempelajari bahasa Belanda dan Perancis, berlagu, hingga  mempromosikan kerajinan daerah.

Di saat wanita-wanita Jawa bekerja di dapur, dipingit, dan hanya menunggu lamaran seorang pria, Kartini dengan super EQ dan IQ-nya belajar dan belajar.

Dari kehidupan Kartini, kita dapat meneladani 3 poin utama. Yaitu kreativitas, kepedulian, dan keuletan belajar. Kreativitas karena Kartini menulis, jaman dahulu, seorang muda pribumi hanya segelintir yang menulis surat pada teman-teman berbeda benua. Kepedulian, karena pemikiran Kartini yang sangat kritis akan budaya Jawa yang terlalu mengekang kaum wanita untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan kaum pria. Keuletan belajar, karena Kartini dapat menguasai bahasa Belanda dan juga belajar bahasa Perancis, begitu pula dengan kemampuannya bermain piano, ia dapatkan dari belajar.

Dari peringatan hari Kartini ini, saya harapkan kita, Bangsa Indonesia tanpa membedakan gender, berusaha menerapkan 3 teladan kartini yang sudah saya jabarkan tadi. Yaitu kreativitas, kepedulian, dan keuletan belajar.

Akhirnya saya meminta maaf bila ada salah kata yang kurang berkenan di hati anda sekalian. Sekaligus saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Assalamualaikum wr.wb

Salam sejahtera bagi kita semua

Kepada yang terhormat Bapak kepala sekolah

Bapak Ibu guru staff karyawan yang saya hormati

Serta teman-teman yang saya cintai dan saya sayangi

Pertama-tama marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul di sini dengan sehat walafiat. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah pidato singkat dengan tema meneladani perjuangan R.A Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita. Tema tersebut saya ambil sesuai dengan hari Kartini yang jatuh pada hari ini, 21 April.

Pada zaman penjajahan dahulu, kita tahu bahwa kedudukan kaum wanita lebih rendah daripada kedudukan kaum pria. Wanita sering dijadikan korban kejahatan dan penindasan. Tetapi akhirnya ada seorang wanita keturunan keratin Jepara bernama R.A Kartini yang mempelopori gerakan emansipasi wanita. Beliau mengirim surat kepada sahabat-sahabatnya di Belanda dan dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Sejak saat itu, muncullah gerakan-gerakan atau organisasi yang didirikan oleh para wanita. Mulai saat itu juga, kedudukan kaum wanita semakin lama semakin terangkat. Kedudukan kaum wanita semakin dihargai dengan adanya kesetaraan gender.

Saat ini, tidak hanya kaum pria yang menjadi tulang punggung keluarga.Akan tetapi, kaum wanita pun dapat bekerja di luar rumah untuk membantu menjadi tulang punggung keluarga. Anak-anak perempuan pun sudah diperbolehkan untuk menuntut ilmu di sekolah-sekolah umum. Tidak seperti pada saat zaman penjajahan dahulu dimana anak-anak perempuan tidak diperbolehkan untuk bersekolah dan hanya dipingit di dalam rumah.

Oleh karena itu, tentulah kita wajib bersyukur karena hidup dimana kesetaraan gender sudah diakui. Salah satu cara yang dapat kita lakukan sebagai pelajar adalah belajar dengan rajin sehingga dapat meneruskan perjuangan R.A Kartini.

Sekian pidato singkat dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan tadi dapat bermanfaat bagi kta semua. Apabila ada kesalahan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Leave a Reply