PIDATO PENYULUHAN :

PIDATO PENYULUHAN

Keracunan Makanan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi dan salam sejatera,

Yang terhormat Ibuk dr, Hj, Rini Kartika, M.Kes. Selaku kepala Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi,

Yang terhormat ibu-ibu petugas kesehatan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi

Yang terhormat ketua RT/RW, kepala desa, serta tokoh agama dan kader setempat,

Serta para hadirin sekalian yang saya mulyakan.

Mengawali pidato ini izinkanlah saya mengajak kita semua untuk menghaturkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua sehingga dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat. Selanjutnya selawat beserta salam atas junjungan kita nabi Muhammad SAW yang safaatnya kita harapkan di hari kemudian kelak. Saya sangat berbahagia dan mengucapkan terimakasih kepada para hadirin yang telah berkenan meluangkan waktu untuk hadir pada acara pengukuhan ini. Dan merupakan suatu kebahagian bagi saya dapat berdiri di hadapan Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian untuk menyampaikan pidato tentang keracunan makanan ini.

Akhir- akhir ini sedang marak kasus keracunan makanan, kita dituntut untuk lebih waspada dalam memilih makanan. Kita perlu mengetahui bahwa pada segala macam bahan makanan yang kita makan pada umumnya merupakan media yang sesuai untuk perkembang biakan kuman (mikroorganisme) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, akibat dari kuman inilah bahan makanan kita membusuk, mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kandungan nutrisi dalam makanan tersebut.

Keracunan yang disebabkan oleh makanan ini karena makanan kita tercemari oleh racun yang dihasilkan oleh kuman yang berkembang biak di makanan. Keracunan makanan dapat dideteksi dengan adanya gejala muntah, dan diare, dapat pula terjadi gejala yang bersifat mendadak seperti mual, otot kejang dibagian perut, diare yang disertai sakit kepala, badan lemah dan demam. Gejala-gejala ini muncul satu sampai 22 jam setelah mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi kuman. Terkadang juga menyebabkan terjadinya kejang perut yang hebat dalam satu hari dan akhirnya mereda, ataupun dapat juga menyebabkan pingsan. Jika ini sampai terjadi segeralah bawa penderita ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif,

Oleh dokter biasanya dilakukan bilas lambung dan pemberian infus untuk menghindari terjadinya syok karena kekurangan cairan. Keracunan makanan dapat juga menyebabkan gangguan fungsi normal tubuh jika tidak ditangani dengan baik dan sesegera mungkin, gangguan neurologis bahkan gangguan hati dan ginjal.

Maka dari itu bagi Ibu-ibu dan Bapak-bapak jika menemukan orang yang keracunan makanan dengan gejala yang telah saya sebutkan tadi, baiknya segera lakukan tindakan awal seperti:

Rehidrasi yaitu pemberian air putih, sehingga penderita tidak syok

jika kondisi penderita memburuk segera bawa ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Pepatah mengatakan bahwa mencegah lebih baik dari mengobati nah ibu-ibu dan bapak-bapak,

jika membeli makanan baiknya yang masih tersegel, dan kemasannya tidak penyok atau menggembung.

Simpan bahan makanan yang mudah rusak seperti (ikan, daging, sayur, buah) segera simpan di kulkas. Jaga agar kulkas tetap pada suhu (<8oC dan suhu freezer <0oC)

Cuci makanan buah dan sayuran sebelum dimakan

Saat memotong makanan gunakan papan iris dari plastic sehingga mudah dibersihkan

Cuci tangan minimal >20 detik dengan sabun dan air hangat sebelum memasak dan menghidangkan makanan

Cuci alat masak dengan bersih

Jauhkan hewan peliharaan dari seluruh area tempat menyiapkan makanan

Masak makanan untuk membunuh bakteri. Masak makanan hingga matang benar contohnya daging dimasak hingga kecoklatan.

Hindari makan telur mentah dan jangan minum susu yang tidak di pasturisasi

Jangan konsumsi makanan dan minuman yang rasa, baud an warna yang telah berubah

Jika ragu makanan tersebut masih baik atau tidak jangan ambil resiko, buang saja makanan tersebut

Demikianlah pidato ini yang dapat saya sampaikan semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu.

Leave a Reply