Pidato Hiv Aids

Pidato

Hari AIDS Sedunia

Tamara Bidari, IXA -21

Pidato

Hari AIDS Sedunia

Tamara Bidari, IXA -21

Om Swastiastu,

Yang terhormat, Bapak Kepala Sekolah SMPN 1 Denpasar

Yang saya hormati, Bapak Ibu Guru dan Staff Pegawai Tata Usaha

Serta teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat dan rahmat-Nyalah pada hari ini, Kamis, 1 Desember 2011 kita dapat berkumpul di tempat ini guna memperingati Hari AIDS Sedunia dalam keadaan sehat walafiat.

Seperti yang kita tahu, AIDS adalah penyakit atau sindrom yang disebabkan oleh Virus HIV yang menyerang kekebalan tubuh sang penderitanya. Begitu ganasnya AIDS ini hingga Badan Kesehatan Dunia/WHO merasa perlu menetapkan 1 hari dalam setiap tahunnya sebagai hari AIDS sedunia. AIDS pertama kali ditemukan di Afrika dan mulai menyebar ke Indonesia pada tahun 1987 di Bali oleh seorang turis asing yang dinyatakan meninggal dunia karena terjangkit AIDS dan masih terus menyebar hingga sekarang.

AIDS yang telah bersama kita selama sekitar dua dekade ini tetap menjadi masalah yang terus harus dihindari dari diri kita semua. Hal ini sangat penting bagi kita semua, khususnya kita sebagai remaja generasi penerus bangsa yang sangat rentan terjangkit AIDS.

Para penderita yang positif terjangkit AIDS pun tidak luput dari penderitaan. Baik itu penderitaan fisik maupun batin. Banyak penderita yang dikucilkan dari lingkungannya dan menjalani hidup dengan seorang diri dengan beban penyakit yang mematikan.

Kita sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya menjunjung tinggi akan kesadaran bahaya penyakit ini, karena sudah banyak sekali saudara-saudara kita yang dinyatakan positif terinfeksi oleh penyakit ini dan tidak sedikit pula yang meninggal dunia. Hal ini ditakutkan karena remaja-remaja di negara kita ini telah terjerumus kedalam pergaulan bebas yang mengakibatkan terpengaruhinya jati diri kita oleh budaya barat yang negatif. Dengan pengaruh-pengaruh negatif inilah kita menjadi tahu akan narkoba dan seks bebas, karena memang hampir sebagian besar penyakit ini disebabkan oleh seks bebas. Penyakit ini juga dapat menular melalui para pengguna jarum suntik narkoba, bisa juga saat memasang tato pada tubuh kita, dan pada saat menggunakan narkoba.

Agar kita tidak terserang virus HIV, maka kita harus bisa menjaga diri dan keimanan kita supaya tidak tergoda oleh rayuan negatif yaitu dengan cara harus pandai-pandai dalam memilih teman dan lingkungan tempat bermain, karena teman juga yang dapat memotifasi dan mempengaruhi kita dalam membentuk jadi diri kita yang sebenarnya, jadi kita tidak boleh asal-asalan dalam memilih teman, tetapi kita juga harus sanggup membawa teman kita kejalan yang baik, supaya kita dan teman-teman kita terhindar dari pemakaian narkoba dan tidak melakukan hubungan di luar nikah (seks bebas).

Dan juga melalui pendidikan tentang bahaya HIV/AIDS di sekolah juga bermanfaat bagi para siswa dan siswi remaja sebagai pedoman untuk melangkah maju kedepan. Ditambah dengan dukungan Bapak Ibu Guru dan seluruh warga sekolah agar memberikan contoh yang positif terhadap menghindari bahaya AIDS.

Serta yang terakhir, kita tidak boleh mengucilkan orang-orang yang positif terjangkit AIDS, sebaliknya kita harus terus mendukung orang-orang ini. Karena kita tidak akan tertular dengan hanya melakukan kontak fisik dengan si penderita melainkan hanya akan tertulah jika kita melakukan kontak seksual.

Oleh karena itu, dengan pita merah yang dipasang di dada ini, marilah kita kuatkan iman agar terhindar dari bahaya HIV/AIDS dan berdoa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kita semua selalu diberi perlindungan dan berada di jalan-Nya. Serta sebagai remaja, kita juga harus bisa menjaga nama baik keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar agar kita bisa menjadikan negara ini sebagai negara yang bersih dari penyakit AIDS.

Akhir kata saya ucapkan Selahat Hari AIDS Sedunia, semoga dengan apa yang telah saya sampaikan dapat kita ambil hikmahnya dan teladannya. Terimakasih atas partisipasinya, sekiranya ada kesalahan kata, saya mohon maaf.

Om Santhi Santhi Santhi Om

Leave a Reply