Pidato Hari Ibu : Konsulat Jenderal Republik Indonesia

Print
http://www.kemlu.go.id/toronto/Pages/Print.aspx?ListName=Speech…
Konsulat Jenderal Republik Indonesia
di Toronto, Kanada

SAMBUTAN PERINGATAN HARI IBU KE-82 TAHUN 2010
Selasa, 21 Desember 2010
SAMBUTAN
PERINGATAN HARI IBU KE – 82 TAHUN 2010

Assalammu’alaikum WarahmatulLahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua

Hadirin, peserta upacara khususnya kaum perempuan dan ibu-ibu yang saya hormati,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan limpahan karuniaNya, pada
hari ini kita semua bisa berkumpul di tempat ini, dalam rangka memperingati hari yang sangat penting dalam kehidupan
manusia dimanapun berada, yaitu Hari Ibu ke -82.
Dalam memperingati Hari Ibu tahun ini Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia mengambil tema "KESETARAAN PEREMPUAN DAN LAKILAKI UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DALAM
MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEHAT DAN BERMARTABAT".

Tema ini menyampaikan pesan yang kuat kepada kita bahwa dalam menjalankan roda pembangunan Indonesia,
keterlibatan kaum perempuan ,tidak bisa diabaikan atau ditinggalkan, tetapi harus ditingkatkan dan disetarakan dengan
peran kaum laki-laki. Kesetaraan tersebut harus tercermin dalam berpartisipasinya mengisi pembangunan di berbagai
bidang. Kaum perempuan harus terus dilibatkan agar dapat berperan dan partisipasi secara nyata dalam proses
pembangunan nasional. Berbagai potensi, bakat, kemampuan, keterampilan, semangat dan idealisme dari kaum perempuan
hendaknya diarahkan guna mencapai kemajuan bangsa. Kesetaraan perempuan dan laki-Iakil akan lebih mudah tercapai
apabila kaum perempuan sendiri aktif mengambil peran dalam berbagai kesempatan.
Namun demikian kesetaraan tersebut tidak semata-mata mengarah pada persamaan hak dan kewajiban saja, tetapi harus
dilakukan melalui suatu proses panjang yang dilandasi nilai-nilai luhur bangsa dan Negara Indonesia. Kesetaraan harus
mempertimbangkan faktor nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai-nilai tersebut harus menjadi intisari dari kesetaraan itu sendiri, sehinga
nilai-nilai yang tidak susuai dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia akan bisa dihindari.

Kesetaraan yang demikian ini pada akhirnya akan ikut membantu dalam pembentukan karakter bangsa, yaitu karakter yang
terbentuk berdasar pengalaman sejarah budaya bangsa yang tumbuh dan berkembang bersama dengan tumbuh
kembangnya bangsa tersebut. Karakter bangsa ini berisi nilai-nilai yang menyebabkan utuh dan bersatunya bangsa. Nilai
tersebut berkembang dari rasa peduli terhadap bangsanya, merasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsanya,
bangga terhadap bangsanya, setia dan cinta terhadap bangsanya, yang bermuara pada siap berkorban demi bangsanya.
Di tengah-tengah gelombang reformasi dan globalisasi saat ini, dimana tuntutan penyetaraan perempuan dan laki-Iaki juga
semakin kuat, maka saya ingin mengajak semua kaum perempuan untuk terus menanamkan dan menerapkan nilai-nilai
karakter bangsa secara sungguh-sungguh. Dengan demikian maka karakter bangsa Indonesia yang khas tersebut akan
dapat kita jadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia secara umum dan khususnya
menjadikan landasan dalam pembangunan masyarakat yang sehat dan bermartabat.
Masyarakat yang sehat bukan berarti hanya sehat secara jasmaniah saja, tetapi juga sehat dari segi rohaniah, mental dan
sehat dalam menjalankan dan melakukan pergaulan kemasyarakatan yang bersendikan nilai-nilai budaya yang telah
tertanam sejak nenek moyang kita. Sedangkan masyarakat yang bermartabat merupakan masyarakat yang dapat
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, bangsa yang toleran, bangsa yang menghargai dan menghormati
manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai bangsa yang cinta damai sekaligus menjunjung tinggi nilai
demokrasi.

Saudara Saudara Peserta Upacara Yang saya hormati.

Hari Ibu diperingati setiap tahun tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa
perempuan secara menyeluruh, termasuk di dalamnya sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, marilah
kita jadikan peringatan Hari Ibu ke – 82 Tahun 2010 ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap peran kaum
perempuan dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, sehat dan bermartabat.
1 of 2
20/12/2011 22:36
Print
http://www.kemlu.go.id/toronto/Pages/Print.aspx?ListName=Speech…
Semoga Allah SWT – Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi semua ikhtiar kita, demi kejayaan bangsa dan negara
Indonesia tercinta.

Sekian, terima kasih.
Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
2 of 2
20/12/2011 22:36

Leave a Reply