Pidato Hari Membaca : Angela Monalisa Kurniawan

Angela Monalisa Kurniawan / X4 / 4

Membaca di Kalangan Generasi Muda Indonesia

Salam sejahtera.

Pertama-tama saya ingin memanjatkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatNya sehingga saya dapat berdiri sekarang ini di depan Anda sekalian. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Bu Zhita selaku pembimbing saya dalam menyusun naskah ini. Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih bagi Anda semua, selaku audiens, yang telah berkenan meluangkan waktu untuk mendengarkan pidato saya pada hari ini.

Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Membaca Nasional maka saya akan membicarakan mengenai pentingnya membaca bagi remaja. Hal ini didasari oleh keprihatinan saya bahwa di kalangan generasi muda Indonesia, minat membaca sangatlah kurang. Saya bahkan menemukan beberapa teman yang belum pernah membaca 1 buku pun hingga tuntas seumur hidupnya. Saya juga sering mendapati bahwa bagi mereka membaca sebuah buku sangatlah sulit, dan mereka sudah ketakutan terlebih dahulu begitu melihat betapa tebalnya buku tersebut. Jelaslah bagi saya bahwa sebagian besar generasi besar, meskipun tidak semua teloah kehilangan minat membaca dan hal ini sangat memprihatinkan.

Pertama kita harus menyadari bahwa membaca mendatangkan bermacam manfaat. Dengan rajin membaca maka wawasan kita akan menjadi luas. Kita akan menjadi orang yang serba tahu dan bukannya orang yang berwawasan sempit. Jika seseorang berwawasan sempit maka ia akan terlihat bodoh dan sukar baginya untuk bersosialisasi.

Pada suatu survey, kecepatan membaca siswa Indonesia tertinggal dari siswa Jepang. Misalnya, kecepatan membaca rata-rata siswa di Indonesia adalah 250 KPM (kata per menit), tetapi di usia yag sama siswa Jepang dapat membawa dengan kecepatan 350 KPM. Pada survey yang berbeda, ternyata kemampuan anak Indonesia dalam mata pelajaran pokok seperti matematika dan sains juga kalah jauh dibandingkan dengan kemampuan siswa Jepang. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca seorang anak mampu menunjang prestasi akademiknya. Jika seseorang mampu membaca cepat maka kemampuan pengolahan otaknya juga dapat berkembang.

Jenis bacaan yang tersedia pun bervariasi dan turut menentukan manfaat apa yang bisa kita dapat. Jika kita membaca buku ilmu pengetahuan, maka pengetahuan kita yang berhubungan dengan itu juga akan bertambah. Tentu saja hal ini tidak membuat bacaan jenis lain terkesan tidak bermanfaat. Bacaan aapun selama yang tidak menjurus ke arah yang negatif juga pasti menyumbangkan manfaat. Yang membedakan adalah jenis manfaat yang diberikan. Ada yang memberikan manfaat pengetahuan di bidang sains, ada juga yang memberikan petuah dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari. Contohnya bisa kita dapatkan saat membaca novel-novel fiksi, penulis pasti menyelipkan makna dan makna itulah yang sebetulnya kita cari.

Dengan demikian jelaslah sudah bahwa membaca membawa banyak manfaat penting bagi kehidupan kita selaku siswa baik kehidupan sosial maupun prestasi akademik. Agar kita dapat merasakan manfaat dari membaca maka alangkah baiknya kita mengikuti beberapa kiat berikut.

Pertama, kita harus menumbuhkan semangat membaca dalam diri kita masing-masing. Kita bisa memilih buku yang kita sukai, atau bahkan komik. Terkadang bacaan yang ringan mampu membawa kita menuju bacaan yang lebih berat. Kedua, membaca tumbuh dari pembiasaan. Di beberapa negara, siswa SMA diwajibkan untuk membaca beberapa judul buku. Di Amerika Serikat, siswa SMA wajib membaca 32 judul buku, di Belanda dan Prancis 30 buku, kemudian di Swiss dan Jepang sebanyak 15 judul buku. Bandingkan dengan Indonesia yang dari tahun 1943-2003 jumlah judul buku adalah nol. Padahal sebelumnya di zaman AMS Hindia Belanda, siswa diwajibkan membaca 25 buku. Tak dapat dipungkiri bahwa hal ini merupakan salah satu faktor mudah ditemukan siswa SMA yang belum membaca 1 judul buku sama sekali. Oleh karena itu dimulai dari sekarang kita, terutama yang jarang membaca bisa melakukan beberapa pembiasaan kecil dalam diri kita. Misalnya kiha kita menyukai sepak bola maka kita bisa membiasakan diri mengecek situs-situs di internet yang menyajikan berita tentang bola. Kemudian untuk melatih kecepatan membaca, anak seusia kita tentunya sudah sering menonton film di bioskop. Terkadang ada film yang menggunakan banyak dialog sehingga subtitle atau terjemahannya dengan cepat berganti. Kadangkala kita tidak sempat membacanya, tetapi kalau kita mau latihan dengan tekun untuk membaca terjemahan itu, maka lambat laun kita akan bisa mengikuti kecepatan pergantian terjemahan tersebut. Bahkan nantinya kita bisa menikmati film tersebut baik gambar maupun teks terjemahan tanpa terbebani dengan pikiran untuk membaca. Karena pada akhirnya semua itu akan mengalir begitu saja. Buku yang dibaca pun ikut menjadi faktor penentu. Jangan memilih buku bacaan karena dipaksa atau sedang nge-trend, sebaliknya pilihlah buku sesuai minat Anda masing-masing karena justru hal itu dapat menjadi dorongan tersendiri bagi kita untuk membaca.

Dengan saran tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan gairah membaca bagi generasi muda, terutama Anda yang berkumpul disini sekarang. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi kemajuan bangsa dan negara. Ingat, kondisi bangsa kita kedepannya bergantung kepada kita. Hal ini agar kita semua juga disadarkan, alih-alih terus mengkritik negara kita dapat memperbaikinya dengan memperbaiki diri sendiri, memajukan diri, untuk berinvestasi kepada bangsa kita di masa depan.

Akhir kata saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya, dan saya juga minta maaf atas perkataan yang kurang berkenan di hati Anda. Semoga pidato saya kali ini mampu membuat perubahan bagi generasi muda Indonesia, semoga Hari Gerakan Membaca Nasional kali ini dapat menjadi titik tolak bangsa kita. Selamat siang.

Pidato Peringatan Hari Gerakan Membaca Nasional 12 NovemberPage 1

loading...

Leave a Reply