Naskah Pidato : di Era Globalisasi Ini

Naskah Pidato Bahasa Indonesia                                                                                                               

Selamat pagi,

Bapak guru yang saya hormati dan para hadirin sekalian,

pertama-tama marilah kita ucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa karena kasihNya kita dapat berkumpul bersama di tempat ini dengan kondisi yang sehat. Kemudian saya ingin berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk berbicara di sini.

Saudara-saudara yang saya hormati,

di era globalisasi ini, masyarakat di Indonesia, terutama kaum pemuda dan pemudi semakin menjunjung tinggi negara lain. Masyarakat mengkonsumsi produk-produk import walau produk lokal juga menyediakan produk dengan kualitas yang sama. Hal ini terlihat sangat mencolok terutama saat pemerintah memutuskan untuk mengimpor bawang. Petani-petani kita sebenarnya sanggup menyuplai bawang dalam jumlah yang melebihi kebutuhan nasional tapi, pemerintah sendiri sepertinya telah kehilangan rasa nasionalismenya. Wajar saja jika kita membeli atau mengkonsumsi barang import jika memang negara kita tidak memproduksi barang yang sama dan kualitasnya sama. Jika tidak, sama saja dengan kita meremehkan dan memandang rendah negara kita sendiri.

 

Hadirin sekalian,

berkurangnya rasa nasionalisme juga terlihat jelas dalam dunia musik sekarang ini. Munculnya boyband dan girlband Indonesia yang menyebut aliran mereka dengan istilah I-Pop atau Indonesian Pop. Sangat mengenaskan melihat boyband dan girlband tersebut melakukan plagiat habis-habisan terhadap artis-artis Korea dan Jepang. Tidak hanya meniru gaya berpakaian dan model rambut tapi juga gaya bermusik dan koreografi. Contohnya, girlband Cherrybelle dengan lagunya Dilemma memplagiat karya seorang artis Jepang, Ken Hirai lagunya berjudul Kimi na Suki no Toko. Kemudian Smash Indonesia, dari namanya saja sudah mengambil nama dari sebuah boyband Jepang dengan nama yang sama sedangkan konsepnya diganti menjadi sangat mirip dengan boyband Korea seperti Super Junior dan BEAST.

 

Hadirin yang saya hormati,

dengan berkurangnya rasa nasionalisme maka semakin berkurangnya kesadaran bahwa pemudalah yang akan melanjutkan dan memelihara Indonesia ini. Rasa nasionalisme dan karakter bangsa ini perlu dibenahi. Kita harus menanamkan rasa nasionalisme pada generasi muda tapi, tidak sembarang nasionalisme melainkan nasionalisme yang berkarakter. Nasionalisme yang kreatif, percaya diri, dan cerdas sehingga bangsa ini dapat berkembang ke arah yang positif. Nasionalisme itu bukan hanya mencintai tanah air kemudian membenci negara lain, tetapi mencintai tanah air dan bersedia bekerja sama dengan negara lain untuk kepentingan dan kemajuan negara, bukan untuk keuntungan pribadi.

 

Saudara sebangsaku,

pemerintah telah melakukan berbagai cara dan upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia. Contohnya, dengan memasukkan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kedalam kurikulum pendidikan. Diharapkan dengan adanya suatau wadah untuk menanamkan bibit-bibit nasionalisme maka kesadaran pemuda akan meningkat. Hal ini dibuat mengingat kebanyakan pemuda dan pemudi sudah menyentuh bangku pendidikan melalui sekolah, maka melalui mata pelajaran Pkn diselipkan materi-materi yang dapat membangun rasa nasionalisme. Disamping pelajaran Pkn, ada juga pelajaran Sejarah yang dengan campur tangan pemerintah diselipkan pengetahuan tentang sejarah-sejarah perjuangan bangsa Indonesia demi mendapatkan kemerdekaannya.

 

Saudara sekalian,

tidak hanya sampai disitu saja peran pemerintah. Demi meningkatkan rasa nasionalime pemuda, pemerintah membuat suatu kegiatan positif yaitu Upacara Bendera. Tujuan upacara bendera salah satunya adalah untuk mengenang jasa para pendiri Negara. Tapi, sesungguhnya dibalik itu ada makna penting yang perlu diingat yaitu melalui upacara bendera kita harus tetap memelihara nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme. Coba kalian bertanya pada diri kalian sendiri! Apakah aku sudah menjadi orang yang tertib? Apakah aku sudah bersedia dipimpin untuk menjaga kekompakan dan kerja sama? Apakah kalian selalu mengingat bahwa apa yang sudah kalian dapatkan sampai hari ini adalah hasil jerih payah dan jasa para pahlawan dan tetap menjaga nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme?

 

Saudara saudara yang saya kasihi,

meskipun pemerintah telah melakukan berbagai macam upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme pemuda, kalau tidak didukung oleh pemuda itu sendiri akan sangat sulit untuk tercapai. Kita harus sadar akan pentingnya rasa nasionalisme yang berkarakter. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, bukan hal-hal yang kemudian memalukan bangsa kita sendiri. Marilah kita menjaga amanah sebagai pemuda yang akan meneruskan bangsa ini! Jangan pernah merasa gengsi melakukan sesuatu untuk negara ini! Mari kita menumbuhkan karakter-karakter positif dalam diri kita masing-masing!

 

Hadirin sekalian,

demikian pidato yang saya sampaikan. Jika ada kesalahan kata yang mungkin menyinggung Anda, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih.

Mencintai produk dalam negeri merupakan suatu keharusan. Bila tidak, bangsa ini tidak akan besar.

Tanpa cinta produk dalam negeri, produk dalam negeri tidak dapat bersaing di pasaran. Cinta produk dalam negeri memberi peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan berbagai produk yang diproduksi.

Membangun perekonomian bangsa, tentu saja dibutuhkan kerja sama semua pihak. Semua harus duduk bersama, untuk saling berbagi dan berdiskusi, sehingga bisa menemukan solusi yang baik, bagi semua.

Pemakaian produk dalam negeri, tentu saja membuat semua produk dalam negeri, dapat tumbuh dan berkembang. Karenanya, perkembangan itu, sanggup meningkatkan kualitas produk dalam negeri.

Kurangnya kesadaran masyarakat, tentu saja berimbas pada produk dalam negeri. Bila masyarakat tidak bangga produk dalam negeri, kondisi itu bisa mematikan produk lokal.

Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang. Berbagai produk bisa masuk ke pasar Indonesia. Hal ini, tentu saja harus diikuti dengan peningkatan berbagai produk dalam negeri, agar produk itu bisa bersaing di pasaran.

Besarnya jumlah penduduk di Indonesia, menjadi potensi pasar yang luar biasa besar. Ini bila tidak dikelola dengan baik, akan menjadi ajang bagi masuknya berbagai barang asing. Pada akhirnya, kita hanya menjadi bangsa yeng terjajah, oleh berbagai produk yang bisa beredar, tanpa bisa dibendung.

Pada akhirnya, ini menjadi kewajiban semua warga, untuk saling menjaga dengan mencintai dan merasa bangga dengan produk dalam negeri. Dan, tentu saja, produsen dalam negeri, juga harus meningkatkan kualitas produksinya, sehingga bisa orang bisa bangga dan merasa bangga memilikinya.

Menggunakan produk dalam negeri, sama saja artinya dengan menyelamatkan bangsa Indonesia dan masyrakat, dari berbagai kehancuran ekonomi.

Pidato Memperingati Hari Kartini

Yang terhormat Bpk Lurah .,
Yang kami hormati para Bapak Ketua RW,
Bapak2 Ketua RT.
Rekan2 remaja dan pemuda se-wilayah.
Hadirin dan hadirat yang mulia,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat sejahtera dan berbahagia juga kami sampaikan kepada hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pada pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga pagi ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur senantiasa, atas rahmat dan hidayah dr Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Adil.

Selanjutnya pd pagi yang berbahagia ini, hndaknya kita jg brsyukur atas kesempatan oleh Allah Tuhan yang Maha Kasih, yang dengan rahmat-Nya pula kita bisa brsama-sama mengadakan upacara mmperingati Hari Kartini. Nama Kartini, sudah tidak asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sekarang ini tlah terpatri suatu sikap, khususnya sikap para Ibu, sikap para remaja dan pemudi puri, yang mencerminkan cita2 luhur ibu Kita Kartini.

Sebagai wanita yang tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, maka sekarang kian tampak bahwa dalam mendudukkan dirinya sebagai sesama pejuang bangsa, telah dapat menenmpatkan diri wanita Indonesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap para kaum laki-laki.

Itulah sikap tegas kaum wanita yang secara langsung mencerminkan keluhuran cita-cita Kartini. Sikap itu juga memperlihatkan betapa hak azasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan. Terlebih hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa Indonesia.

Tidaklah berlebihan kiranya jika wanita sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan di desa kita ini telah banyak wanita yang kedudukannya malah lebih tinggi dari sebagian kaum laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita khususnya kaum wanita benar-benar telah menyadari betapa pentingnya peranan dan kemampuan wanita dalam menegakkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun. Namun hendaknya janganlah pada saat-saat peringatan ini saja kita menampilan hasil karya dan cipta kaum wanita. Nmaun lbh daripada itu, mudah-mudahan setiap hari, setiap masa wanita Indonesia, tetap berjuang dan tetap bercitra, sebagai bangsa yang harum namanya.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya para wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kaum wanita bertambah jaya, bertambah perkasa dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa, semoga tetap jaya dalam menjaga nama baik keluarga. Amin!

Cukuplah sekian dulu sambutan kami, billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Leave a Reply