Pidato Perpisahan Kelas XII

Pidato Perpisahan Kelas XII

Salam sejahtera bagi kita semua dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya kita dapat hadir di sini. Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, oleh sebab itu ijinkan saya untuk memperkenalkan diri. Saya Clarisa, saya berdiri di sini sebagai perwakilan teman-teman kelas XII. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Frater Patrisius, Bapak-Ibu guru, Wali murid dan teman-temanku sekalian atas kesediaannya hadir dalam upacara pelepasan siswa-siswi SMAK Frateran Malang kelas XII.

Oke, saya akan mengawalinya dengan sebuah cerita. Pada saat usia kita 5 tahun, banyak orang bertanya pada kita, ingin menjadi apa ketika kita besar nanti. Jawaban kita adalah hal-hal seperti astronot, dokter, presiden, atau dalam kasusku aku ingin menjadi Teletubies. Dulu teletubies sangatlah populer dan saya sangat menyukainya karena hanya bermain dan bermain tanpa henti. Pada saat usia kita 10 tahun, mereka bertanya lagi. Kita menjawab bintang rock, koboi atau dalam kasusku, mau jadi BOS. Tapi sekarang setelah kita dewasa, mereka ingin jawaban yang serius. Well, bagaimana dengan ini? Siapa yang tahu? Ini bukan waktunya untuk membuat keputusan yang sulit dan cepat. Ini adalah waktunya untuk membuat kesalahan. Kesalahan demi kesalahan yang kita perbuat akan membuat kita terus belajar dan bangkit lagi dari keterpurukan, dengan begitu kita akan menjadi kuat untuk dapat menaklukkan dunia ini. Ubah pikiranmu dan merubahnya lagi, karena tidak ada sesuatu yang permanen. Jadi buatlah kesalahan sebanyak yang kau bisa. Dengan begitu, suatu hari nanti, saat mereka bertanya pada kita ingin menjadi apa kelak, kita tidak perlu menebaknya. Kita akan mengetahuinya.

Terakhir, saya mengutip dari kata-kata banyak orang. Di mana ada pertemuan di situ ada perpisahan. Namun, jangan jadikan ini semua sebagai akhir melainkan langkah awal bagi kita semua untuk menuju pada kesuksesan. Sekian, pidato yang dapat saya sampaikan. Jika dalam tutur-kata saya terdapat kesalahan, mohon dimaafkan, karena manusia tak luput dari kesalahan dan kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Terima kasih.

Oleh : M. Y. Clarisa / XII-IPA 2

Leave a Reply