PIDATO : Tugas Semester Bahasa Indonesia

Tugas Semester Bahasa Indonesia

Pembuatan Naskah Pidato

Oleh: Indri Fajria Musfiroh

Kelas: X.7

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PADANG

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah beserta wakil. Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman sekalian. Tak lupa kita haturkan puji dan syukur kepada Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunianya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam rangka Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan sholawat beriring salam kita senandungkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW.

Di hari yang sangat unik ini, saya ingin berbagi sedikit renungan kepada bapak dan ibu, mengenai nilai baik yang dapat kita ambil dari masyarakat Jepang. Nilai itu adalah bagaimana mewujudkan suatu target. Kita semua tentunya harus bekerja, karena dengan begitu kita dapat hidup. Tapi pandangan tiap orang terhadap pekerjaannya berlainan. Ada yang menganggap pekerjaan sebagai hukuman, sehingga dikatakan I hate Monday, atau ada juga yang bilang monday is mondai. Tapi ada juga yang menganggap pekerjaan sebagai hobby, sehingga seorang professor Jepang menganjurkan agar kita saat masuk dalam kehidupan lab. memakai paket seven eleven. Kerja mulai pukul 7 pagi, selesai pk.11 malam.

Saya hobby melihat film, dan kali ini akan mengajak bapak dan ibu membicarakan satu film, yaitu satu episode project X. Dalam satu kesempatan ada satu filosofi seorang peneliti Jepang yang berkesan di hati saya. Apa arti pekerjaan atau penelitian bagi anda? Beliau mengibaratkan id atau kreativitas itu sebagai anak. Saat Bapak dan Ibu dikarunia anak, pasti sangat bersyukur. Anak tersebut dirawat dengan kasih sayang. Kalau baik dipuji. Kalau nakal diingatkan. Tiap hari Bapak dan Ibu mencucurkan keringat, bekerja agar bisa menghidupi kami, para anak-anaknya. Selang berpuluh tahun, barulah Bapak dan Ibu melihat hasil jerih payah tersebut. Tentunya Bapak dan Ibu akan sangat bahagia jika kami berhasil di sekolah, berakhlak baik.

Sama halnya dengan ide atau kreativitas. Di filem itu filosofi yang beliau sampaikan adalah Cintailah ide itu seperti engkau mencintai anakmu. Saat ide itu timbul, kita perlu rajin mendokumentasikan. Kita besarkan anak yang bernama ide ini setiap hari, kita analisa dari berbagai sisi. Diuji dari sana dan sini. Kalau eksperimen berhasil kita syukuri, kalau gagal kita cari penyebabnya. Berjam-jam kita habiskan untuk mengembangkan ide itu agar dapat berhasil. Kecintaan pada ide ini kelak akan berbuah. Ide atau kreatifitas yang matanglah yang kelak akan berbuah menjadi penemuan yang besar.

Bapak-dan ibu,

Bangsa kita tidaklah kalah dengan bangsa Jepang maupun bangsa lain. Banyak rekan-rekan kita yang berpresetasi di forum internasional. Jadi secara potensi kita tidak kalah. Hanya saja ada satu kekurangan yang kadang saya rasakan. Kita kurang tekun dalam mencapai satu sasaran. Di Indonesia seringkali kegiatan dilakukan secara mendadak dan kurang terencana dengan baik. Sehingga hasil yang dicapai pun tidak optimal, dan hanya mengejar formalitas. Barangkali hal ini terjadi karena kita kurang mencintai kegiatan atau pekerjaan itu. Tentunya hal ini dapat dikurangi, kalau kita dapat menumbuhkan kecintaan pada pekerjaan. Sebagaimana kata filosof Yang penting bukanlah mengerjakan apa yang engkau cintai. Tetapi mencintai apa yang engkau kerjakan.

Bapak dan ibu yang terhormat,

Sebagai penutup saya ingin mengutip pesan yang pernah saya dengar dari professor saya. Kata beliau, kita memiliki dua buah jam. Yang satu jam harian, yaitu sebagaimana yang kita pakai sehari-hari, dan yang sebuah lagi adalah jam kehidupan..

Sama juga dengan kehidupan kita. Dari remaja hingga tahap pendewasaan adalah fase dimana otak kita masih encer, dan mudah menerima ilmu pengetahuan baru. Ini adalah usia dimana kita mencari bentuk dan merintis karir kehidupan kita. Semoga di usia yang amat berharga ini, kita dapat berhasil merintis format karir kita di masa yang akan datang.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Apa bila ada salah dan janggal mohon dimaafkan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Indri Fajria Musfiroh

Leave a Reply