Pidato Sambutan Pak Wabup Jepara

Pidato Sambutan (Keynote Speech)
Wakil Bupati Kabupaten Jepara
Dalam Rangka Seminar Dewan Riset Daerah Kab. Jepara
Pengembangan Ekonomi Kreatif Kabupaten Jepara berbasis Potensi Budaya Lokal

Assalamualaikum, wr. wb.

Pagi ini dengan mamanjatkan puji syukur kehadiarat Allah SWT, saya dengan perasaan
bahagia dan penuh semangat akan sedikit memberi perspektif sekilas pandang, sekaligus
sambutan pembukaan seminar: Pengembangan Ekonomi Kreatif Kabupaten Jepara berbasis
Potensi Budaya Lokal pada hari Rabu 23 Mei 2012. Namun sebelumnya saya ucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua fihak yang ikut terlibat secara langsung ataupun tidak
langsung terhadap suksesnya penyelenggaraan acara ini, terutama kepada para pengurus Dewan
Riset Daerah Kab. Jepara yang telah dengan niat tulus ikut urun rembug mendiskusikan tema
tentang ekonomi kreatif di Kabupaten Jepara. Semoga apa telah kita bersama kerjakan ini
menjadi ladang amal bagi kemanfaatan bersama dan berdampak cukup signifikan atas kemajuan
perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jepara, amiin ya rabbal alamiin.

Sejatinya, mengulas ekonomi kreatif adalah momentum bagus untuk memulai usaha kita
bersama dalam menumbuhkembangkan profesi-profesi kreatif di Kabupaten Jepara. Topik ini
sangat menarik, namun saya mengharapkan diskusi atas tema ini bisa menggunakan kacamata
dan sudut pandang holistik, tidak saja dari kaca mata makro ekonomi dan bisnis, namun juga
kacamata sosiologi, kebudayaan, etnografi, seni kreatif & artistik, teknologi informasi dan
internet, planologi, bahkan kajian dari sudut studi pembangunan secara komprehensif.

Saat ini kita hidup di era gelombang ke-4 peradaban yang dicirikan dengan semakin
tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif. Dalam peradaban gelombang ke-4 itu, unsur
penentu daya saing adalah kreatifitas dan inovasi. Sehingga tantangan pembangunan yang
terpenting yang harus kita hadapi dewasa ini, adalah tantangan untuk terus berinovasi atau the
need to continuosly innovating. Ekonomi kreatif ditopang oleh 3 pilar yaitu: budaya kreatifitas,
daya inovasi, dan kemajuan teknologi.
Karena maraknya peran daya kreatifitas dan inovasi tersebut, maka beberapa literatur
juga sering menyebutkan era sekarang ini sebagai abad inovasi atau the Century of Innovation.
Saat ini inovasi, di berbagai bidang nyaris berlangsung tanpa henti, dan sebagai konsekuensinya,
para inovator semakin menempati peran penting dalam peradaban sekarang ini. Dalam kondisi
tersebut, maka karakteristik pekerjaan masa depan (the future of works and employment) ditandai
dengan tuntutan untuk terus menerus melakukan inovasi atau innovative intensive employment
dan berintikan pada pengarusutamaan pembelajaran terus menerus.
Di era ekonomi kreatif, maka infrastruktur dan segenap aktivitas ekonomi dengan
sendirinya harus disesuaikan dengan karakteristik ekonomi kreatif, yaitu adanya basis
pengetahuan yang menunjang inovasi, adanya mekanisme koordinasi yang menjamin sinergi
industri dan universitas, serta pembentukan kelembagaan yang memberikan akses pemodalan
dan pranata perlindungan hukum untuk kekayaan intelektual. Pemerintah baik pusat dan daerah,
termasuk Pemkab Jepara, sedang dan akan terus mengembangkan sumber daya manusia sebagai
aset utama dalam meraih peluang di era ekonomi kreatif.
Banyak studi empiris menunjukan bahwa terdapat paling tidak, sedikitnya 4 (empat)
persyaratan pokok untuk membangun ekonomi kreatif, meliputi : 1) Peningkatan kapasitas
pengetahuan (melalui peningkatan kerjasama penelitian, collaborative research); 2) Peningkatan
kualitas dan daya inovasi masyarakat (melalui pendidikan yang memadukan, iptek, budaya dan
seni); 3) Penyempurnaan infrastruktur (untuk transportasi, informasi dan telekomunikasi); 4)
Perbaikan pranata kebijakan yang mendukung (perlindungan hak kekayaan intelektual, peraturan
anti monopoli, anti trust, pemodalan ventura, insentif pajak dan sejenisnya).
Kita semakin sadar betapa makin pentingnya konsepsi yang jelas dan terarah dalam
pengembangan kapasitas dan kemampuan Kabupaten Jepara dalam membangun perekonomian
daerah berbasis ekonomi kreatif, karena melihat kecendrungan dan beberapa fakta yang telah ada
selama ini, antara lain : 1) Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi semakin cepat. Kecepatan
Produksi Inovasi semakin tinggi. Siklus Inovasi semakin singkat; 2) Produksi Ekonomi Global
(global economy production) meningkat 6 kali lipat di 20 tahun terakhir; 3) Mobilitas Manusia
(human mobility) meningkat 5 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Indikasi ini
menunjukkan bahwa interaksi antar manusia makin intensif; 4) Munculnya Kekuatan Ekonomi
Global Baru: Cina dan India; 5) Kesenjangan Negara Kaya dan Negara Miskin semakin lebar.
Data dari World Bank (2010) menunjukkan bahwa 80% kemajuan ekonomi global hanya
dinikmati oleh 20% penduduk dunia.
Kabupaten Jepara pada dasarnya telah memiliki keunggulan untuk pengembangan
ekonomi kreatif, dengan bebarapa bukti sebagai berikut : 1) Kabupaten Jepara memiliki
keunikan dalam keaneka ragaman potensi keunggulan budaya dan kesenian lokal, salah satu
contohnya tokoh cerita kepahlawanan Raden Ajeng Kartini, Ratu Shima, dan Ratu Kalinyamat
yang dapat menjadi ikon khas dan unik dari Kabupaten Jepara; 2) Keberadaan pusat industri
yang sarat dengan rekayasa produk-produk kreatif dan inovatif, seperti mebel, monel, rotan, kain
troso, dan kerajinan tradisional; 3) Ketersediaan modal sosio-historis kehidupan masyarakat
Kabupaten Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara telah mencanangkan pembangunan ekonomi kreatif
berwawasan budaya. Pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu menciptakan daya
saing baru bagi masyarakat. Produk ekonomi kreatif lebih menonjolkan pada gagasan atau ide,
yang sulit ditiru seperti produk pabrikan sebagaimana biasanya, karena sangat sarat dengan
keunikan yang selain bercirikan artistik, unik, juga mengandung filosofi historis dan sosiologis.
Jika dikelola dengan baik kontribusinya pada produk domestik bruto daerah (PDRB) dan produk
domestik nasional (PDB) akan terus naik. Karenanya jika pengembangannya berhasil, maka daya
saing ekonomi masyarakat otomatis naik. Ekonomi kreatif tidak bisa dilihat dalam konteks
ekonomi saja, tetapi juga dari dimensi budaya. Ide-ide kreatif yang muncul adalah produk
budaya. Karenanya strategi kebudayaan sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif.
Masyarakat Kabupaten Jepara pada umumnya memiliki keunggulan toleransi keragaman
sosio-kultural, yaitu 1) Sikap terbuka dan keramahan masyarakat terhadap orang asing maupun
etnis lainnya; 2) Kesenian tradisi (warisan budaya) masyarakat dapat dilihat dalam kehidupan
sehari; dan 3) Terpeliharanya warisan budaya dan aset-aset wisata alam yang khas dan unik.
Ketiga keunggulan tersebut mampu menjadi meeting point dari berbagai etnis dunia yang tidak
sekadar ingin menikmati keindahan alam, namun juga ingin berkarya dan berkolaborasi dengan
warga etnis lainnya. Interaksi semacam ini merupakan faktor penting bagi perekonomian
masyarakat dan menjadikan masyarakat Kabupaten Jepara pada umumnya makin dikenal sebagai
tempat berkarya bagi banyak individu kreatif yang tidak hanya berkelas nasional, namun juga
berkelas dunia.
Tentu saja agenda yang diutarakan disini barulah sebuah insights untuk pembangunan
ekonomi kreatif di Kabupaten Jepara. Disamping itu, tentunya dibutuhkan peran aktif
Pemerintah Pusat, Propinsi, Pemkab Jepara, dan juga seluruh komponen lapisan masyarakat
Kabupaten Jepara secara terintegrasi dan terkoordinasi dalam membangun secara konsisten dan
berkesinambungan industri kreatif berbasis budaya yang akan menjadi cetak biru (blueprint)
pengembangan industri kreatif ini untuk perspektif 10, 20, bahkan 50 tahun mendatang.
Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahiim, saya buka Seminar: Pengembangan
Ekonomi Kreatif Kabupaten Jepara berbasis Potensi Budaya Lokal

Wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply