Teks Pidato Obes : Yang Terhormat Ibu Estuasih Selaku Dosen

Assalamualaikum Wr.Wb

Yang terhormat Ibu Estuasih selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia dan rekan-rekan yang saya sayangi.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan karunia, rahmat dan hidayah-NYA kepada kita sehingga kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat walafiat. Tak lupa sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Alloh Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang setia sampai akhir jaman. Karena petunjuk dan syafaat Beliaulah yang membawa kita keluar dari zaman jahiliyah atau kebodohan ke zaman yang selalu dirahmati oleh Alloh SWT.

Hadirin yang berbahagia,

Seiring perkembangan zaman masalah gizi pun ikut berkembang. Tak hanya gizi kurang yang menimbulkan masalah tetapi juga gizi lebih, salah satunya obesitas. Obesitas saat ini merupakan permasalahan yang muncul di seluruh dunia, bahkan WHO pada tahun 1998 telah mendeklarasikannya sebagai suatu epidemik global. Prevalensinya meningkat tidak saja di negara-negara maju tetapi juga di negara-negara berkembang. Obesitas adalah istilah yang sering digunakan untuk menyatakan kelebihan berat badan dalam artian lebih dari batas normal.

Obesitas bisa terjadi pada siapa saja mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Untuk prevalensinya cukup mengejutkan. Di Indonesia, prevalensi obesitas meningkat dengan bertambahnya umur. Pada umur 6-12 tahun ditemukan obesitas sekitar 4%, pada anak remaja 12-18 tahun ditemukan 8,8%. Hal ini menunjukan bahwa prevalensi obesitas paling tinggi terjadi pada remaja. Kasus obesitas pada remaja lebih banyak ditemukan pada wanita (10,2%) dibanding lelaki (3,1%), dan sebagian besar remaja obesitas berlanjut hingga dewasa.

Dari berbagai penyebab obesitas, yang paling banyak menyebabkan obesitas yaitu pola makan yang tidak sehat. Perkembangan teknologi dengan penggunaan kendaraan bermotor dan berbagai media elektronika memberi dampak berkurangnya aktifitas fisik yang akhirnya mengurangi pengeluaran energi juga menjadi salah satu faktor pendukung penyebab obesitas. Selain itu, mendunianya makanan cepat saji bergaya Barat merubah pola makan masyarakat. Serta gangguan emosional yang kerap terjadi pada remaja menyebabkan prevalensi obesitas remaja tinggi.

Seseorang yang obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena hipertensi dan diabetes tipe 2 serta penyakit jantung daripada orang normal. Kesulitan bergerak karena terlalu beratnya badan dapat menggangu aktivitas sehari-hari. Untuk mencegah komplikasi pada obesitas diperlukan pengobatan yang tepat. Misalnya, memotivasi penderita obesitas tentang perlunya penurunan berat badan, penggunaan diet rendah kalori yang seimbang, dan perbanyak aktivitas. Dalam proses penurunan berat badan perlu adanya dukungan keluarga untuk mengoptimalkan hasil yang diperoleh.

Hadirin yang berbahagia,

Masalah obesitas ini menjadi PR bersama bangsa Indonesia, terutama kita sebagai calon tenaga kesehatan berkewajiban untuk mengurangi prevalensi obesitas pada remaja. Dengan banyaknya resiko penyakit yang disebabkan oleh obesitas, maka marilah kita menjaga berat badan dengan mengatur pola makan yang sehat dan seimbang serta memperbanyak aktivitas dan berolahraga secara rutin, sehingga tercipta tubuh sehat ideal dambaan setiap remaja.

Kalimat terakhir yang dapat saya sampaikan Kuruskanlah badanmu sebelum penyakit menguruskanmu.

Sekian dari saya, akhirul kata wassalamualaikum Wr.Wb

Leave a Reply