Pidato Sifa : Kepada Yang Terhormat Para Dewan Juri

Assalamu alaikum Wr. Wb

Kepada yang terhormat para dewan juri

Kepada yang terhormat para ibu dan bapak dosen

Dan rekan-rekan sekalian yang saya banggakan

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayahNya kita semua dapat berkumpul disini untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional. Dan tak lupa pula sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Baiklah rekan-rekan sekalian, Pada kesempatan ini saya Syarifah Febria Hidayanti utusan dari program studi Bimbingan dan Konseling hendak menyampaikan gagasan saya mengenai peran guru dalam menciptakan pendidikan yang berkarakter.

Sebagaimana yang kita ketahui, karakter pendidikan di Negara kita saat ini sudah mulai kehilangan arah. Dimana paradigm mengenai pemahaman suatu pendidikan hanya berdasarkan pada proses pendidikan yang masih mengorientasikan kecerdasan kognitif pada nilai dan angka semata. Maka tidak heran apabila kita menemukan lulusan yang siap kerja tapi tidak siap berkarya dan siap dipekerjakan tapi tidak mau memperkerjakan.

Lembaga pendidikan hanya berhasil mencetak manusia yang hafal akan pelajaran, pintar menjawab soal dan itu dilakukan dengan kecurangan sehingga yang didapat hanya nilai-nilai akademik tanpa nilai moral dan etika.

Pendidikan karakter yang diharapkan sebagai jurus ampuh untuk menangani ketimpangan seperti ini akhirnya kesulitan untuk memainkan peran dan fungsinya. Dikarenakan guru yang hanya berperan sebagai tenaga pengajar tetapi tidak sebagai tenaga pendidik.

Dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa digugu dan ditiru atau menjadi idola bagi peserta didiknya. Guru bisa menjadi sumber inpirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Alangkah baiknya apabila pendidikan karakter ini diselipkan pada setiap pelajaran bagi para peserta didik. Jika jiwa sudah terisi dan terdidik, maka kemampuan otaknya pun akan meningkat dengan tajam. Hal ini dikarenakan jika seseorang sudah berkarakter atau berakhlak baik, maka akan timbul dalam dirinya suatu sikap untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kita sebagai calon guru diharapkan bisa memainkan peran sebagai tenaga pengajar, pendidik dan pembimbing untuk menciptakan pendidikan yang berkarakter. Sehingga lembaga pendidikan di Indonesia dapat memperbaiki diri dan akhirnya menghasilkan generasi yang memiliki karakter.

Baiklah, saya rasa hanya itu pidato dari saya. Terimakasih untuk perhaitannya. Mohon maaf untuk kesalahan yang saya perbuat.

Wassalam

Assalamu alaikum Wr. Wb

to the Honorable the jury, lecturers, and colleagues that I am proud of all

Praise to thanks to Allah SWT because of a his grace and guidance, all of us can gather here to celebrate the national education day. And don’t forget to sholawat and greetings we present to our prophet Muhammad SAW and his followers until the end of time.

Well all my friend, for this chance, i am Syarifah Febria Hidayanti from Guidance and Counseling study program will deliver my idea about "the role of the teacher in creating character education".

As we know, nowadays, character education in our country have started to lose direction. Where is the paradigm of understanding an education just based on the educational process are still oriented cognitive intelligence on the value and numbers. It’s no wonder when we find graduates that ready for work but not ready for works and ready for hired but doesnt want a hiring.

Educational institutions only managed to score for a man who would know the lesson, answer the question and it’s smart to do with cheating so obtained is only of academic values without moral and ethical values.

Character education is expected as a powerful technique to deal with inequalities such as this ultimately difficult to play a role and function. Because the teachers only acted as teachers but they aren’t act as educators.

In developing the character of learners in schools, teachers have a strategic position as a principal offender. The teacher is a figure that can be imitated or becomes a reflection and idol to all fo the students. The teacher can be a source of inspiration and motivation of the students. The attitude and behaviour of a teacher is made an impression within the students, so that speech, character and personality of teachers is becoming a mirror of the students. Thus the teacher has a great responsibility in producing the new generation’s character. It would be nice if character education is inserted in each lesson to learners. If the soul has been filled and the educated, the ability of the brain will increase sharply. This is because if a person has good moral character or, it will arise in him an attitude to always be better than ever.

We as future teachers are expected to play a role as a lecturer, educator and mentor to create the character of education. So that educational institutions in Indonesia to improve themselves and ultimately result in the generation that has character.

Alright, i think thats all about my speech. Thank you so much for your great attention. Just forgive me if i have some mistaken.

Wassalam.

Leave a Reply