Pidato Umum Pelatih PMR 001 Periode 2010 2011

PIDATO UMUM PELATIH

PERIODE 2010 -2011

DISAMPAIKAN PADA MUSYAWARAH BESAR

5 -6 Maret 2011

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang karena petunjuk dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul pada hari ini, di ruangan yang berbahagia ini, dalam rangka suatu fase penutup dari sebuah kepengurusan dari almamater yang kita cintai ini.

Shalawat dan salam marilah kita hadiahkan kepada baginda Rasulullah Saw, semoga kita adalah bagian dari umatnya yang mendapatkan shafaat dari beliau di yaumil hisab kelak.

Yang kami hormati serta kami muliakan, Pembina PMR 001, bapak Bakri S.pd, M.Si. Yang kami hormati dan kami muliakan kakanda-kakanda alumni, senioren PMR 001, serta yang kami sayangi dan kami banggakan para pengurus dan anggota PMR 001 sekalian.

Hadirin yang kami hormati,

Dalam menjalankan sebuah roda organisasi, tentu pencapaiannya yang paling monumental ialah ketika organisasi tersebut dapat terus berlanjut menjalankan estafet pendahulunya sehingga ia tetap eksis dan terus-menerus berkarya serta bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, kehadiran kita pada hari ini sangatlah tepat. Sebab, pada hari inilah kita kembali berhimpun dalam ruangan yang berbahagia ini untuk memastikan bahwa organisasi yang dahulu menjadi sarana pengembangan dan penggalian potensi diri bagi kita, dapat terus berjalan melalui sebuah suksesi kepemimpinan dan akan terus menjadi sarana pengembangan diri bagi puluhan, ratusan, bahkan ribuan generasi muda bangsa dan akan mencetak generasi unggul. Bahkan bukan mustahil dan berandai-andai sekiranya kami mengatakan, jika kelak di tangan anak-anak muda inilah, Indonesia dapat mengambil momentumnya, bukan hanya untuk menyejahterakan kehidupan dalam negeri, tetapi juga untuk memimpin dunia yang mulai terseok-seok.

Hadirin sekalian,

Musyawarah besar diadakan bukan hanya sebagai sebuah perhelatan yang bersifat keadministrasian semata. Presepsi yang mengira bahwa Mubes hanya sebagai sebuah proses formalistik telah mengantarkan pemahaman yang keliru, dimana pengurus dianggap hanya perlu membacakan laporannya serta cukup duduk diam saja sampai waktunya selesai. Pemahaman tersebut juga melihat beberapa hal yang menjadi tradisi organisasi PMR 001 lainnya hanya dari sisi ritualistik seremonial semata, tanpa memahami hakikat serta substansi yang terdapat di dalamnya. Hal tersebut dikhawatirkan kelak akan mengantarkan kita pada sebuah tren pemahaman organisasi yang kami sebut sebagai Jebakan Formalisme yang menganggap segala hal dalam sebuah organisasi merupakan ritual formalistik yang tidak bermakna apa-apa.

Hadirin sekalian,

Salah satu alasan pokok penyelenggaraan Mubes pada hakikatnya merupakan bagian dari fungsi evaluasi terhadap kinerja kepengurusan, baik itu yang bersifat prestasi maupun kegagalan yang terjadi selama masa kepengurusan berlangsung. Untuk melakukan penilaian evaluasi tersebut tentu kita membutuhkan instrumen yang dapat menentukan secara objektif mana hal-hal yang perlu dikoreksi dan mana hal-hal yang perlu diapresiasi.

Hadirin sekalian,

Sebagai pelatih yang selama ini menjadi ujung tombak atas diterapkannya seluruh rekomendasi kegiatan dalam rangka operasionalisasi sebuah organisasi, kami menyadari sepenuhnya bahwa hal yang paling pokok dalam penyelenggaraan sebuah organisasi ialah kemapanan sistem dan regulasi yang diterapkan di dalamnya. Sebuah organisasi tanpa mekanisme dan sistem yang jelas, akan menjadikan sebuah organisasi tak ubahnya seperti sebuah klub jalanan yang beraktivitas tanpa adanya aturan main. Untuk itu, hal yang paling pertama sekali menjadi konsern kami ialah menetapkan standar baku bagi penyelenggaraan organisasi berupa aturan-aturan organisasi, mekanisme rapat, sampai deskripsi kerja pengurus yang kami himpun dari kebiasaan-kebiasaan organisasi yang dilakukan pada masa lampau atau yang selama ini masih berlaku, tradisi-tradisi organisasi yang berasal dari para kakanda-kakanda sekalian, atau bahkan dari ilmu organisasi terapan kontemporer yang kami rasa cukup relevan bagi PMR 001.

Kemudian, hal yang menjadi perhatian kami lainnya ialah kelemahan kader organisasi dalam perencanaan sebuah kegiatan. Seperti diketahui, selama ini kegiatan PMR 001 banyak yang diselenggarakan secara spontan, bahkan terkesan tanpa sedikit pun perencanaan yang matang sehingga sebuah kegiatan berjalan seadanya saja tanpa adanya sebuah kesan yang mendalam. Padahal sebuah adagium terkenal mengajarkan kita faild to plain is plain to faild, kegagalan dalam perencanaan berarti merencanakan sebuah kegagalan. Untuk itu, kami berusaha untuk memperbaiki keadaan dengan memahamkan arti penting sebuah perencanaan kepada para kader., dimana planning atau perencanaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan fungsi manajemen lainnya yaitu organizing atau pengorganisasian, actuating atau pelaksanaan, serta controlling atau pengawasan.

Selanjutnya, dalam menjalankan program kerja organisasi, kami selaku pelatih senantiasa mengarahkan agar program-program yang dilakukan oleh pengurus PMR 001 memiliki dampak sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan kegiatan-kegiatan yang bersifat menjalin persahabatan, mempromosikan kemanusiaan, serta persaudaraan sebagai wujud manifestasi dari Janji Palang Merah Remaja 001, Tri bakti PMR, dan 7 prinsip kepalangmerahan. Meski tentu saja, dalam teknis pelaksanaan kegiatan, ketika konsep-konsep ini diterapkan banyak hal yang perlu dikoreksi dan dievaluasi. Bahkan, pernah suatu kali, ada sebuah program yang gagal terlaksana. Sehingga kemudian,kami berharap hal ini menjadi catatan penting bagi generasi penerus yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan PMR 001, agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam kepengurusan sebelumnya menjadi pelajaran berharga yang kelak dapat diantisipasi, sehingga membuat kita tidak jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Hadirin sekalian

Menyaksikan apa yang hari ini sedang terjadi di PMR 001, kami melihat sebuah potensi yang optimistis bahwa organisasi ini telah on the track pada sebuah rel panjang menuju sebuah organisasi yang mapan dengan kualitas serta kuantitas kader yang mumpuni serta kelak akan melahirkan program-program besar yang akan menjadikannya organisasi percontohan pada tingkat pelajar menengah atas di kota Medan. Keyakinan kami didasari oleh beberapa symptom yang setidak-tidaknya sampai saat ini masih bisa dipertahankan pada tingkat tertentu. Jika pada tahun-tahun berikutnya symptom-symptom ini dapat dipertahankan maka rel panjang menuju organisasi yang mapan telah semakin dekat untuk kita capai.

Untuk itu, sebagai prasyarat tercapainya harapan ini, selama setahun terakhir, kami telah bekerja keras melakukan berbagai upaya persiapan. Salah satunya, dan yang paling pokok ialah dengan mengubah pola kebijakan program yang selama ini lebih cenderung bersifat top to down menjadi down to top. Seperti yang kita ketahui, selama ini program kerja yang dilakukan oleh pengurus, proses pengusulan, pembahasan dan perampungan konsepnya hanya terjadi pada tataran pengurus pada rapat-rapat internal kepengurusan saja sehingga pada tahap pelaksanaan beban tersebut seolah – olah dilimpahkan kepada anggota kelas X dan kelas XI dalam bentuk instruksi komando yang bersifat mutlak.

Kami menilai hal tersebut sebagai sistem kebijakan yang kaku, sehingga berimplikasi menutup ruang bagi anggota organisasi untuk mengusulkan program-program kerja yang seharusnya bisa dijadikan bahan referensi bagi pengurus dalam menjalankan roda organisasi. Jika hal tersebut terus berjalan, maka ruang bagi inovasi, kreativitas, dan pembaruan menjadi semakin sukar untuk diterapkan. Mengingat konsep dan pola program-program yang dilakukan selama ini seperti sudah dilabeli sebuah pattern yang sudah tetap sehingga terkesan sangat monoton.

Untuk itu dibutuhkan sebuah sistem yang membuka ruang bagi anggota organisasi untuk ikut berpartisipasi dalam decision making process atau proses pengambilan kebijakan dengan menyertakan elemen anggota dalam sebuah musyawarah kerja yang diadakan 3 kali dalam setahun dalam interval waktu 4 bulan sekali agar ide-ide segar yang berasal dari anggota organsasi dapat ditampung dan menjadi bahan pertimbangan untuk menetapkan program kerja kepengurusan.

Efek psikologis yang dirasakan oleh anggota organisasi pun akan semakin positif dan berimplikasi langsung pada membaiknya kinerja anggota dalam pelaksanaan program, sebab ada kemungkinan program yang dijalankan ialah program yang mereka usulkan sendiri. Hal tersebut merupakan hukum alam manusia, dimana apa yang kita inginkan untuk diri kita sendiri lebih membuat kita bersemangat untuk mengerjakannya ketimbang menjalankan suatu hal yang dipaksakan oleh orang lain kepada kita.

Hadirin sekalian,

Terakhir, pada kesempatan ini izinkanlah kami untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh alumni, senioren PMR 001 yang selama ini selalu menyempatkan dirinya untuk hadir dan mendukung berjalannya berbagai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus PMR 001, utamanya ketika latihan rutin pada hari sabtu, kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan kami angkatan 26 yang selalu solid dan padu dalam mendukung kinerja kami selama melatih PMR 001, semoga kebersamaan dan kekompakan kita pada saat ini akan selalu terjaga selamanya.

Kemudian kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pembina PMR 001, pak Bakri yang selalu memberikan saran, masukan, dan kritik yang konstruktif bagi organisasi ini, serta senantiasa memperjuangkan kepentingan-kepentingan PMR 001 khususnya dalam menjembatani organisasi dengan pihak sekolah. Salah satu realisasi atas jerih payah beliau ini hadirin sekalian dapat kita saksikan secara fisik dalam wujud berdirinya ruang UKS kita yang baru. Hal ini patut kami apresiasi mengingat fungsi UKS sebagai bagian dari sarana dan prasarana sekolah, juga memiliki fungsi yang vital bagi PMR 001. Ke depan, kami menyarankan kepada penerus kami kelak agar lebih mengintensifkan komunikasi dan koordinasi di antara pelatih dengan pengurus, pelatih dengan para alumni, serta pelatih dengan Pembina, sehingga efektivitas pelaksanaan program-program kerja organisasi dapat semakin ditingkatkan.

Selanjutnya, Kepada para anggota kelas X dan kelas XI, selaku pelatih yang juga manusia biasa sudah barang tentu tidak akan terlepas dari kekhilafan dan kesalahan, baik itu dalam ucapan, tindakan maupun perbuatan kami. Untuk itu kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kami berharap segala apa yang telah kami tanamkan melalui bimbingan dan arahan kepada kalian dapat menghujam kuat ke dalam dasar hati dan pikiran kalian sehingga kelak dapat terus diterapkan khususnya dalam menjalani kehidupan berorganisasi di PMR 001.

Hal yang sama juga kami sampaikan kepada pengurus yang selama ini menjadi partner kerja kami. Kami memohon maaf apabila selama melatih kalian, kami memiliki kesalahan ataupun kekhilafan yang berasal dari tindakan maupun ucapan yang menyakiti ataupun menyusahkan kalian. Pada kesempatan yang mendekati akhir dari masa bakti kalian pada organisasi yang memberikan kepada kalian berbagai macam pengetahuan dan keterampilan yang insyAllah akan bermanfaat bagi kehidupan kalian ini, kami hanya dapat mengucapkan selamat! Selamat, karena gerbang menuju dunia yang sebenarnya sebentar lagi akan kalian lalui dan kami mendoakan semoga kelak kalian akan sukses, apapun dan dimanapun dunia yang kalian geluti.

Layaknya bait dalam sebuah lagu yang cukup terkenal; bergegaslah kawan, sambut masa depan, tetap berpegang tangan, saling berpelukan, berikan senyuman, salam perpisahan, kenanglah sahabat, kita untuk selamanya. Itulah, ungkapan hati kami yang terdalam yang hendak kami sampaikan untuk menunjukkan bahwa bagi kami, kalian semua bukan hanya sekedar adik-adik junior melainkan teman sekaligus sahabat yang terkadang saling mengisi satu sama lainnya. Terima kasih untuk semua hal yang telah kita lalui selama ini. its your time to make a history my friends!

Hadirin Sekalian,

Demikianlah kata sambutan dari kami selaku pelatih, kami berharap pelaksanaan musyawarah besar kali ini menjadi momentum bagi kita untuk berpikir dan bekerja lebih keras untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan dan masa-masa keemasan PMR 001 seperti yang pernah terjadi dahulu pada masa kakanda-kakanda sekalian. Kami yakin dan optimis, kelak suatu hari nanti insyaAllah kejayaan dan masa-masa keemasan akan kembali kita alami. Semoga Allah swt senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya bagi kita sekalian dan bagi organisasi ini.

Jayalah selalu Palang Merah Remaja 001 SMA Negeri 2 Medan.

Salam Kemanusiaan!!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

~ 5 ~

Incoming search terms:

  • contoh teks pidato tentang pmr
  • Melihat pidato singkat tentang ke palang merahan
  • ucapan terimakasih singkat atas kehadiran akumni yg telah menyempatkan waktunya dalam program kerja
loading...

Leave a Reply