Pidato Pappi Lapangan Print)

Assalamu Alaikum Wr.Wb

Yang Mulia Bapak Hakim Agung Mahkamah Agung RI,

Yang Mulia Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Selatan dan Barat

Yang Mulia Bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Selatan dan Barat

Yang Terhormat Bapak Wakil Bupati Kabupaten Gowa,

Yang kami hormati, Para Anggota Muspida, Ketua DPRD Kabupaten Gowa dan Ibu Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa

Bapak, Ibu, Para Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Selatan dan Barat yang kami hormati

Rekan-rekan Para Ketua Pengadilan Agama, Bapak/Ibu Para Panitera/Sekertaris Pengadilan Agama se-Sulawesi Selatan dan Barat.

Izinkanlah Kami dari Panitia Pembangunan Lapangan Tenis PTWP Daerah Pengadilan Tinggi Agama Sulselbar mengemukakan Laporan Pelaksanaan Pembangunan Lapangan Tenis.

Setelah Pengurus PTWP Daerah Pengadilan Tinggi Agama membentuk Panitia Pembangunan dengan Surat Keputusan bertanggal 4 Juni 2010, Nomor 07/PTWP Daerah/ VI/2010, maka Panitia yang hanya lima personil bekerja keras, memohon petunjuk, saran dan masukan dari berbagai pihak, khususnya dari Bapak Ketua dan Bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama, berusaha mencari cara tercepat dan terbaik untuk mewujudkan Lapangan Tenis PTWP Daerah PTA. Sulselbar.

Bapak, Ibu, Saudara-saudara yang kami hormati.

Pengadaan Lapangan Tenis PTWP Daerah PTA Sulselbar, kami katakan harus tercepat dan terbaik oleh karena telah menjadi hal yang sangat emergency dan tidak ada tawar menawar lagi, telah menyentuh harkat, martabat dan harga diri warga Pengadilan Agama Sulawesi Selatan dan Barat.

Sepanjang masa dan telah berpuluh-puluh tahun yang lalu sampai dibangunnya lapangan tenis yang kita telah saksikan, PTWP Daerah PTA Sulselbar tidak pernah terbuka fikiran untuk memliki lapangan tennis sendiri, hanya menumpang-numpang dan hanya pinjam-pinjam lapangan, atlit PTWP, berpindah-pindah bermain dari satu lapangan kepada lapangan lain, dari lapangan Pengadilan Negeri Makassar ke lapangan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Pengalaman pahit tidak hanya sekali dua kali dialami, misalnya paara pemain telah bersepakat akan bermain di suatu lapangan, namun tiba-tiba pemilik lapangan menggunakan pula lapangannya, tidak jadilah bermain, pulang dengan penuh kekecewaan, Pengalaman pahit itu belum juga mendorong semangat untuk membangun dan mewujudkan lapangan sendiri.

Bapak, Ibu, Saudara-saudara hadirin yang kami hormati,

Hal yang memprihatinkan tersebut dari satu sisi, dan pada sisi lain hal yang menggembirakan yaitu para atlit tidak terpengaruh dengan tidak adanya lapangan sendiri, mereka semakin bersungguh-sungguh memperlihatkan permainan yang baik terlihat pada acara Eksebisi Perebutan Peringkat di Pinrang beberapa bulan yang lalu.

Melihat dan memperhatikan kenyataan ini, maka keinginan untuk membangun lapangan telah muncul dalam benak dan fikiran dan tidak terbendung lagi, maka di bawah komando Bapak Wakil Ketua PTA Sulselbar, kekuatan dihimpun dan semangat dipacu, beliau memimpin barisan untuk bersatu padu segera dan secepat mungkin mewujudkan lapangan tenis.

Perjalanan singkat selanjutnya, Bapak Ketua PTA Sulselbar mendengar informasi tentang perlu dan pentingnya pengadaan lapangan tenis, beliau mengambil alih komando memerintahkan dan memberi semangat, sehingga dari kebijakan beliau, maka terjadilah kesepakatan 4 Juni 2010 di Pengadilan Tinggi Agama, yaitu empat puluh personil, Para Ketua, Para Hakim Tinggi dan Pemerhati Tenis, bersepakan akhirnya terkumpul uang sebesar Rp 106.000.000,00

Bapak, Ibu, Saudara-saudara yang kami hormati.

Perjalanan singkat selanjutnya ternyata Bapak Ketua Muda Mahkamah Agung RI, Urusan Lingkungan Peradilan Agama mendengar informasi tentang adanya gerakan cepat membangun lapangan tenis, dengan semangat yang dimiliki, beliau mengeluarkan titah kepada seluruh warga Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama Sulselbar, kiranya missi membangun lapangan harus didukung dan disukseskan.

Memang sosok beliau bagi warga pengadilan pada umumnya dan warga pengadilan agama pada khususnya didudukkan sebagai The Big Father, The Man Best of The Best, tidak ada yang mampu menghalangi bila ada niat dan keinginan yang akan diwujudkan dan selalu berfikir untuk mengangkat derajat dan martabat pengadilan, sehingga dengan titah beliau tersebut terjadilah Pertemuan dan Kesepakatan Tana Toraja, diperoleh lagi dana yang lebih besar Rp. 140.000.000. ( seratus empat puluh juta rupiah) dan biaya pembangunan lapangan tenis sebesar Rp 225.510.000,00 sudah hampir lunas.

Dengan keterlibatan tiga petinggi pengadilan agama tersebut yang semuanya berkomitmen membangun lapangan tennis, mess dan mushallah, maka bagi panitia pembangunan semakin percaya diri dan tidak ragu akan kekurangan dana. Selain tiga petinggi pengadilan yang telah disebutkan, panitia menaruh harapan pula akan nasehat dan petunjuk dari Bapak Bupati Kabupaten Gowa untuk kelancaran dan kesuksesan pembangunan

Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian yang saya hormati

Kini lapangan tenis tela selesai dikerjakan dalam tempo tidak cukup 40 hari, telah dapat dimanfaatkan dengan kualitas terbaik di Kabupaten Gowa, tidak ada lagi alasan bagi para atlit untuk tidak berprestasi, tingkatkan prestasimu, tunjukkan permainanmu sekarang juga.

Selain lapangan tennis, juga akan dibangun Mess dan Mushollah sebagai fasilitas pendukung untuk lebih memacu warga pengadilan agama lebih berprestasi baik dalam bidang olah raga maupun dalam bidang keterampilan teknis peradilan.

Pembangunan mess dan mushallah tersebut sebentar lagi akan diletakkan batu pertaman pembangunannya oleh Bapak Hakim Agung Mahkamah Agung RI. Pembangunan mess dan mushallah, sumber dananya juga berasal dari kebulatan tekad warga pengadilan agama. Ini adalah suatu bukti semangat kebersamaan warga Pengadilan Agama Sulawesi Selatan dan Barat.

Dengan bantuan dan partisipasi Bapak,Ibu,Saudara-saudara, melalui tempat ini mewakili Pengurus Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP) daerah PTA Sulselbar mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Terkhusus ucapan terima kasih dan apresiasi kepada komponen Pengadilan Agama Sungguminasa atas partisipasinya menerima dan menyambut baik pembangunan lapangan tenis, pembangunan mess dan mushallah pada area Pengadilan Agama Sungguminasa.

Demikian pula terlebih dahulu penyampaian dan permohonan izin kepada Bapak Bupati Kabupaten Gowa, bahwa dengan selesainya pembangunan lapangan tenis PTWP Daerah PTA Sulselbar, lebih-lebih lagi apabila pembangunan Mess dan Mushollah telah selesai, maka Kota Sungguminasa akan semakin ramai dan semakin sering dikunjungi oleh tamu-tamu dari luar daerah, khususnya tamu dari Mahkamah Agung RI untuk menginap dan bermain tenis, apabila bapak Bupati berkenan dapat pula bermain bersama.

Bapak, Ibu, Saudara-saudara yang kami hormati

Perlu pula kami sampaikan dalam laporan ini bahwa pada waktu yang bersamaan, warga Pengadilan Agama Bulukumba di bawah Komando langsung Panitera/Sekretaris Hasanuddin, SH, MH, bekerja keras tidak mau ketinggalan segera membangun lapangan tenis. Obsesi dan cita-cita, kini telah menjadi kenyataan, lapangan tenis Pengadilan Agama Bulukumba sebagai Pengadilan Agama pertama di Sulawesi Selatan dan Barat yang memiliki lapangan tenis telah selesai, dimohon pula kesediaan Bapak Hakim Agung Mahkamah Agung RI berkenan meresmikan penggunaan Lapangan Tenis PTWP Pengadilan Agama Bulukumba, atas kesediaan dan perkenan Bapak, mewakili waraga Pengadilan Agama Bulukumba mengucapkan banyak terima kasih .

Akhirul kalam, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan

Wassalamu alaikum wr wb

loading...

Leave a Reply