Pidato : Yang Terhormat Ibu Risma Sinaga Selaku Guru Bahasa

Assalamualaikum Wr. Wb

Yang terhormat Ibu Risma Sinaga selaku Guru bahasa Indonesia dan teman-teman X-5 yang hadir dan saya sayangi.

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Mengasihi karena dengan berkahNya kita dapat hadir di sini. Hari ini saya akan membahas tentang perkembangan industri kreatif di Indonesia.

Di era globalisasi seperti saat ini, industri kreatif sangatlah berpengaruh kepada perkembangan perekonomian negara. Industri  kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan, mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Dengan kata lain, industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual.

Di negara-negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat, industri kreatif digenjot habis untuk menggerakkan perekonomian negara. Di Inggris, sumbangan industri kreatif terhadap pendapatan nasional negeri itu mencapai 8,2 persen. Jumlah itu melebihi pendapatan Inggris dari sektor industri manufaktur dan minyak. Negara-negara berkembang, seperti Kolombia, Malaysia, dan India pun akan menggenjot industri kreatif. Sebab, selain memberi sumbangan yang cukup besar pada pendapatan negara, jutaa tenaga kerja juga mampu terserap melalui industri ini. Selain itu faktor lebih dari industri kreatif adalah industri ini memiliki sumber yang selalu terbarukan karena berfokus pada penciptaan daya kreasi.

Pemerintah kita sendiri telah meindentifikasi lingkup industri kreatif mencakup 14 subsektor, antara lain, arsitektur, periklanan, barang seni (lukisan, patung), kerajinan, disain, mode, musik, permainan interaktif, seni pertunjukan, penerbitan-percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, radio dan televisi, riset dan pengembangan, serta film-video-fotografi. Tiga subsektor yang memberikan kontribusi paling besar nasional adalah mode (30%), kerajinan (23%) dan periklanan (18%). Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan perkembangan industri kreatifnya, karena negara kita ini memiliki banyak kebudayaan. Namun, terdapat beberapa hambatan mengenai pengembangan dari industri kreatif, antara lain; industri kreatif relatif baru dan belum diakui sebagai penggerak roda pembangunan. Belum tersedia kebijakan yang mendukung iklim kreatif: perijinan, investasi, dan perlindungan hak cipta. Pengembangan sumberdaya manusia di perguruan tinggi belum mampu menyediakan SDM yang memperdayakan  industri kreatif.

Lembaga keuangan mempunyai peranan besar dalam mengembangkan industri  kreatif. Modal menjadi salah satu hambatan utama industri kreatif karena rendahnya  akses pada lembaga keuangan. Selain itu pemerintah perlu memberikan fasilitas keringanan pajak, kemudahan dalam perijinan dan kawasan khusus diberikan bagi industri kreatif agar dapat membuka lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, meningkatnya nilai ekspor dan pengentasan kemiskinan.

Untuk itu ada baiknya apabila Indonesia mulai melirik potensi industri kreatif, karena tidak selamanya kita bisa bergantung dengan industri minyak dan gas yang pada kenyataannya dikuasi oleh negara-negara adikuasa saja. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Leave a Reply