Naskah Pidato Pak Rektor

Bissmilahirrohmaanirrohiim,

Asslamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji dan syukur ke Hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul bersama menyelenggarakan upacara wisuda tahun 2001 sekarang ini. Shalawat beserta salam, semoga senantiasa terlimpah pada junjungan kita semua Nabi Muhammad SAW, para keluarganya, para sahabatnya, dan kaum muslimin-muslimat pengikut ajarannya sampai akhir jaman.

Hadirin yang kami mulyakan,

Pada saat yang berbahagia ini, insya Allah kami akan mewisuda para lulusan kami pada jenjang diploma, sarjana, dan pasca sarjana universitas, AKPAR, ASM, AMIK Bandung, dan AMIK Tasik Malaya, yang seluruhnya berjumlah 407 Orang. Dalam hubungan ini, kami sampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan keluarganya, semoga ilmu yang telah diperoleh bermanfaat bagi pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Kami juga terus mendoakan, agar para alumni maju dan sejahtera. Mampu membuktikan kepada publik bahwa lulusan BSI dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki daya saing, nilai tambah, kreatif, dan mandiri.

Selama mengikuti proses pendidikan di BSI, para lulusan dibekali dengan berbagai ilmu, keterampilan, dan pengalaman, dengan harapan tatkala terjun kedalam kehidupan nyata memiliki kesiapan untuk menjadi pelopor pelopor pemecah masalah, bukan pembuat masalah. Karena sulit mencari kerja, kemudian masuk ke dalam wadah penganggur dan akhirnya menjadi beban masyarakat.

Untuk dimaklumi, kini orientasi perguruan tinggi bukan hanya berperan sebagai educational university, research university, atau entrepreneurial university, melainkan harus menjadi problem solver university. Artinya, setiap lulusannya diharapkan memiliki kemampuan menjadi tokoh tokoh dan pemimpin pemimpin yang handal di masyarakat dalam mencari solusi yang efektif, efisien dan produktif atas problematika kehidupan. Dengan demikian kita mampu memberikan kontribusi pada perwujudan bangsa yang berperadaban tinggi di bawah naungan Negara Kesultanan Republik Indonesia.

Sebagai alumni, diharapkan para lulusan menyatukan diri dalam organisasi ikatan alumni (IKA). Selain untuk kepentingan alumni sendiri, IKA diharapkan terus menerus memberikan saran dan masukan kepada kami, agar proses pendidikan mampu secara sinergis dan berkelanjutan mengikuti kemajuan, perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Disamping itu, IKA dapat menjadi corong institusi dalam menyebar luaskan informasi dan publikasi. Paling tidak, kalau orang bertanya dimana tempat studi yang prospektif, jawabnya Kuliah BSI aja!,

Hadirin yang kami hormati,

Secara internal, kami terus berupaya agar lembaga pendidikan yang kami kelola memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bermanfaat dan membanggakan. Hal ini bukan saja melalui pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, akan tetapi juga peningkatan kualitas SDM dosen dan tenaga akademik lainnya, serta pembangunan jaringan kerjasama agar para lulusan kami memiliki ruang dan kesempatan yang luas untuk berkiprah dan berbakti. Alhamdulillah, upaya kami telah menunjukan hasil yang menggembirakan. Walaupun persaingan semakin kuat, namun mahasiswa baru kami naik 30% dari tahun sebelumnya.

Hadirin yang berbahagia,

Dalam suasana kehidupan yang belum terlalu baik, langkah introspeksi diri lembaga pendidikan tinggi harus terus dilakukan. Hal ini pada hakekatnya untuk mencari bentuk yang tepat dan aplikatif menuju Negara yang adil, makmur, dan sejahtera. Pengalaman masa lampau adalah guru yang paling baik. Dan dengan pengalaman itu, kita sadar bahwa bangsa ini menghadapi banyak kendala. Mungkin kekeliruannya kita terlau berorientasi keluar, terhipnotis oleh gelombang globlalisasi dari yang berasal dari barat. Akhirnya, kita lupa akan jatidiri kita sendiri. Oleh karena itu, sebelum kita terlalu jauh terperosok, marilah kita dudukan kembali pendidikan ini di atas kita sendiri, atau pendidikan berbasis budaya sebagai ikhtiar memecahkan berbagai persoalan ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hankam. Hal ini tidak berarti kita menutup diri, namun fondasi kultural adalah ikatan abadi yang tidak boleh dilepaskan.

Hakikat dasar pendidikan adalah memanusiakan manusia. Karenanya, tidak cukup dengan menguasai science and high-tech melalui pemberdayaan mindset, namun yang lebih penting adalah melakukan the heart-set. Setting ulang terhadap hati dan perasaan kita, agar pendidikan ini diwarnai dengan keikhlasan, kejujuran dan kerja keras, yang selama ini diwariskan oleh leluhur dan para pendiri Negara ini. Seperti halnya amanat Raja Sunda, Prabu Rajawastu (1375) yang tertoreh dalam Prasasti Kawali pakena gawe, rahayu pakeunheubel jaya dina buana (bekerja keras lah dengan jujur dan bijaksana, agar kita semua Berjaya dalam mengelola dunia ini).

Hadirin yang mulia,

Atas dasar kebutuhan pendidikan masa depan, BSI berusaha mewujudkannya melalui pendekatan spitual, intelektual, fisik dan disiplin, sarana dan prasarana, serta gotong royong. Tujuannya, agar terlahir manusia-manusia Indonesia yang bertanggung jawab atas dirinya, keluarganya bangsanya, dan negaranya. Walaupun demikian, tuntutan global harus tetap dipenuhi, seperti penguasaan bahasa asing, teknologi informasi, dan manajemen. Namun, pemupukan dan penumbuhan rasa bangga dan cinta tanah air tetap menjadi prioritas. Jangan sampai terjadi, generasi penerus kita melecehkan tnah kelahirannya atau bahkan melupakannya. Marilah kita kumandangkan we are Indonesians, anywhere and anytime. Dengan begitu, harga diri dan kehormatan bangsa akan terangkat dan disegani orang lain. Sejatinya, upaya memelihara harga diri dan kehormatan bukan semata-mata melalui pendekatan alutsista yang temporal, akan tetapi pendekatan cultural diyakini akan lebih monumental.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, kami atas nama civitas akademika Universitas BSI dan Perguruan Tinggi BSI lainnya, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, apabila selama ini kami belum mampu menyajikan segala sesuatu sesuai harapan masyarakat. Kami akan terus berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu meridhoi usaha kita semua.

Terimakasih kami sampaikan khususnya kepada jajaran pengurus Yayasan BSI dan YGHG, Ketua Dewan Penyantun, Kopertis Wilayah IV, APTISI Wialayh II, dan tokoh-tokoh masyarakat maupun pemerintah yang senantiasa memberikan bimbingan dan dorongan untuk kemajuan kami. Kami yakin, Tuhan tidak pernah tidur, dan akan senantiasa memberikan imbalan yang berlipat ganda kepada siapapun yang berbuat kebajikan. Demikian pula kepada para orang tua mahasiswa dan alumni, kami haturkan penghormatan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan menitipkan putra-putrinya mengikuti pendidikan pada lembaga kami.

Billahitaufiq walhidayah,

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandung, 7 Desember 2011

Rektor,

Prof . Dr. H. M. Ahman Sya

NIP. 195806121983031004

Leave a Reply