PIDATO1 : Pidato Bahasa Indonesia

Pidato Bahasa Indonesia

Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat, Ibu Purwaningsih selaku guru Bahasa Indonesia. Serta teman-teman kelas 9H yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayatnya kita bisa berkumpul pada pagi hari ini. Tak lupa kita aturkan salawat serta salam kepada Junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari kegelapan menuju keterang-benderang.

Pada kesempatan yang baik ini, saya berdiri disini untuk memberikan pidato yang bertemakan pendapat bagi tayangan televisi.

Ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman yang saya cintai..

Ada sebuah benda di rumah kita, meskipun benda mati pengaruhnya bagi kehidupan sangatlah besar. Ada pengaruh positif, juga negatif tergantung diri kita masing-masing. Apakah itu? Ya, itu adalah Televisi. Sesuai tema pidato yang akan saya berikan.

Di abad 21 ini, siapa sih yang tidak memiliki televisi di rumah? Pasti semua sudah memiliki dan sudah akrab dengan si televisi setiap hari. Bila kita lihat secara umum, televisi tampak sangat berguna dan bermakna karena televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Namun banyak juga tayangan yang secara sadar atau tidak sadar berpengaruh negatif kepada kita. Seperti berita-berita yang menyajikan kekerasan, tawuran, pembunuhan, narkoba dan kriminalitas lainnya. Untuk orang yang tidak tahu, kejahatan tersebut akan ditiru karena sudah biasa terjadi.

Yang lainnya, seperti tayangan mistis. Ini tentu sangat berbahaya kepada akidah kita. Bila pemahaman kita kurang maka bisa jadi kita mempercayai perdukunan. Ini merupakan syirik, menyekutukan Allah, merupakan soda yang tidak terampuni. Tayangan-tayangan tersebut haruslah kita hindari. Pilihlah tontonan yang bermanfaat. Banyak pilihan yang bisa kita nikmati. Seperti tayangan ceramah agama, kisah sukses, kuis, cara memasak atau tayangan yang menampilkan budaya atau suku-suku di indonesia dan masih banyak lagi. Manfaat lain televisi yaitu mengurangi rasa penat bagi pelajar setelah berjam-jam belajar ataupun mengerjakan PR.

Namun, jika kita keasyikan menonton televisi, secara tidak sadar kita akan menjadi malas. Serta terkadang menjadi lupa waktu. Misalnya, saat adzan berkumandang banyak orang yang tetap melanjutkan melihat televisi karena tidak ingin ketinggalan tayangan.

Ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman yang saya cintai..

Marilah kita lebih selektif dalam memilih tayangan televisi. Tontonlah yang sekiranya dapat memberi kesan baik dan abaikanlah tontonan yang sekiranya memberi kesan buruk dan untuk menghindari lupa waktu, sebaiknya kita membuat jadwal dan pintar-pintarlah membagi waktu antara menonton televisi dan belajar. Jika kita menonton televisi terus kita akan menjadi malas dan jika kita belajar terus kita akan menjadi stres. Maka, jadikanlah tv itu selingan atau penghilang stres.

Demikianlah pendapat saya bagi tayangan televisi, pengaruh positif maupun negatifnya dalam kehidupan. Bersama kita berharap agar dapat menggunakan televisi dengan bijak.

Atas perhatian teman-teman, saya mengucapkan terimakasih. Mohon maaf bila ada salah-salah kata sebagaimana saya masih dalam proses belajar.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nama: Aida Fajriyatin Formaningrum

KKelas Kelas : IX-H /01

Nama: Aida Fajriyatin Formaningrum

KKelas Kelas : IX-H /01

Nama: Aida Fajriyatin Formaningrum

Kelas : IX-H /01

Leave a Reply