Assalamualikum Wr Pidato : Pertama-tama Marilah Kita

Assalamualikum Wr. Wb

Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur alhamdulilllah kepada Allah SWT, yang mana atas rahmad serta hidayah-nya, kita masih diberi kesempatan untuk dapat berkumpul dalam acara hari ini dalam sehat wal-afiat. Kedua kalinya, sholawat serta salam tak lupa kita panjatkan sanjungan kepada Nabi Besar Muhammad SAW , karena atas petunjuk beliau kita dapat terbebaskan dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yakni Addinul Islam. Dan ketiga kalinya, disini saya akan menyampaikan sedikit aja yang berkaitan dengan peringatan hari ibu yaitu pada tanggal 22 Desember

Hadirin sekalian, seperti yang telah kita ketahui, bahwa didorong ingin lepas dari cengkraman penjajahan, lahirlah organisasi-organisasi perempuan. Namun masih belum memiliki komando dan mempunyai langkah yang sama , sehingga untuk memotifasi kearah persatuan dan kesatuan langkah yang bulat, pada tanggal 22 sampai 25 Desember 1928 diadakan kongres kaum wanita indonesia di Yogyakarta.

Hadirin sekalian, sepanjang sejarah, baik masa pergerakan, masa kemerdekaan dan masa pembangunan seperti sekarang ini, peranan kaum ibu sangatlah penting . bahkan secara realita , dunia ini akan sunyi sepi, dan tidak ada artinya kehidupan ini tanpa kehadiran seorang ibu. Baik peranyan dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam bernegara.

Untuk melihat pentingnya kaum wanita, dapat kita lihat rumusan dalam PANCA DARMA WANITA yaitu :

wanita sebagai istri dan pendamping suami

wanita sebagai ibu dan pendidik

wanita sebagai penerus generasi

wanita sebagai pemelihara rumah tangga

wanita sebagai warga negara

hadirin sekalian, mengingat tentang pentingnya peranan wanita, saya ingat sebuahhadist yang artinya :

wanita adalah tiang negara. Bila mereka baik, maka negara pun menjadi baik. Sebaliknya, bila mereka jelek, jeleklah negara.

Demikian, pidato singkat dari saya, atas segala kekuranganya , saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhirukallam

Wassalamualaikum Wr. Wb

Assalamualikum Wr. Wb

First of all let us pray toward alhamdulilllah gratitude to Allah SWT, which is above Rahmat and his guidance, we are given the opportunity to be able to gather at the event today in wal-afiat healthy. The second time, sholawat and do not forget to greet us pray toward flattery to the Prophet Muhammad SAW, because of his guidance we can be liberated from the time of darkness into a bright era Addinul namely Islam. And the third time, here I will present little problem, which related to the commemoration day of the mother is on 22 December

Ladies and gentlemen, as we have seen, that is encouraged to escape the clutches of colonialism, women’s organizations was born. But still do not have command and has the same steps, so as to motivate step towards unity and integrity of the round, on December 22 to December 25, 1928 Indonesian women’s congress held in Yogyakarta.

Ladies and gentlemen, throughout history, both during the movement, the independence and the development period, as now, the role of the mother is very important. even in reality, this world would be desolate, and this life means nothing without the presence of a mother. Both peranyan in domestic life and in the state.

To see the importance of women, we can see the formula in "PANCA DARMA FEMALE" namely:

1. woman as husband and wife and companion

2. women as mothers and educators

3. women as the successor generation

4. women as the household maintainer

5. women as citizens

Ladies and gentlemen, considering the importance of the role of women, I remember sebuahhadist which means:

"Woman is the pillar of the state. If they are good, then the state becomes good. Conversely, if they are ugly, jeleklah country ".

Similarly, a short speech from me, above all kekuranganya, I apologize as much as possible.

Akhirukallam
Wassalamualaikum Wr. Wb

Leave a Reply