Teks Pidato : Negara Ini, Negara Republik Indonesia

Negara ini, Negara Republik Indonesia

Bukan milik suatu golongan

Bukan milik suatu agama

Bukan milik suatu etnis atau golongan dengan banyak adat istiadat

Tapi Negara ini milik kita! Dari Sabang sampai Merauke

Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum Wr.Wb

Dewan juri beserta hadirin, para makhluk bumi yang insyaallah dicintai oleh sang khalik.

Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Semoga rahmat dan salam dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan seluruhnya.

Tak lupa, terimakasih saya ucapkan kepada hadirin sekalian yang telah mempersilahkan saya untuk berpidato dengan judul Dihantam Serangan Fajar? Lawan Dengan Serangan Malam!

Suatu hari, seorang ibu membawa sekantung beras dan lauk dengan sumbringah. Anaknya girang namun juga kebingungan darimana ibunya mendapatkan itu semua. Si anak lalu bertanya Bu, ibu dapat itu semua darimana? Akhirnya si ibu menjawab Nak, tadi ada serangan fajar

Apa itu Serangan Fajar?

Serangan Fajar merupakan istilah yang dulu dikenal saat perebutan kemerdekaan atau saat terjadi Pemberontakan G 30 S PKI. Tetapi istilah itu sekarang digunakan saat musim pemilu tiba. Serangan Fajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh  tim pendukung salah satu pasangan kandidat yang ikut pemilu dengan membagi-bagikan uang kepada masyarakat yang mempunyai hak pilih.

Para kandidat politik yang melakukan kampanye tentu memiliki taktik dan strategi yang akan mereka jalankan, termasuk cara kampanye yang tidak sehat salah satunya yaitu serangan fajar. Sama halnya dengan mereka, kita sebagai pemilih dalam politik juga diwajibkan memiliki strategi pintar dalam melawan serangan fajar yaitu melakukan serangan malam.

Apa itu serangan malam?

Mungkin istilah ini terdengar asing, tapi saya akan mencoba untuk menjelaskannya. Sebelum fajar terbit, bulan sudah terlihat mendahuluinya. Sebelum siang pasti ada malam. Sebelum kita menjadi korban praktek kampanye kotor, maka kita harus melakukan antisipasi berupa pencegahan bagaimana agar kita tidak tergoda oleh serangan fajar tersebut. Jadi lebih tepatnya, serangan malam adalah cara kita mencegah kecurangan politik itu terjadi pada kita.

Sebenarnya cara ampuh menghindari praktek kecurangan politik hanya ada satu. BERANI BERKATA TIDAK! Iklan saja kini beramai – ramai menggunakan kata tidak untuk slogannya, lalu mengapa kita tidak bisa membuat slogan yang akan menjadi benteng pertahanan kita untuk katakan TIDAK PADA SOGOKAN!. Namun tidak dipungkiri banyak factor yang menyebabkan kita tak kuasa untuk menolak hal tercela tersebut, keimanan misalnya. Jika kita tidak merasa mampu menolak dengan tegas maka catat dan laporkan kecurangan tersebut. Tapi apakah masyarakat sanggup melakukan hal itu? Saya yakin tidak. Lantas apa yang bisa kita lakukan khususnya sebagai pelajar? Bisakah kita melakukan serangan malam?

Bisa! Bagaimana caranya? Caranya yaitu perteguh keyakinan dan pertajam intelektualitas.

Dewan juri beserta hadirin, para makhluk bumi yang insyaallah dicintai oleh sang khalik.

Saat kita hendak memilih kandidat, tentu kita harus menelusuri seluk beluk kandidat tersebut lalu setelah kita mantap dengan pilihan kita, maka perteguh lah keyakinan kita.

Jangan sampai terjadi hal seperti pada awalnya kita memilih kandidat A lalu tiba tiba kandidat B memberikan kita sejumlah uang dengan mengatasnamakan sosialisasi akhirnya kita beralih pilihan tanpa menelusuri fakta serta visi misi kandidat B itu sendiri.

Jika kita sejak awal sudah yakin lalu kita melihat mayoritas teman kita memilih kandidat yang berbeda. Maka janganlah kita mengikuti mereka dan memaksa mereka untuk mengikuti kita. Ibarat kata, jika kita menyukai suatu barang maka jangan banyak bicara dan jika kita tidak menyukainya lebih baik diam. Disini sikap tegas sangat kita perlukan apalagi kita masih dalam tahap remaja menuju dewasa. Masa peralihan dengan pemikiran yang belum matang.

Dan yang kedua adalah Pertajam Intelektual kita. Disadari atau tidak, sasaran dari serangan fajar itu sendiri adalah kalangan orang miskin. Miskin disini bukan hanya dalam harti denotatif saja namun miskin disini berarti miskin intelektualitas. Bisa saja seseorang dinyatakan mampu secara materi tapi ia tidak mampu untuk memilah mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, mana yang melanggar dan mana yang sesuai aturan. Apakah kita diperbolehkan untuk menerima sogokan atau kita diharamkan menerimanya. Mereka si pelaku serangan fajar adalah orang yang berpendidikan dan mereka tidak akan pernah berani melancarkan aksinya terhadap orang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi juga. Mengapa? Karena mencurangi orang cerdas sama halnya dengan menggali kuburan sendiri. Maka dari itu, jadilah orang cerdas jika tidak mau dibodohi orang pintar.

Dewan juri beserta hadirin, para makhluk bumi yang insyaallah dicintai oleh sang khalik.

Mari kita sama sama perteguh keyakinan dan intelektualitas kita, juga tak lupa untuk bersikap netral dan kritis menghadapi berbagai praktik kecurangan dalam politik. Semakin kita bersikap netral, maka kita akan semakin berpikir kritis. Memandang calon pemimpin bangsa dari sisi positif juga negatifnya. Walaupun kita sebagai siswa belum memiliki wewenang apapun untuk menghentikan praktik tersebut. Tapi mulailah untuk bersikap tegas terhadap diri sendiri. Karena cara terbaik untuk memprediksi bagaimana masa depan bangsa adalah dengan cara membuatnya dari sekarang. Dan kita para generasi muda lah yang bertugas.

Cukup sekian yang dapat saya sampaikan, sebuah pepatah dari John F. Kennedy mungkin bisa menjadi penutup perjumpaan kita kali ini.

Jangan bertanya apa yang bisa Negara lakukan untukmu, tapi tanyakanlah apa yang bisa kamu lakukan untuk Negara. Wassalamualaikum Wr. Wb

BIODATA

Nama: Silvia Oktaviani

Asal Sekolah: SMAN 1 BALEENDAH

Alamat: Jl. Jelekong Rt 02/01 no 110

Telp: 08986113550/91905378

Email: soktavi@gmail.com

Naskah Pidato

Oleh :

Silvia Oktaviani

SMAN 1 BALEENDAH

SMAN 1 BALEENDAH

Jl. R.A.A Wiranata Kusumah No. 30

Kabupaten Bandung

2013

Leave a Reply