TEKS PIDATO : Yang Terhormat Bapak / Ibu Guru

Yang terhormat Bapak / Ibu Guru
Yang saya banggakan teman teman semua
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua
Pertama tama marilah kita panjatkan segala puji syukur kita kehadirat Tuhan YME karena dengan rahmat-Nya kita masih dapat dipertemukan di ruangan ini dalam keadaah sehat tanpa suatu kekurangan apapun.

Dalam kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato yang  bertema  selamatkan bumi dengan hemat energi. Di era modernisasi ini kita hidup dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan kegiatan kita sehari hari. Tapi dibalik semua itu ada harga yang harus kita bayar. Dan harga dari kehidupan modern adalah kerusakan lingkungan.

Akhir-akhir ini isu global warming semakin sering terdengar hal ini disebabkan semakin buruknya kondisi lingkungan kita akibat berbagi kegiatan manusia. Bencana alam terjadi dimana mana bahkan sekolah kita telah menjadi langganan banjir yang sangat mengganggu KBM. Pembalakan liar, polusi dan pemborosan energi membawa banyak dampak negatif bagi lingkungan. Kerusakan demi kerusakan tersebut menyebabkan terjadinya pemanasan global. Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara signifikan, dimana sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil.

Saat ini kita menghadapi bertambahnya suhu global yang tidak dapat dicegah lagi dan bahwa perubahan iklim mungkin sudah terjadi sekarang. Mencairnya es di kutub utara dan selatan sebagai akibat dari pemanasan global menyebabkan dampak yang sangat besar, sehingga menyebabkan naiknya permukaan air laut yang dapat menyebabkan banyak pulau di Indonesia akan terendam dan tenggelam. Diperkirakan pada tahun 2050 seluruh pesisir Indonesia akan tenggelam 0.28 4.17 meter. Bukan tidak mungkin daerah Senggigi sekarang akan tenggelam juga. Curah hujan rata-rata naik 2-3%, tetapi ada di beberapa tempat di Indonesia yang justru menurun. Serangan angin kencang yang sebelumnya jarang terjadi menjadi lebih sering seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

Salah satu penyebab utamanya adalah adanya konsumsi yang berlebihan. Karena itu kampanye hemat energi telah dilakukan di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Namun kepedulian penduduk Indonesia akan kondisi lingkungan masih kurang, banyak orang yang tak acuh dan masih menggunakan energi seenaknya tanpa memikirkan akibat.

Sejak tahun 2009 indonesia mulai mengadakan earth hour setiap tanggal 27 Maret, pukul 20.30 21.30 waktu setempat. Earth Hour adalah gerakan mendunia dengan mematikan lampu selama 1 jam, secara bersamaan. Dengan mematikan lampu selama satu jam, baik itu di rumah/kantor/toko dll, berarti menghemat energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik lampu tersebut. Yang berarti mengurangi efek rumah kaca dari gas karbon yang dihasilkan pembangkit energi. Seperti kita ketahui, sebagian besar listrik kita (Indonesia, bahkan dunia) masih dihasilkan dari pembakaran minyak dan batubara, sehingga gas karbon banyak terlepas ke udara yg menyebabkan pemanasan global.

Kegiatan ini dilakukan serempak di seluruh dunia, dengan maksud mengingatkan kita untuk selalu hemat energi. Kelangsungan hidup berbagai mahluk hidup di muka bumi kian terancam. Sudah saatnya setiap orang turut peduli dan melakukan tindakan untuk menangani mulai dari cara sederhana misalnya seperti

Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan.

Gunakan transportasi publik, sepeda atau berjalan kaki daripada menggunakan mobil atau motor untuk berangkat ke kantor atau sekolah

Cabut charger hp jika batrai sudah penuh

Jangan membakar sampah – karena dapat memproduksi bahan kimia berbahaya, serta menghasilkan karbon dioksida yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Berhematlah dalam menggunakan kertas dan tisu

Segera perbaiki keran yang bocor – keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari

Mendaur ulang atau menggunakan kembali barang-barang yang tidak dipaket, mencari merk yang memperhatikan lingkungan, mendaur ulang segala yang dapat didaur ulang seperti plastik, kupasan buah segar dan sayur mayur, kertas dan kardus, gelas dan kaleng.

Dengan melakukan langkah2 tersebut diharapkan masyarakat dapat membantu mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim dimulai dari hal2 sederhana yang biasa kita lakukan sehari hari. Agar generasi yang akan datang tidak mendapatkan getah dari apa yang kita lakukan.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita sekalian. Saya mohon maaf bila ada kesalahan kata atau perbuatan. Terima kasih dan assalamualaikum wr wb

Leave a Reply