Cara Menyusun Naskah Pidato

Cara Menyusun Naskah Pidato

 

Sebagian orang kadang merasa kesulitan saat membuat naskah pidato yang akan disampaikan di depan umum. Terutama, bagi orang yang baru pertama kali tampil di depan umum. Karena baru pertama kali tampil di muka umum, seseorang kadang merasa minder dan tidak cukup percaya diri menyampaikan pidatonya.

Teks atau naskah pidato sebenarnya bukanlah faktor utama yang harus dibawa dalam setiap pidato. Sebenarnya, naskah pidato hanya berperan sebagai penolong bagi Anda yang baru pertama kali berpidato. Dengan membawa naskah, Anda akan terhindar dari kebisuan serta bicaratersendat-sendat. Naskah pidato dibuat agar Anda tetap fokus pada topik yang disampaikan.

Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan ketika Anda akan berpidato di depan umum.

Fokus pada materi atau topik yang disampaikan.

Menguasai materi.

Tidak perlu diselingi intermezo serta hal lain yang dianggap tidak penting, kecuali jika benar-benar diperlukan.

Cara Membuat Naskah Pidato

Sekali lagi, naskah pidato sangat penting untuk menunjang kelancaran Anda saat menyampaikan materi pidato. Ada tiga langkah sederhanayang perlu Anda perhatikan untuk membuat naskah pidato.

1. Pembukaan Pidato

Hal utama dalam membuat naskah pidato adalah pembukaan. Pembukaan biasanya berisi ucapan salam yang selalu menjadi hal wajib dalam setiap pidato. Baik resmi maupun tidak resmi. Berikut ini merupakan beberapa poin penting yang disampaikan dalam pembukaan pidato.

Ucapan salam pada hadirin atau orang yang menghadiri dan menyaksikan pidato Anda.

Mengucapkan rasa syukur pada Tuhan.

Memberikan penghormatan atau sapaan pada tetua atau orang yang dituakan.

Menyapa hadirin.

2. Isi Pidato

Sebelum membuat naskah pidato, Anda harus mengetahui sasaran atau hadirin yang akan mendengarkan pidato. Hal ini dilakukan untuk memudahkan Anda dalam menentukan bahasa yang dapat dipahami serta sesuai dengan pola pikir orang-orang yang hadir. Ingat, tidak semua orang memiliki pola pikir sama. Jadi, gunakanlah bahasa yang cukup akrab dan sering digunakan.

Jangan sekali-kali memakai istilah asing jika pendengar tidak memiliki kemampuan untuk memahami hal itu. Jangan memikirkan gaya dan isi yang berkualitas tanpa menyesuaikan tingkat pemahaman pendengar. Satu hal yang harus Anda sadari bahwa pidato bertujuan untuk menyampaikan informasi penting yang harus diketahui pendengar.

Jadi, posisikanlah diri Anda sebagai orang yang ramah agar isi pidato, baik yang tersirat maupun tersurat, tepat sasaran.

3. Penutup Pidato

Setelah merampungkan isi, buatlah penutup pidato. Penutup pidato merupakan sebuah rangkaian kalimat yang mengisyaratkan bahwa pidato Anda sudah selesai. Hal yang sering disampaikan untuk mengakhiri pidato adalah ucapan terima kasih serta penghormatan pada hadirin. Lakukanlah pengakhiran seperti saat pembukaan. Jadikanlah ucapan syukur dan mengagungkan Tuhan sebagai kalimat akhir penutup pidato.

Itulah cara mudah membuat naskah pidato. Membuat naskah pidato tidaklah serumit yang dibayangkan. Anda hanya perlu membuat pembukaan, isi, serta penutup. Hal yang paling penting adalah mengetahui sasaran pidato Anda serta mengetahui topik yang harus disampaikan. Jika Anda sudah mengetahui materi yang harus disampaikan, mulailah membuat naskah pidato.

Satu hal yang harus diingat, kuasai materi pidato sematang mungkin agar tujuan pidato tersebut tercapai dan berjalan lancar. Semoga bermanfaat!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat Bapak Kepala Kelurahan .
Yang terhormat Bapak Ketua RW .
Yang terhormat Bapak Ketua RT .
Dan hadirin sekalian yang kami muliakan!

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Taala, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita semua masih diberi kesempatan untuk ikut serta memeriahkan acara hari ulang tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-65 dalam keadaan sehat wal-afiat.

Selanjutnya dengan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan kita ini kami berharap, semoga kita lebih meningkatkan rasa cinta kita pada tanah air dan bangsa, lebih meningkatkan daya juang kita terhadap bangsa dan negara, lebih mempersatukan jiwa dan segenap raga kita untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Hadirin sekalian yang berbahagia, jika kita kenang perjuangan para pahlawan tahun 1945 maka terlintas jelas di benak kita bahwa semangat pertempuran yang bagaikan api yang tak kunjung padam itu begitu hebat menyatu pada jiwa para pahlawan pejuang 45 itu. Namun demikian tak kalah pentingnya dengan peran kita semua sekarang ini. Perjuangan belumlah selesai. Korban telah banyak berjatuhan maka marilah kita tingkatkan terus jiwa dan semangat 45, dengan mewujudkan jiwa pembangunan yang tangguh.

Kemakmuran berdasarkan keadilan dan Ketuhanan Yang Maha Esa belum kita capai. Untuk itu masih banyak yang harus kita perjuangkan. Kemerdekaan sebagai warisan para pahlawan kita ini hendaknya kita isi dengan jiwa pembangunan tanpa mengenal kepentingan pribadi terlebih dahulu.

Jiwa dan semangat 45 ialah jiwa dan semangat kebersamaan. Jiwa yang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Untuk itu pula maka kita wajib menigkatkan rasa solidaritas berbangsa dan bernegara. Persatuan dan kesatuan nasional lebih di atas kepentingan kita secara pribadi dan golongan. Tumbuhkan terus semangat kebersamaan dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan.

Insya Allah harapan bangsa Indonesia mencapai kehidupan yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan ridla Allah Subhanahu wa Taala tercapai dengan menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan nasional Indonesia. Amin, amin, yaa robbal alamin.

Akhirul kata, selamat berjuang, selamat membangun bangsa dan negara kita tercinta ini.

Dirgahayu Indonesiaku! Merdeka!
Wassalamualikum warahmatullahi wabarakaatuh

Pidato Memperingati Hari Kartini

Yang terhormat Bpk Lurah .,
Yang kami hormati para Bapak Ketua RW,
Bapak2 Ketua RT.
Rekan2 remaja dan pemuda se-wilayah.
Hadirin dan hadirat yang mulia,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat sejahtera dan berbahagia juga kami sampaikan kepada hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pada pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga pagi ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur senantiasa, atas rahmat dan hidayah dr Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Adil.

Selanjutnya pd pagi yang berbahagia ini, hndaknya kita jg brsyukur atas kesempatan oleh Allah Tuhan yang Maha Kasih, yang dengan rahmat-Nya pula kita bisa brsama-sama mengadakan upacara mmperingati Hari Kartini. Nama Kartini, sudah tidak asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sekarang ini tlah terpatri suatu sikap, khususnya sikap para Ibu, sikap para remaja dan pemudi puri, yang mencerminkan cita2 luhur ibu Kita Kartini.

Sebagai wanita yang tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, maka sekarang kian tampak bahwa dalam mendudukkan dirinya sebagai sesama pejuang bangsa, telah dapat menenmpatkan diri wanita Indonesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap para kaum laki-laki.

Itulah sikap tegas kaum wanita yang secara langsung mencerminkan keluhuran cita-cita Kartini. Sikap itu juga memperlihatkan betapa hak azasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan. Terlebih hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa Indonesia.

Tidaklah berlebihan kiranya jika wanita sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan di desa kita ini telah banyak wanita yang kedudukannya malah lebih tinggi dari sebagian kaum laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita khususnya kaum wanita benar-benar telah menyadari betapa pentingnya peranan dan kemampuan wanita dalam menegakkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun. Namun hendaknya janganlah pada saat-saat peringatan ini saja kita menampilan hasil karya dan cipta kaum wanita. Nmaun lbh daripada itu, mudah-mudahan setiap hari, setiap masa wanita Indonesia, tetap berjuang dan tetap bercitra, sebagai bangsa yang harum namanya.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya para wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kaum wanita bertambah jaya, bertambah perkasa dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa, semoga tetap jaya dalam menjaga nama baik keluarga. Amin!

Cukuplah sekian dulu sambutan kami, billahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Leave a Reply