TEKS PIDATO : PENGGUNAAN BAHASA GAUL di KALANGAN REMAJA

TEKS PIDATO

BAHASA INDONESIA

PENGGUNAAN BAHASA GAUL di KALANGAN REMAJA

Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera

Yth. Kepala SMAN 5 kota bengkulu, Ibu Iddah Spd

Yth. Guru Bahasa Indonesia, bapak Suyoko Spd

Dan teman-teman yang berbahagia dan yang saya banggakan.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul bersama di ruangan ini dengan sehat walafiat. Serta sholawat dan beriring salam marilah kita panjatkan kepada nabi besar kita Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema : Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja.

Hadirin yang saya hormati,

Dahulu Bahasa Indonesia digunakan dengan baik dan benar sesuai kaidah berbahasa yang baik dan benar. Dalam catatan sejarah kita ketahui bahwa salah satu isi sumpah pemuda tanggal 25 oktober yaitu Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Namun kini, seiring dengan perkembangan zaman teknologi dan pengaruh budaya luar, Bahasa Indonesia justru rusak di tangan para pemudanya sendiri. Penggunaan Bahasa Indonesia oleh remaja masa kini, terutama di kota-kota besar, sangat tidak sesuai dengan kaidah berbahasa yang baik dan benar. Remaja mencampur-adukkan Bahasa Indonesia dengan bahasa-bahasa daerah dan asing kemudian menyebutnya sebagai bahasa gaul. Kosa kata baru banyak muncul untuk mengganti kata-kata dalam Bahasa Indonesia. Misalnya gue  untuk mengganti kata saya; loe untuk mengganti kata kamu; nyokap-bokap untuk mengganti kata ayah-ibu dan muncul kosa kata yang tidak jelas artinya seperti jijay, lebay, kamseupay dan muncul partikel-partikel seperti -sih dan dong.

Ironisnya, penggunaan bahasa gaul ini tidak hanya di lingkungan pergaulan, namun telah mendarah daging dan tak jarang digunakan remaja di sekolah, remaja spontan berbicara atau menulis dengan bahasa gaul dengan teman dan guru karena telah terbiasa menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Bahasa gaul cepat berkembang dikalangan remaja, karena bahasa gaul pada umunya digunakan sebagaai sarana komunikasi diantara sesamanya.pada saat remaja bertemu dan berkumpul dengan teman sebaya mereka, pasti mereka akan menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan mereka. Apabila mereka tidak menggunakan bahasa gaul mereka akan dikatakan tidak gaul, kampungan dan sebagainya . Ini sangat memprihatinkan. karena seperti yang kita ketahui mereka lebih bangga dengan bahasa gaul yang secara langsung atau tidak langsung merusak bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sehingga bahasa Indonesia semakin pudar bahkan dianggap kuno di mata remaja dan itu menyebabkan turunnya derajat bahasa indonesia.

Faktor yang terpenting berkembangnya bahasa gaul di kalangan remaja adalah perannya media elektronik dan media cetak. Pertama media elektronik, bahasa gaul sering digunakan dalam film-film khususnya film remaja dan iklan, misalnya dari adegan percakapan di televisi. Kedua Media cetak, misalnya bahasa gaul yang ada dalam majalah, surat kabar atau koran. Selain itu, pembuatan karya sastra remaja misalnya cerpen atau novel yang umumnya menggunakan bahasa gaul.

Hadirin yang saya banggakan,

Penggunaan bahasa gaul oleh remaja sekarang memiliki dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Dampak buruk yang dapat kita rasakan langsung adalah menurunnya nilai kesopanan remaja ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Sedangkan dampak tidak langsungnya adalah merusak tata bahasa indonesia yang baik dan benar itu sendiri. Penggunaan bahasa gaul yang semakin marak di kalangan remaja merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Sehingga tidak dapat dipungkiri lagi suatu saat bahasa Indonesia bisa hilang karena tergeser oleh bahasa gaul di masa yang akan datang.

Tapi hal ini menjadi tugas kita sebagai remaja yang terpelajar yang masih peduli dengan Bahasa Indonesia. Kita tidak dapat memungkiri bahwa bahasa gaul telah mengikis dan merusak Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, sebagai generasi muda, marilah kita menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia.

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan  membiasakan diri menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa yang baik mulai dari diri kita sendiri, karena hal besar berawal dari hal kecil. Setelah itu marilah kita mengajak teman-teman dan orang-orang di sekitar kita untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar. Hal yang tak kalah penting adalah dengan tetap memberikan pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran yang menarik kepada siswa di sekolah agar siswa sadar akan pentingnya Bahasa Indonesia dan mampu untuk turut melestarikan bahasa nasional ini. Dengan demikian, niscaya Bahasa Indonesia akan tetap terjaga keberadaannya sampai kapanpun.

Demikian yang dapat Saya sampaikan. Sebelum saya mengakhiri pidato pada

kesempatan ini, perkenankanlah saya berpantun.

Hendak kemana sang pangeran

mengapa putri ditinggalkan

Terimakasih atas perhatian

salah kata mohon dimaafkan

Akhir kata,

Wassalamualaikum wr. wb.

Leave a Reply