Pidato Tugas : PENYULUHAN

PIDATO PENYULUHAN

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Assalamualaikum Wr. Wb

Yang terhormat dr.Rini Kartika Handayani, M.Kes selaku kepala Puskesmas Putri Ayu.

Yang saya terhormat Ibu dan Bapak Petugas kesehatan di Puskesmas Putri Ayu.

Yang saya terhormat Ketua RT/RW, serta tokoh agama dan kader setempat serta para hadiri sekalian yang saya muliakan.

Pertama-pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan YME, yang mana dipagi hari yang cerah ini kita masih bisa diberi kesehatan jasmani dan rohani untuk mengikuti kegiatan ini.

Baiklah pada hari ini saya akan menyampaikan penyuluhan tentang DBD yang saat ini mungkin sudah tidak asing lagi saudara-saudara dengar dilingkungan sekitar karena banyaknya kasus yang terjadi ditahun 2011 yang lalu.

Para hadirin yang berbahagia,

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi serta berkaitan dengan perilaku manusia. Kerugian sosial yang terjadi antara lain karena menimbulkan kepanikan dalam keluarga, kematian anggota keluarga dan berkurangnya usia harapan hidup penduduk (Depkes RI, 2006).

Kemampuan terbang nyamuk betina rata-rata 40 m, maksimal 100 m, tetapi secara pasif nyamuk dapat berpindah lebih jauh, misalnya : karena angin atau terbawa kendaraan. Ae. aegypti tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis. Aedes dapat hidup dan berkembangbiak sampai ketinggian daerah + 1.000 m dari permukaan air laut, apabila berada di atas ketinggian + 1.000 m nyanuk tidak dapat berkembang biak, karena pada ketinggian tersebut suhu udara terlalu rendah (Depkes RI, 1992)v. Nyamuk Aedes pada saat ini telah terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia tidak terkecuali lagi di daerah atau tempat-tempat yang ketinggiannya mencapai lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut yang dahulu dianggap tidak dapat didatangi atau dihuni oleh nyamuk tersebut (Indrawan, 2001). Kejadian penyakit DBD pertama kali ditemukan Manila, Filiphina pada tahun 1953. Kejadian di Indonesia pertama kali dilaporkan terjadi di Surabaya dan Jakarta dengan jumlah kematian sebanyak 24 orang. Beberapa tahun kemudian penyakit DBD menyebar kebeberapa propinsi di Indonesia

Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat penularan virus dengue adalah kepadatan vektor, mobilitas penduduk, kepadatan penduduk, dansusceptibilitas dari penduduk. Mobilitas penduduk memegang peranan penting pada penularan virus dengue, karena jarak terbang nyamuk Ae. aegypti yang sangat terbatas, yaitu 100m. Tempat yang potensial untuk terjadi penularan DBD menurut Depkes RI (1992) adalah:

Wilayah yang banyak kejadian DBD

Tempat-tempat umum merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai wilayah, sehingga kemungkinan terjadinya pertukaran beberapa tipe virus dengue cukup besar. Tempat-tempat umum itu antara lain sekolah, RS atau Puskesmas dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.

Pemukiman baru di pinggir kota, karena di lokasi ini, penduduk umumnya berasal dari berbagai wilayah, maka memungkinkan diantaranya terdapat penderita atau karier yang membawa tipe virus dengue yang berlainan dari masing-masing lokasi asal.

Para hadirin yang berbahagia

Kebijaksanaan pemberantasan penyakit DBD di Indonesia meliputi : pengamatan penderita, pengobatan dan perawatan penderita, pengamatan vektor dan kegiatan penunjang berupa pendidikan masyarakat dan penelitianpenelitian.

Tujuan program pemberantasan Demam Berdarah Dengue yaitu :

Mengurangi kecenderungan penyebarluasan wilayah terjangkit DBD

Mengurangi kecenderungan peningkatan jumlah kejadian demam berdarah dengue, sehingga insiden tidak melebihi 50 per 100.000 penduduk.

Mengusahakan angka kematian (CFR) tidak melebihi 3 % pertahun.

Untuk mencapai tujuan program tersebut, Suroso (1984) mengemukakan kegiatan-kegiatan pokok pemberantasam sebagai berikut:

Penemuan kejadian

Penanggulangan fokus

Abatisasi masal

Penyuluhan kepada masyarakat

Pendidikan atau peningkatan ketrampilan dan penelitian

Strategi kegiatan pemberantasan selanjutnya disesuaikan dengan tingkat kerawanan suatu penyakit DBD yang meliputi desa/kelurahan endemis dan non endemis yang terdiri dari desa/kelurahan sporadis, desa/kelurahan potensial dan desa/ kelurahan bebas :

Desa/kelurahan endemis

Desa/kelurahan yang dalam 3 tahun terakhir, terdapat kasus ataupun kematian karena demam berdarah dengue secara berurutan, meskipun jumlahnya hanya satu.

Desa/kelurahan sporadis

Desa/kelurahan yang dalam 3 tahun terakhir terdapat kasus ataupun kematian karena penyakit demam berdarah dengue tetapi tidak berurutan disetiap tahunnya .

Desa/kelurahan potensial

Desa/kelurahan yang dalam 3 tahun terakhir tidak pernah diketemukan kasus ataupun kematian karena penyakit demam berdarah dengue, tetapi penduduknya padat, mempunyai hubungan transportasi yang ramai dengan wilayah lain dan persentase ditemukan jentik lebih 5 %

Desa/kelurahan bebas

Desa/kelurahan yang tidak pernah terjangkit DBD, dan ketinggiannya lebihdari 1000 m dari permukaan laut, atau yang ketianggiannya kurang dari 1000 m tetapi persentase rumah yang diketemukan jentik kurang dari 5 %.

Hadirin yang berbahagia

Untuk menjaga lingkungan kita agar terbebas dari nyamuk aedes aegepty yang bisa menyebabkan penyakit DBD, marilah kita memulai semua dari dalam diri kita, mari kita melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dianjurkan kepada keluarga/masyarakat adalah dengan cara melakukuan kegiatan 3 M plus, yaitu menutup,menguras tempat penampungan air,mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan serta cara lain untuk mengusir atau menghindari gigitan nyamuk dengan memakai obat anti nyamuk atau menyemprot dengan insektisida (Departemen Kesehatan RI, 2003).

Demikianlah pidato yang saya sampaikan, sebelum dan sesudahnya mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian saya. Semoga yang saya sampaikan tadi dapat berguna bagi kita semua. Amin.

Akhir kata saya ucpakan Wabillahi Taufik Walhidayah, Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatu. Terima kasih.

Leave a Reply