Pidato Ilmiah : , Dalam Rangka Wisuda UM Semester Gasal

Pidato Ilmiah, Dalam Rangka Wisuda UM Semester Gasal 2011/2012

 

11 Maret 2012
oleh:humas

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semua

 

Yth.   Rektor selaku Ketua Senat Universitas Negeri Malang,

Yth.   Segenap Anggota Senat Universitas Negeri Malang,

Yth.   Segenap Pejabat Struktural, baik karier maupun akademik,

Yth.   Para Dosen dan Karyawan,

Yth.   Segenap Fungsionaris Organisasi Kemahasiswaan,

Yth.   Para Wisudawan yang kami banggakan, dan

Yth.   Para Wisudawan beserta Orang Tua & Keluarga

 

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena karuniaNya-lah pada hari ini kita bersama-sama dapat menghadiri acara Wisuda Lulusan Semester Gasal 2011/2012 Universitas Negeri Malang. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Negeri Malang yang telah mem­berikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan Orasi Ilmiah pada forum terhormat ini. Sebagai salah satu alumni Universitas Negeri Malang, saya merasa sangat terhormat dan bangga bisa ikut menghadiri acara wisuda ini dan bisa berbagi pengalaman kepada adik-adik para wisudawan-wisudawati.

Semoga pengalaman saya dalam mencapai dan menjalani karir setelah selesai kuliah di Universitas Negeri Malang ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi adik-adik wisudawan-wisudawati dalam meraih cita-cita.

 

Hadirin sekalian yang berbahagia!

Hampir 36 tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni tahun 1976, saya dinyatakan lulus sebagai Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang (ketika itu bernama IKIP Malang). Berbekal ilmu yang saya peroleh di Universitas Negeri Malang saya dihadapkan pada beberapa pilihan: apakah akan tetap tinggal dan bekerja di Malang atau merantau mencari pengalaman dan tantangan baru di luar Jawa. Akhirnya, saya putuskan kalau mau menjadi orang yang berhasil, saya harus berani merantau dan belajar hidup mandiri. Akhirnya, saya terima tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan minyak asing di Balikpapan dengan harapan saya bisa mendapatkan pengalaman dan wawasan baru.

Dua bulan setelah wisuda, saya berangkat ke Balikpapan untuk mulai bekerja di Unocal Indonesia Company, perusahaan minyak dan gas bumi Amerika yang beroperasi di Kalimantan Timur. Saya diterima sebagai Senior Language Instructor dan tugas utama saya adalah mengajar bahasa Inggris untuk pegawai UNOCAL yang bekerja di lapangan maupun di kantor. Saya berangkat dengan penuh semangat dan harapan untuk merealisasikan mimpi-mimpi dan cita-cita yang selalu saya dambakan.

Tahun-tahun pertama bekerja di UNOCAL, saya mengalami banyak sekali cobaan dan tantangan yang harus dihadapi dan banyak hal yang harus dipelajari. Disamping tugas utama sebagai pengajar bahasa Inggris, saya juga berusaha keras untuk mempelajari kegiatan operasi perusahaan, budaya perusahaan serta organisasi perusahaan.

Dengan kemauan untuk belajar yang tinggi, saya banyak mendapatkan penge­tahuan dan mendapat banyak teman dari berbagai fungsi baik dari operasi maupun kegiatan penunjang, baik pekerja nasional maupun pekerja asing (ekspatriat). Pengetahuan ini memberikan cakrawala baru bagi saya untuk tidak hanya puas dengan sekedar mengajar Bahasa Inggris di bagian Training Department, namun saya juga punya kesempatan untuk bisa meningkatkan karir di perusahaan lebih tinggi lagi. Untuk itu, saya harus terus belajar dan gunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya.

Dengan kemauan belajar yang kuat serta kerja keras dan sungguh-sungguh, pada bulan Januari 1978 saya berhasil dipromosikan untuk menduduki posisi Senior Supervisor Personalia atau Human Resources untuk East Kalimantan Operations. Sejak itu, tahap demi tahap tugas dan tangung jawab saya semakin lama semakin banyak dan semakin berkembang.

Pada tahun 1982, saya berhasil menduduki posisi Superintendent Human Resources and Industrial Relations. Tanggung jawab saya semakin luas dan sering mendapat tugas mewakili management diberbagai kegiatan di luar perusahaan. Pada tahun 1986, 10 tahun sejak saya masuk perusahaan UNOCAL Indonesia Company, saya berhasil meraih posisi Manager Human Resources untuk East Kali­mantan Operations, salah satu posisi non-technical tertinggi yang bisa dicapai di Unocal Indonesia di kantor Balikpapan.

Saya bersyukur pada tahun 1990-1991, saya mendapat kesempatan dikirim Perusahaan untuk belajar di University of Pittsburgh, USA untuk memperdalam bidang Management dan Human Resources. Selanjutnya saya juga mendapat kesem­patan magang di kantor pusat UNOCAL di Los Angeles, California. Kesempatan ini saya pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mempelajari barbagai kegiatan operasi perusahaan dan juga berkenalan dengan pimpinan perusahaan di kantor pusat.

Pada tahun 1995 saya dipercaya perusahaan untuk menduduki posisi Vice President Human Resources UNOCAL Indonesia Company untuk Oil & Gas Ope­rations di Jakarta dan Kalimantan Timur serta untuk Unocal Geothermal Indonesia yang beroperasi di Gunung Salak.

Pada tahun 2005 Unocal Corporation di USA (dan juga Caltex) dibeli atau diambil-alih oleh Chevron, termasuk kegiatan operasinya di Indonesia. Unocal Indonesia dan Caltex Pacific Indonesia digabung dan namanya menjadi Chevron Indonesia Company dan Chevron Pacific Indonesia. Dengan penggabungan itu, saya diberi jabatan sebagai Consultant HR Planning & Strategic Staffing yang bertu­gas menangani proses harmonisasi dari segi Human Resources dan organisasi akibat pengabungan Unocal Indonesia dan Caltex hingga saya berhenti karena usia pensiun pada akhir 2006.

Pada tahun 2005 hingga 2006 itu, saya juga sering mendapat tugas untuk mengajar dan memberikan sharing tentang kegiatan perusahaan di bidang Human Resources, salah satunya ke Pertamina. Dari jalinan nerworking saya di Pertamina, setelah pensiun dari Chevron saya mendapat tawaran untuk bekerja di Pertamina pusat sebagai Staf Ahli Direktur Umum & Sumber Daya Manusia hingga akhir tahun 2009.

Setelah tiga tahun bertugas di Kantor Pusat Pertamina, mulai tahun 2010 saya bekerja part timer di Pertamina Learning Center sebagai salah satu Pembimbing Program Pengembangan Eksekutif Pertamina (PPEP). PPEP ini setingkat SUSPI yang merupakan program pengembangan calon-calon Pimpinan Pertamina.

Disamping bekerja di Pertamina Learning Center, saya juga berkarya di PT. Adidaya Solusi, sebuah perusahaan konsultan di bidang Organization Development dan Training dan juga bekerja sebagai independent consultant di bidang Management dan Human Resources di beberapa perusahaan.

 

Hadirin sekalian yang berbahagia!

Kisah di atas adalah pengalaman karir saya sebagai seorang professional di perusahaan. Proses pencapaiannya tidak selalu mulus dan lancar serta melalui proses kompetisi yang ketat. Untuk itu dibutuhkan motivasi, kemauan yang kuat dan semangat untuk selalu menjadi yang terbaik.

Dalam mengenang perjalanan karir saya, banyak pelajaran yang saya dapatkan pada saat awal masuk kuliah di IKIP Malang. Karena keterbatasan biaya, setelah lulus SMA pada tahun 1969, saya tidak bisa langsung melanjutkan kuliah. Ekonomi keluarga tidak stabil dan usaha ayah saya banyak mengalami kegagalan. Saya harus ikut membantu mencari nafkah dengan bekerja di percetakan kecil milik ayah.

Namun karena keinginan untuk terus kuliah sangat kuat, disamping bekerja saya manfaatkan waktu luang di sore dan malam hari untuk ikut kursus mengetik di tetangga dekat rumah dan juga kursus Bahasa Inggris di tempat orang tua teman yang kebetulan guru bahasa Inggris di salah satu SMA.

Man jadda wajada … siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dengan modal kemampuan mengetik 10 jari, saya berani menerima orderan pengetikan dengan sistem bagi hasil dengan tetangga karena saya tidak memiliki mesin tik sendiri. Dengan tekun dan sungguh-sungguh, siang malam selama hampir enam bulan, alhamdullilah, saya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1.200,-. Pada awal tahun 1971, saya beranikan diri mendaftar ke IKIP Malang yang waktu itu uang masuk dan uang kuliah satu semesternya Rp 1.500.-. Kekurangan dana saya pinjam kakak yang kebetulan punya tabungan dari hasil menerima jahitan.

Hari pertama saya masuk kuliah, saya senang, bangga dan sedih. Saya bangga dengan status saya sebagai mahasiswa di IKIP Malang. Namun nampak bayangan gelap, apakah saya akan mampu menyelesaikan kuliah dengan biaya yang harus saya tanggung sendiri? Namun, saya tetap punya keyakinan bahwa dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan kekuatan doa, Tuhan pasti akan memberikan jalan.

Dengan tertatih-tatih dan dengan segala macam permasalahan yang harus saya hadapi, sambil kuliah saya tetap bekerja menerima pengetikan skripsi. Pekerjaan saya mulai meningkat dengan menerima pekerjaan stensilan. Dari hasil usaha ini saya bisa survive menyelesaikan tahun pertama kuliah. Kondisi ini memacu saya untuk tetap bersemangat dan berusaha belajar dengan sebaik-baiknya.

Untunglah, pada pada saat menginjak di tingkat dua dan tingkat tiga, ekonomi saya sudah mulai membaik. Saya sudah bisa memberikan les Bahasa Inggris dengan modal hasil dari Intensive English Course dan pelajaran lain yang saya terima dari IKIP Malang.

Akhir 1973, saya lulus Sarjana Muda dan mendaftar ke tingkat doktoral yang waktu itu disebut ELTTP (English Language Teachers Training Program) selama 2.5 tahun. Alhamdullillah, saya diterima di ELTTP dan yang lebih menggembira­kan lagi, saya berhasil mendapat beasiswa dari Ford Foundation dengan bebas membayar uang kuliah selama 2.5 tahun dan mendapat uang saku serta uang buku setiap bulan.

Hadirin sekalian yang berbahagia!

Dari pengalaman hidup selama ini, saya punya keyakinan bahwa dengan cita-cita yang kuat kita akan termotivasi untuk bisa terus berjuang, berusaha dan maju menembus segala macam rintangan yang kita hadapi serta kemampuan dalam mengupayakan pencapaian cita-cita tersebut. Kita harus bisa mem-visualisasi-kan hasil akhir atau tujuan yang kita cita-citakan. "Begin with the end in mind" demikian­lah kata Stephen R. Covey dalam bukunya "The Seven Habits of Highly Effective People".

Dengan belajar sambil bekerja dan bekerja sambil belajar (continues learning) kita akan bisa memperkaya kompetensi dan menajamkan kepekaan kita terhadap lingkungan dimana kita berada. Kuasai sepenuhnya bidang yang kita kerjakan, baik garis besarnya maupun detailnya dan terus tingkatkan kompetensi sehingga kita selalu siap untuk bisa memikul tanggung jawab lebih besar atau bisa mengalahkan pesaing kita dalam mendapatkan peluang yang ada.

Kita harus selalu berpikir positif, selalu bersemangat dan tetap optimis serta realistis dalam menghadapi cobaan dan tantangan. Kalau kita berpikir "bisa" dan "akan berhasil", maka kita akan bisa dan berhasil, you are what you think!!

Disamping berpikir positif, kita harus selalu menjaga kredibilitas, bisa dipercaya dan bisa selalu menjaga mutu terbaik hasil kerja kita. Setiap hasil kerja harus dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga apa yang kita kerja­kan bisa memuaskan pelanggan. Dengan kredibilitas yang tinggi, kita akan selalu dicari dan dibutuhkan oleh pelanggan kita.

Selain itu, kita harus menjaga disiplin dan ethos kerja yang tinggi, bekerja dan melayani dengan sepenuh hati. Kita bekerja tidaklah semata-mata untuk mendapatkan pamrih atau imbalan. Kalau kita bekerja dengan baik, penghargaan atau imbalan akan datang dengan sendirinya: That’s in giving we receive. Kita harus yakin bahwa di dalam kita memberi, kita akan menerima.

 

Hadirin yang berbahagia!

Kondisi dunia kerja saat ini sudah barang tentu berbeda dengan masa-masa awal saya dahulu bekerja. Pada saat ini, jumlah pencari kerja semakin banyak dan jumlah lowongan kerja semakin terbatas sehingga kompetisi menjadi semakin ketat. Perusahaan semakin punya banyak pilihan sehingga kandidat dengan keunggulan kompetensi paling tinggi yang akan terpilih dan mereka yang kompetensinya pas-pasan bisa tersingkir dari arena.

Namun kita tidak boleh putus asa. Apabila kita kesulitan dalam mencari peker­jaan, kita harus berani merubah sikap mental dan paradigma kita dari pencari kerja menjadi pengusaha atau pemberi kerja. Kita harus bisa menciptakan lapangan kerja dengan menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur). Menjadi wirausahawan adalah patriot-patriot bangsa karena turut serta memecahkan masalah nasional dalam bidang ketenagakerjaan.

Gunakanlah sarana-sarana yang tersedia. Teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat. Era ekonomi industri telah beralih ke era ekonomi informasi, bahkan telah berkembang menjadi ekonomi kreatif. Kita harus bisa memanfaatkan keunggulan-keunggulan teknologi itu untuk memperoleh informasi dan peluang (opportunity). Peluang harus kita cari. Kita harus mau menjemput bola. Dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang lebih baik, modal kita akan menjadi lebih besar dan value kita akan terus bertambah.

 

Hadirin sekalian yang berbahagia, adik-adik wisudawan dan wisudawati yang kami cintai,

Demikianlah sharing pengalaman yang bisa kami berikan dan semoga ber­manfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT selalu memberkahi setiap usaha yang kita lakukan. Amin.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

 

Malang, 10 Maret 2012

Konsultan/Advaisett SDM PT. Pertamina,

 

ttd

 

Bambang Mudjiono

Contoh Pidato Ilmiah

Asalamualaikum wr.wb

Yang terhormat Kepala Kec. Soko

Yang terhormat Pegawai Kec. Soko

Beserta seluruh hadirin yang berbahagia

               Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini, dan pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk     memliki rasa nasionalisme yang tinggi kepada negri kita yang tercinta ini. Pasalnya kita sudah merdeka akan tetapi kita masih terjajah, salah satunya contohnya adalah sumber daya alam yang seharusnya kita yang memliki akan tetapi dimiliki oleh orang lain.

            Negara manakah yang menjadi negara terkaya di dunia? Jawabanya adalah Indonesia. Negara yang memiliki sumber daya alam terbesar di dunia adalah Indonesia. Mulai dari Minyak bumi, Batu bara, Emas, Perak, Nikel dll, itu semuanya ada pada negri ini, dan karena itulah yang menyebabkan saya menjawab Indonesia sebagai negara terkaya di dunia. Akan tetapi mengapa Indonesia sekarang masih belum menjadi negara terkaya? Itu karena sumber daya alam yang kita miliki di rebut oleh orang lain dan hasilnya dimiliki oleh orang lain. Salah satu kecil contohnya adalah minyak bumi yang berada di Kec. Soko Kab. Tuban ini.

                

         Di Soko terdapat minyak bumi yang cukup banyak, akan tetapi yang memiliki bukanlah kita melainkan orang Cina melalui perusahaan yang bernama Petrocina.Setiap hari Petrocina menghabiskan sedikit demi sedkit minyak bumi yang berada di Soko dan lama kemudian akan habis dan akhirnya kita tidak bisa menikmati hasil bumi yang kita miliki. Di lain hal rakyat yang tinggal di sekitar pengeboran minyak merasa di rugikan, api yang selalu menyala setiap detik dari pipa-pipa pengeboran minyak membuat masyarakat yang tinggal disekitarnya kepanasan apalagi di setiap malam api tersebut dibesarkan yang membuat langit menjadi berwarna merah dan itu bisa dilihat sampai kota Tuban yang berjarak kurang lebih 30 km, dan pastinya banyak masyarakat sekitar pengeboran mengeluh tidak bisa tidur karena hawanya panas yang berasal dari api-api pengeboran minyak.

            Para hadirin yang bebahagia. Seharusnya perusahaan-perusahaan tambang itu harus memkirkan dampak bagi lingkungan sekitarnya, dan juga member konstribusi yang baik bagi linkungan sekitarnya, akan tetapi di Kec. Soko ini tidak ada. Saya berpikir bahwa yang diuntungkan hanyalah pihak Petrocina, dikarenakan Petrocina tidak begitu memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Seperti halnya kita setiap hari kepanasan oleh api-api dari cerobong pengeboran dan juga diperparah oleh sarana yang tidak begitu menunjang, seperti jalan yang ada di Soko sangatlah jelek. Jalan yang bergelombang menjadi makanan setiap hari bagi warga Soko dan sekiatrnya. Semestinya Petrocina memberikan konstribusi yang baik, minimal sarana jalan yang ada di Kec. Soko diperbaiki agar masyarakat Soko bisa mersakan keuntungan dari adanya pengeboran minyak di Soko, atau memberikan minyak tanah kepada setiap keluarga di sekitar 

            Jadi kita idak boleh bangga dengan masuknya perusahaan asing ke negara kita. Akan tetapi sebaliknya kita seharusnya menolak perusahaan asing dengan cara mendidik generasi muda anak bangsa agar sumber daya alam kita sendiri.

            Semoga apa yang telah saya katakan tadi bisa memotifasi dan menumbuhkan rasa nasionalisme kita kepada negri ini. Atas perhatian para hadirin

November 12th, 2010

Sambutan Rektor : Wisuda, 14 Oktober 2010

Dr. Ir. Arief Kusuma A.P, MBA

 

Yang kami hormati dan kami banggakan,
    Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Bapak Dr. A. Hermanto Dardak.
    Koordinator Kopertis Wilayah III Prof. Dr. Haryoto Kusnoputranto.
    Ketua Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa Bapak dr. Abdul Gafur.
    Pimpinan dan Civitas Akademika Universitas Esa Unggul
    Para Orang Tua yang berbahagia,
    Para Wisudawan dan Wisudawati
    Hadirin yang kami muliakan.

 

 

Assalaamualaikum Wr. Wb..,
Salam Sejahtera Untuk Kita Semua.
Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji Syukur ke Hadirat Allah SWT, karena atas nikmat, rahmat dan karuniaNyalah kita dapat berkumpul disini untuk menghadiri :

ACARA SIDANG TERBUKA SENAT UNIVERSITAS ESA UNGGUL,
WISUDA SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2010-2011
Untuk Program Diploma 3, Diploma 4, Strata 1, dan Strata 2.
Pada hari ini kita mendapat kehormatan yang luar biasa.  Karena di tengah-tengah kita telah hadir Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Bapak Dr. A. Hermanto Dardak yang pada hari ini berkenan untuk menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul Paradigma Penataan Ruang dalam Dekade 2010-2020.  Atas nama Civitas Akademika Universitas Esa Unggul, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada beliau. Kita yakin bahwa orasi ilmiah tersebut akan memberikan pencerahan dan manfaat bagi kita semua.
Hadirin yang saya muliakan, pada kesempatan yang baik ini perkenankanlah saya melaporkan arah kebijakan, program, dan capaian universitas.
Banyak sudah sasaran yang tertuang dalam Rencana Strategis Universitas Esa Unggul 2006-2010, telah tercapai.  Dari program penataan manajemen akedemik dan manajemen sistem informasi, yang sasarannya adalah terciptanya center of excellence yang berbasis ICT, yang kondusif bagi pelaksanaan proses pembelajaran yang bermutu dan pengembangan ilmu pengetahuan, telah berhasil dikembangkan sistem informasi manajemen perguruan tinggi, dan sistem pembelajaran berbasis e-learning (learning management system), yang didukung oleh jaringan yang terkoneksi dengan serat optik, ruang kelas multimedia dan satu buah ruang teleconference.  Diharapkan dengan adanya moda pembelajaran yang didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi tersebut, prestasi belajar peserta didik akan semakin meningkat, dan para dosen akan semakin produktif dalam menghasilkan konten pembelajaran dan karya ilmiahnya.

Dari program penataan kelembagaan, pada akhir tahun lalu, telah berhasil dirumuskan struktur dan tata kelola organisasi yang baru, yang lebih adaptif, baik terhadap kebutuhan internal maupun eksternal, serta mengikuti prinsip prinsip good governance.  Sehingga pada periode ini diharapkan kegiatan operasional universitas akan semakin lincah dalam menjawab tantangan jaman.  Adapun hal-hal yang telah dilakukan adalah, penambahan beberapa unit pelayanan baru beserta fasilitasnya, seperti unit Konseling, Career Center, dan Lembaga Pengembangan Kewirausahaan.  Unit penjaminan mutupun sudah berubah namanya menjadi Kantor Penjaminan Mutu dengan melakukan penambahan fungsi baru di bidang audit manajemen internal, dan bidang monitoring dan evaluasi kemajuan seluruh program program yang dilaksanakan, berdasarkan indikator indikator keberhasilan dan audit manajemen internal.  Setelah berhasil memperoleh sertifikasi ISO9000 pada tahun 2001 lalu, pada saat ini unit tersebut dalam proses penyempurnaan sistem penjaminan mutu yang diselaraskan dengan baik standar nasional ataupun standar internasional dalam mengelola perguruan tinggi.
Dengan akan berakhirnya siklus perencanaan tersebut, maka pada akhir tahun ini pula akan mulai disusun kembali Rencana Strategis untuk lima tahun ke depan.  Rencana tersebut harus mengacu pada Visi UEU untuk menjadi salah satu perguruan tinggi kelas dunia berbasis intelektualitas, kreatifitas dan kewirausahaan, yang unggul dalam mutu pengelolaan dan hasil pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Menjadi perguruan tinggi kelas dunia, berarti UEU bertekad untuk mengacu pada standar2 perguruan tinggi kelas dunia dan menjalankan praktek2 terbaik (best practices) yang dilakukan oleh perguruan tinggi kelas dunia. Institusi ini akan berupaya untuk menghasilkan output, baik hasil penelitian maupun hasil pengabdian masyarakat, yang diakui oleh kontribusinya oleh komunitas internasional.  Dan yang paling penting, UEU berupaya keras untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi dan daya saing global.
Kewirausahaan dan kreatifitas, yang secara eksplisit telah dijadikan spirit dan tema utama, akan mewarnai seluruh perjalanan kemajuan UEU ke depan. Institusi ini ingin dikenal bukan hanya menghasilkan pemikir cerdas dan kritis, namun juga menghasilkan lulusan yang inovatif dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam pengembangan kewirausahaan, UEU terus berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.  Hal ini terbukti dengan telah terbinanya kerjasama dengan beberapa BUMN, seperti PT. Jasa Marga, Bank BNI 46, dan Bank Mandiri dari tahun 2002 hingga saat ini.  Dari hasil kerja sama tersebut UEU telah membina Mitra UKM sebanyak 432 pengusaha.  Pada tahun 2010, Bank Mandiri telah memberikan kepercayaan serta komitmen bantuan, berupa beasiswa dan modal awal usaha, modul mata kuliah kewirausahaan dan pelatihan untuk dosen kewirausahaan.  Selanjutnya akan dirintis penyediaan tempat magang bagi mahasiswa pada UKM-UKM binaan bank tersebut. Dan pada tahun mendatang, kerjasama dengan Bank Mandiri akan diperluas, khususnya dalam Program Pengembangan Wirausaha Mandiri.
Melalui program yang disponsori oleh Kementrian Pendidikan Nasional, telah dibina 30 mahasiswa sebagai bisnis pemula dalam Program Mahasiswa Wirausaha dan Inkubator Wirausaha, serta 12 mahasiswa sudah berwirausaha dalam program kemitraan dengan BUMN.  Pada saat ini, UEU dipercaya oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi untuk ikut menjadi salah satu perguruan tinggi, dari 11 PTN dan 4 PTS, yang dilibatkan dalam pilot project Penyelarasan Lulusan Perguruan Tinggi dan Wirausaha, yang pelaksanaannya dimulai tahun 2010 ini sampai dengan tahun 2014 nanti.
Dan untuk meningkatkan budaya wirausaha di kalangan mahasiswa, mulai tahun ini, UEU secara teratur akan menyelenggarakan Kompetisi Tahunan Penyusunan Business Plan bagi mahasiswa. Kepada para pemenangnya akan diberikan bantuan modal untuk memulai usahanya. Para mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan pameran di Tingkat Nasional dalam mempromosikan produknya.
Dalam pengembangan kreativitas, Esa Unggul telah mengambil sebuah langkah strategis melalui pendirian Fakultas (Program Studi) baru yang khusus mendalami dan mengembangkan bidang industri kreatif, guna melengkapi program studi Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual.  Keberadaan fakultas (program studi) ini merupakan embrio bagi pendirian sebuah creative center yakni sebagai salah satu pusat keunggulan yang akan menjadi icon universitas kita.  Mulai tahun ini pula, lomba gagasan dan karya kreatif akan menjadi agenda tetap universitas.  Kegiatan ini ditujukan untuk merangsang tumbuhnya suasana dan budaya kreatif di lingkungan civitas akademika, khususnya di kalangan mahasiswa.
Budaya kreatif dan suasana akademik terus dipelihara melalui ekspose karya-karya mahasiswa dan perluasan jejaring dengan dunia industri yang potensial memanfaatkan karya-karya kreatif civitas akademika tersebut secara komersial. Salah satunya adalah PT. Tritunggal Bangun Sejahtera, sebuah perusahaan terkemuka, produsen sepatu dan sandal berkualitas yang akan menandatangani Nota Kesepahaman bersama kita hari ini.
Mewujudkan Visi tersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.  Untuk menjawab tantangan tersebut maka institusi ini membutuhkan sumber daya manusia yang baik, terutama sumber daya dosen yang kompeten dan handal.  Untuk itu telah ditargetkan bahwa tahun 2015 nanti, dosen UEU yang berpendidikan Strata 3 (Doktor) sudah mencapai tidak kurang 25%.  Sesuai dengan Undang Undang Guru dan Dosen, maka juga dicanangkan bahwa pada tahun 2012 nanti sudah tidak ada lagi dosen yang tidak berpendidikan minimal Strata 2.  Pada saat ini dari 236 dosen tetap yang dimiliki UEU, sudah ada 29 orang (12%) yang memiliki gelar Strata 3, 134 orang (57%) yang memiliki gelar Strata 2  dan sisanya memiliki gelar Strata 1.
Untuk merealisasikan target yang berat tersebut, maka sejak awal Tahun 2009 lalu, UEU mulai mengintensifkan program pengembangan sumber daya manusia, yang antara lain:  mendorong setiap program studi untuk melakukan perencanaan pengembangan sumber daya manusia, memfasilitasi bantuan dana studi S2/S3 bagi dosen, baik di dalam ataupun di luar negeri; dan memberikan bantuan dana bagi dosen yang mempresentasikan karya ilmiahnya dalam forum nasional ataupun internasional.  Beberapa tahun terakhir ini UEU telah memfasilitasi bantuan dana studi di dalam/luar negeri bagi 43 orang dosen untuk program S2 dan 25 orang dosen untuk program S3.  Dan pada Tahun 2009 lalu, telah difasilitasi keikut sertaan dosen, baik sebagai pembicara ataupun narasumber, pada lebih dari 70 kegiatan forum ilmiah baik di dalam maupun di luar negeri.  Program program ini diupayakan selalu meningkat pada tahun tahun berikutnya.
Di samping meningkatkan jenjang pendidikan para dosen, UEU juga berupaya untuk meningkatkan wawasan dan berbagai kompetensi dosen, melalui berbagai program pelatihan, seperti pelatihan penulisan proposal penelitian, penulisan karya ilmiah di jurnal internasional, penyusunan buku ajar, konseling dan pembimbingan akademik bagi mahasiswa, penyusunan materi ajar e-learning dan lain sebagainya.  Dan pada awal Tahun 2010 yang baru lalu, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta, telah dilaksanakan pelatihan ketrampilan dasar instruksional (Pekerti) kepada lebih dari seratus orang dosen.  Diharapkan bahwa dengan diberikannya pelatihan tersebut, kualitas proses pembelajaran di kampus ini akan semakin meningkat.
Dalam bidang pengabdian pada masyarakat, mulai tahun 2009 lalu, UEU bersama MercyCorps, sebuah lembaga nirlaba internasional, telah mengembangkan model dan penerapan Participatory Spatial Planning (perencanaan ruang perkotaan berbasis masyarakat), yang merupakan sebuah model perencanaan ruang perkotaan yang sangat baru di Indonesia. Sebagai pilot project dipilih Kampung Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan difokuskan pada perencanaan ruang publik dengan memanfaatkan Ruang Kolong Tol bagi komunitas marjinal perkotaan yang bermukim di sekitarnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup pula upaya untuk pemberdayaan dan penyadaran masyarakat terhadap pentingnya keberadaan dan fungsi ruang publik. Hasil kegiatan ini selanjutnya diikutsertakan dalam Lomba Kota Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum, dan diangkat menjadi tema seminar dalam rangka Hari Habitat se-Dunia 2009 di Jakarta. Pada bulan Januari-Februari 2010 Esa Unggul juga melakukan upaya pembinaan kesadaran dan kemampuan parenting bagi kelompok ibu-ibu di lingkungan Kampung Rawa Bebek tersebut.
Sejak berdirinya tahun 1993, universitas kita ini telah tumbuh dengan mantap. Jumlah mahasiswa terus meningkat, dan pada tahun 2010 ini, kita sudah menerima lebih dari 2.000 mahasiswa baru, dari berbagai program studi termasuk, Program Pasca Sarjana.  Pada saat ini, kita telah memiliki 8 (delapan) fakultas dengan 23 (dua puluh tiga) program studi.  Dari seluruh program studi tersebut, 5 diantaranya telah memperoleh Akreditasi A, 15 Akreditasi B, 3 dalam proses akreditasi; dan Alhamdulillah setelah melalui proses reakreditasi, program studi Rekam Medik kembali memperoleh akreditasi A.  Akreditasi bertaraf internasional saat ini sedang dipersiapkan oleh Prodi S1 Manajemen dan Magister Manajemen.  Setelah masing masing program studi tersebut memperoleh Akreditasi A dan masuk menjadi anggota AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business), kedua program ini sedang mengejar akreditasi yang bergengsi dari lembaga internasional tersebut.
Rerata lama studi mahasiswa S1 pada Tahun Akademik 2008/2009 lebih pendek dibanding tahun tahun sebelumnya, yakni 4.43 tahun.  Dari rata rata tersebut terdapat 68% mahasiswa yang menyelesaikan masa studinya tepat waktu yaitu kurang dari 4,5 tahun.  Bahkan ada yang dapat menyelesaikan masa studinya dalam waktu 3.5 tahun.  Untuk program S2, rata rata masa studinya adalah 2.57 tahun.  Dan dari rata rata tersebut terdapat 52,94% mahasiswa yang menyelesaikan masa studinya tepat waktu, yaitu kurang dari 2,5 tahun.  Bahkan ada yang dapat menyelesaikan masa studinya kurang dari dua tahun.
Prestasi akademik mahasiswa UEU dalam menyelesaikan studi tahun 2008/2009 juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, yaitu IPK rata rata 2.89.  Berdasarkan hasil analisa statistik jumlah lulusan yang mempunyai IPK di atas 3.0 mencapai 58,09% atau sebagian besar besar dari jumlah lulusan tersebut.
Peningkatan kinerja dari hasil proses akademik tersebut tentunya selain didukung oleh sistem Hybrid Learning, juga didukung oleh faktor faktor lain seperti semakin intensifnya pola pembimbingan tugas akhir dan penerapan aturan aturan akademik dan penjaminan mutu secara konsisten agar mahasiswa dapat lebih cepat menyelesaikan studi dengan kualitas yang tetap terjaga.

Mahasiswa UEU juga telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.  Adapun beberapa dari prestasi prestasi tersebut diantaranya:

- Juara I Commercial Movie Student Award Tingkat Nasional, 2010

- Juara I pada lomba pembuatan Film Dokumenter Tingkat Nasional, 2009

- Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam rangka World Town Planning Day, 2008

- Top Four English Debate antar perguruan tinggi se-DKI Jakarta, 2009

- 10 besar tingkat nasional Liga Bola Basket Nasional.  Merupakan salah satu dari 10 tim terbaik yang bermain pada Divisi Utama Nasional 2009.

- Juara I Divisi I DKI Jakarta pada Liga Sepak Bola Asmaja, 2008

- Mewakili Indonesia mengikuti PON tingkat ASEAN dalam cabang olah raga Basket, 2008

- Penerima Silver Award dalam International Indonesia Motor Show, 2007

- 10 besar Lomba Penelitian Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Tingkat Nasional, 2007

Pencapaian dan prestasi tersebut membuktikan telah tumbuhnya tunas UEU sebagai universitas berkelas dunia. Ke depan, dengan dukungan penuh dari segenap warga UEU, capaian kita akan jauh lebih baik. Melalui prestasi prestasi yang diraih oleh sivitas akademika itulah citra UEU akan semakin meningkat dari hari ke hari.
Akhirnya, ingin kami sampaikan kepada para wisudawan bahwa berkat upaya, kerja keras dan ketekunan anda, maka di tahun ini anda semua telah berhasil menyelesaikan studi anda masing-masing di dalam bidang ilmu yang telah anda pilih selama ini. Pimpinan Kampus beserta segenap sivitas akademika Universitas INDONUSA Esa Unggul mendoakan agar anda sukses di masa mendatang. Jadilah anak bangsa yang berguna bagi Tanah Air dan Negara Indonesia.
Kami ucapkan selamat pada wisudawan dan wisudawati beserta orang tua dan keluarga yang mendampingi. Tak lupa kami ucapkan selamat pula kepada para Wisudawan dan Wisudawati yang menerima Penghargaan dan Beasiswa Abdul Gafur Award, Kemala Award, IOM Award serta INDONUSA Scholarship.
Semoga cita-cita anda selama ini dalam menempuh pendidikan dapat membuahkan kesuksesan dalam berkarier dan berkarya di masa mendatang.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Taufik, Hidayah dan lindunganNya kepada kita semua. Amien.

Demikian,
Wassalaamualaikum Wr. Wb.
Dr. Ir. Arief Kusuma A.P. MBA
Rektor

Home

About

November 11th, 2010

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring

Orasi Ilmiah Menteri Komunikasi dan informatika
Pada Orasi llmiah di Universitas Esa Unggul
Jakarta, 31 Maret 2010

Yth. Rektor Universitas Esa Unggul.
Yth. Bpk/tbu Dosen dan Civitas Academica Universitas Esa Unggul.
Para Wisudawan dan Wisudawati yang kami banggakan.
Para Mahasiswa yang kami cintai.
Dan Hadirin sekalian yang berbahagia.

Assalamualaikunwarrahmatullahiwabarakatuh, Selamat pagi.

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga memungkinkan kita pada hari ini untuk bersama-sama hadir daiam acara wisuda sarjana dan pasca sarjana Universitas Esa Unggul yang terhormat dan sangat berbahagia ini. Sesuai dengan permintaan Rektor, sambutan atau lebih tepatnya disebut orasi ilmiah ini mengambil judul Komunikasi dan Informatika Sebagai Perekat Bangsa.

Ketika awal kami menerima undangan untuk hadir dan diminta menyampaikan keynote speech dalam acara ini, kami merasa sangat senang dan itulah sebabnya kami Alhamdulillah menyanggupi hadir di tempat ini, karena selain temanya sangat menarik, juga memungkinkan kita bersama untuk sating mengingatkan, bahwa pada beberapa waktu terakhir ini dirasa sangat penting bagi kita untuk kembali kita renungkan sejenak sampai seberapa jauh komitmen, pengabdian dan tanggung-jawab kita telah dikontribusikan untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini. Ini bukan berarti telah terjadi suatu proses panjang ke arah dekadensi pengabdian pada, tetapi dengan dinamika politik nasional yang sangat fluktuatif dan kadang sulit diprediksi arah perkembangannya ini muncul suatu pemikiran tentang kebutuhan solusi alternatif yang mungkin bisa dikontribusikan untuk mengatasi berbagai masalah kebangsaan.

Para hadirin sekalian yang kami hormati. Sejak awal memimpin Kementerian Kominfo, maka kredo utama yang selalu kami dengungkan di berbagai kesempatan adalah: komunikasi lancar informasi benar. Kredo tersebut memang menuntut Kementerian Kominfo untuk menanggung berbagal konsekuensi berat ketika hams mengimplementasikannya secara konsisten dan konsekuen. Dari aspek sarana komunikasinya menuntut adanya kelancaran, dan ini berarti bahwa Kementerian Kominfo harus semaksimal mungkin menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur komunikasi secara baik agar informasi berlangsung dengan lancar.

Saat ini pemerintah, khususnya Kementerian Kominfo, sedang melakukan percepatan pembangunan ICT, baik yang sepenuhnya dilakukan pendanaannya oleh kalangan industri ICT itu sendiri secara tunggal maupun dalam bentuk konsorsium serta berbagai institusi lainnya termasuk perguruan tinggi. Kebijakan ini adalah sebagai salah satu strategi pemerintah untuk memperlancar penyediaan akses komunikasi, sehingga informasi yang flingkupnya sangat global dapat drakses dalam kesempatan pertama. Sarana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kondisi normal maupun dalam bencana alam. Fakta menunjukkan, bahwa potensi Indonesia dalam iinier ring of fire dart kemungkinan ancaman gempa bumi dan bencana vulkanik cukup tinggi, telah mendorong Kementerian Kominfo dalam tiga tahun terakhir ini untuk mencari sejumlah solusi alternatif yang concrete, reliable dan acceable. Solusi ini memungkinkan jalinan komunikasi yang darurat sekafipun akan tetap terjaga dari pusat ke daerah yang paling pelosok sekalipun untuk memberikan pertolongan darurat dalam bencana alam. Kesannya memang terlalu sederhana, tetapi jika masalah interaksi komunikasi pusat dan dabrah dalam kondisi bencana alam seperti itu tidak ditangani dengan baik, maka akan menjadi entry point yang nilai sensitivitasnya sangat tinggi, yaitu mulai dari kekurang pedulian pusat terhadap daerah, lambannya koordinasi melalui sarana komunikasi dan anggapan terhadap kekurang seriusan dalam penanganan bencana aiam di suatu daerah tertentu. Itulah sebabnya, seperti yang belum lama ini terjadi ketilka berlangsung bencana banjir di sekitar Kabupaten Karawang, yang langsung terpikir pertama-tama dalam benak kami adalah apakah sarana komunikasi tetap berfungsi dengan baik, bagaimana media memberikan perhatian pemberitaan terhadap bencana tersebut, dan berikutnya seteiah kedua hai tersebut terselesaikan baru menginjak adanya kewajiban kami untuk mendorong para stakeholder di lingkungan kami untuk turut berbagi dan memberikan kepedulian sosialnya untuk membantu sebagian korban banjir. Kebijakan ini tidak hanya untuk musibah di Karawang saja, tetapi juga kami terapkan pada beberapa daerah lain, sebagaimana belum lama ini juga kami ambll inisiatif untuk membantu penanganan pasca gempa bumi di Padang dan sekitamya. Memang tidak seluruh area bencana dapat kami kunjungi, namun minimal secara random kami berusaha ingin berbagi solidaritas, tetapi yang paling penting adalah dari Jakarta kami minimal wajib untuk memonitor apakah seluruh infrastruktur komunikasi dan informatika dapat berfungsi dengan baik dimana pun terjadi bencana. Jika sulit diatasi, maka perintah kami adalah lakukan sesuai sarana yang tersedia secara darurat namun dalam hitungan waktu yang secepat mungkin.

Tanggap darurat penanganan sarana komunikasi dan informatika ini minimal dapat menghubungkan para korban dengan saudara-saudaranya yang berada di tempat lain dan di luar negeri sekalipun. Para hadirin sekalian yang kami hormati Bagi kami dan para hadirin yang beragama Islam, tentu sangat mengetahui, bahwa Allah SWT dalam Q.S an-Nisa: 1 berfirman, Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya,kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Bahkan menurut Rasulullah, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahim. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya. Kami yakin, bahwa bagi para hadirin yang bukan beragama Islam pun tentu pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing tertanarnesensipentingnya silaturahim. Pesan yang kami ingin sampaikan adalah,bahwasanya keyakinan agama kita semua sesungguhnya memandang sangat penting tentang silaturahim yang harus terus dijaga dan direkatkan dengan baik. Tugas kami di Kementerian Kominfo adalah berusaha agar sekiranya silaturahim fisik tidak dapat dilakukan, minimal silaturahim meialui sarana komuniltesi dan informatika yang kini sudah tersedia cukup banyak. Contoh konkret salah satu forum silaturahim secara fisik yang perbnah kami gagas adalah ketika beberapa waktu lalu pernah kami bersama Kapolri Bambang Hendarso mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan redaksi media massa di Kementerian Kominfo. Kami tidak menggunakan istilah melakukan pemanggilan kepada sejumlah pimpinan media massa untuk permintaan klarifikasi atas sejumlah pembentaan yang telah mereka pubiikasikan, tetapi istilah yang kami gunakan adalah kegiatan silaturahim antara pimpinan Kementerian kominfo dan Kepolisian Rl serta pimpinan media massa, yang secara kebetulan agenda utamanya adatah masalah Bibit dan Chandra saat itu. Syukur Alhamdutillah, seusai acara itu sama sekali tidak ada satu pun media yang mempersoalkan pertemuan tersebut. Dalam konteks Ini, Kementerian Kominfo dituntut harus smart, creative, innovatif dan effective dalam memerankan fungsinya sebagai salah satu institusi humasnya pemerintah dalam menjelaskan kepada publik tentang duduk masalah tersebut secara proporslonal.

Sedangkan silaturahim secara naslonal yang pernah juga kami gagas dengan menggunakan sarana komunikasi dan informatika adalah ketika Preslden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada tanggal 30 November 2009 mengadakan dialog interaktif melalui fasilitas layanan telekomunikasi perdesaan (yang lebih populer dengan istilah program USO) dengan beberapa pemuka desa, yang berada di pelosok Nusa Tenggara Barat dan juga Kalimantan Barat. Dialog interaktif yang dilakukan oleh Presfden Republik Indonesia tersebut kemudian kami tindak lanjuti dengan pembangunan untuk lebih dari 25.000 desa di seluruh Indonesa yang semula tidak terakses layanan telefon, maka|pada program 100 hari kami yang lalu sudah dapat diakses dengan bark. Ini belum lagi ditambah dengan penyediaan fasilitas untuk 100 desa berbasis internet, yang sebelumnya juga belum mengenal dan apalagi mengakses internet. Kesemuanya itu, Alhamdulillah kami bangun untuk kebutuhan rakyat, bukan   kebutuhan   kementerian   kami,   supaya   rakyatberinteraksi dengan balk dan lancar. Insya Allah hingga 5 tahun ke depan program percepatan pembangunan komunikasi dan informatika tetap akan kami teruskan dengan tujuan besarnya adalah untuk mempererat ikatan nasionalisme, kebangsaan dan ke-lndonesia-an kita bersama. Kami pun juga tidak hanya berpuas diri dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi saja, tetapi juga bidang penyiaran dengan program digital untuk siaran televisi dan radio. Migrasi dari sistem penyiaran analog ke digital merupakan tuntutan global seiring dengan kemajuan teknologi di bidang penyiaran dimiana Indonesia tidak dapat menghindarinya. Lambat laun peralatan yang menggunakan teknologi analog akan ditinggalkan dan tidak akan diproduksi lagi. Penyiaran televisi digital secara fundamental berbeda dengan analog dimana seandainya pada analog 1 kanal frekuensi hanya digunakan untuk menyiarkan 1 program, sedangkan pada siaran digital teresterial 1 kanal dapat menyiarkan sampai dengan 6 program bahkan lebih. Dengan menerapkan sistem siaran digital ini maka akan terjadi efisiensi penggunaan kanal.
Hanya saja, untuk diketahui bersama, bahwa meskipun konsentrasi Kementerian Kominfo lebih banyak pada pengembangan ICT, ini bukan berarti meninggatkan metode dan kebijakan pola komunikasi tradisional yang sudah berkembang turun temurun di tengah-tengah masyarakat kita selama   ini.   Pola   komunikasi  tradisional seperti  dengan   pertunjukan kesenian dari berbagai daerah tetap memperoleh porsi yang cukup proporsional dalam sejumlah program Kementerian Kominfo, karena terbukti komunikasi semacam itu mampu mencuatkan kearifan lokal dan rnemberi peran partisipatif masyarakat yang lebih aktif dalam mendinamisasikan hubungan pemerintah dan masyarakat. Fakta ini juga menunjukkan, bahwa pendekatan sosial budaya tetap memegang peranan penting dalam era globalisasi seperti saat ini.

Masih dalam ruang lingkup tanggung jawab kami, dalam orasi ilmiah ini juga perlu kami sampaikan, bahwa Insya Alloh sebentar lagi UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi Pubiik sudah akan mulai efektif beriaku tepat sebulan lagi yaltu pada tanggal 30 April 2010. Pemberlakukan UU ini menuntut seluruh badan pubiik harus anytime well-prepared menghadapi tuntutan masyarakat yang ingin memperoieh informasi sejauh tidak dikecualikan. Mengingat UU sejenis itu baru pertama kalinya di berlakukan di Indonesia, kami di Kementerian Kominfo sudah mempersiapkan diri untuk menjadi pilot project agar lembaga-lembaga pubiik lainnya dapat mengikuti pola yang serupa sebagai best practice yang efektif. Sejauh ini kami sudah melakukan sosialisasi ke berbagai instansi baik di pusat maupun daerah, yang semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pubiik bahwa kehadiran UU KIP tersebut harus disikapi secara serius dan penuh kehati-hatian namun tidak perlu merasa panik. Seandainya UU tersebut nantinya diimplementasikan dengan baik, Insya Allah satu sarana informasi baru lagi yang dapat dimanfaatkan untuk saling berinteraksi aecara nasionat, karena satu sama lain di antara kita akan semakin terbuka untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin. Oleh karenanya, melalui kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk tidak mengesampingkan ikatan silaturahim di antara kita semua, karena Alhamdulillah kami di Kementerian Kominfo sudah memfasilitasi semuanya semampu yang kami dapat lakukan. Kemampuan akademis dan intelektual adik-adik sekalian tidak pehu kami ragukan, karena tanpa itu tidak mungkin dapat diwisuda seperti saat ini. Tetapi bagi kami itu saja tidak cukup, karena wisuda hanya awal dari pengabdian sesungguhnya bagi bangsa dan negara. Kini bangsa kita tercinta ini menanti pengabdian adik-adik dalam segala bidang di era informasi dan teknologi yang luar biasa tinggi percepatan dan perkembangan manfaatnya, tetapi juga luar biasa dampak negatifnya jika kita lengah mengantisipasinya. Hadirin sekalian yang kami hormati. Demikianlah sambutan ini segera kami akhiri. Dengan harapan agar segala fasilitas komunikasi dan informatika ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengoptimalisasikan fungsi perekat bangsa. Lebih dari itu, kami berharap agar Universitas Esa Unggul dapat lebih berperan untuk itu dan kami sangat yakin hal tersebut dapat dilakukan. Insya Allah niat baik tentu akan berujung hasil yang baik jika kita galang bersama secara konstruktif Semoga dengan niat tulus kita dan berbagai upaya yang dilakukan, bangsa Indonesia tetap akan teruji dari berbagai rintangan dan tantangan serta terus bergerak ke arah kemajuan yang komprehensif dalam berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju sekalipun. Insya Allah.

Sekian, terimakasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Menteri Komunikasi dan informatika,
Tifatul Sembiring

Incoming search terms:

  • pidato instructor
  • pidato sambutan wisuda mahasiswa dalam bahasa inggris
  • pidato usaha dapat beasiswa
  • sambutan wisuda um malang
  • text pidato b inggris dalam rangka melaksanakan wisuda
  • Ucapan sambutan penghargaan dalam wisuda dalam konteks bahasa inggris
loading...

Leave a Reply