Teks Pidato : Peran Edukasi Perpajakan Terhadap Optimalisasi

Peran Edukasi Perpajakan terhadap Optimalisasi Penerimaan Negara dari Sektor Pajak

Ibu Rini selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang saya hormati,

Rekan-Rekan mahasiswa yang saya banggakan,

Assalamualaikum wr.wb.,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa yang telah melimpahkan kenikmatan lahir dan batin sehingga pada hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bersama-sama memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Beberapa waktu yang lalu, ketika menjelajahi dunia maya, saya menemukan sebuah internet meme atau gambar ilustrasi yang mengusik perasaan saya. Internet Meme tersebut berisi gambar sebuah bangunan sekolah dan tulisan Lulus S-1 dan S-2, mengerti teorema fisika yang sulit dan mampu memecahkan persoalan matematika yang rumit sekali pun, tapi tak mampu mengisi formulir pajak dengan benar karena hal tersebut tak pernah diajarkan di sekolah. Meme tersebut mengungkapkan keluhan masyarakat yang awam tentang perpajakan. Mereka mengganggap pajak itu sulit, tidak praktis, dan beban karena mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan dan informasi tentang apa dan bagaimana pajak yang sebenarnya.

Oleh sebab itu, Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati saat ini merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk mengulas peran edukasi di bidang perpajakan terhadap optimalisasi penerimaan negara dari sektor pajak.

Rekan-Rekan yang saya hormati,

Sejak satu dekade terakhir DJP telah dibebani tugas untuk menyokong pembiayaan pembangunan dalam jumlah yang semakin besar. Peran penerimaan pajak dalam APBN makin dominan di atas angka 74% dan diperkirakan akan terus bertambah. Dibandingkan dengan tahun 2002, target penerimaan pajak di tahun 2012 telah melonjak hingga 473,33%, hal ini menandakan dinamisasi kehidupan bangsa kian menuntut kemandirian fiskal yang harus dipenuhi demi kesuksesan pembangunan.

Peran vital DJP sebagai instansi yang mengemban tugas untuk menghimpun penerimaan negara harus berhadapan dengan realita masih rendahnya kesadaran partisipasi masyarakat dalam bidang perpajakan. Sebagai perbandingan, dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa dan asumsi PTKP sebesar Rp24,3 juta/ tahun, terdapat 60 juta masyarakat yang berpenghasilan di atas PTKP, namun hanya 25 juta orang yang membayar pajak. Selain itu, dari lima juta badan usaha yang diperkirakan meraup laba, hanya 520 ribu badan usaha yang membayar pajak.

Rekan-Rekan mahasiswa yang berbahagia,

Pembiayaan negara kita saat ini masih sangat bergantung pada sektor perpajakan. Kesadaran dan kerelaan masyarakat wajib pajak untuk melaksanakan seluruh kewajiban perpajakannya adalah salah satu kunci guna menunjang keberlangsungan negara. Oleh sebab itu, edukasi dan sosialisasi yang berkesinambungan kepada masyarakat wajib pajak harus senantiasa diselenggarakan. Bagaimana wajib pajak bisa melaksanakan kewajibannya bila mereka tidak tahu dan tidak paham dengan apa dan bagaimana pelaksanaan kewajiban perpajakannya? Dari mana mereka akan memperoleh pengetahuan perpajakan bila sampai saat ini pengetahuan tersebut bukan merupakan kurikulum wajib pada setiap jenjang pendidikan formal di Indonesia?

DJP tidak bisa terlalu bergantung pada sistem self assessment yang menghendaki wajib pajak berinisiatif untuk mencari tahu apa dan bagaimana pelaksanaan kewajiban perpajakannya. Sistem tersebut barangkali hanya akan efektif bagi wajib pajak yang berada dalam kategori menengah atau besar. Mereka bisa dengan mudah membayar konsultan pajak atau merekrut orang-orang yang memiliki pengetahuan perpajakan untuk membantu mereka. Akan tetapi, bagaimana dengan wajib pajak kecil? Menilik kepada situasi ini, sosialiasi dari DJP harus kian gencar dijalankan hingga ke jajaran yang terdekat dengan masyarakat serta dengan melibatkan unsur pemerintahan lokal sebagai pendukung.

Rekan-Rekan yang saya hormati,

Mayoritas masyarakat Indonesia memahami perpajakan saat mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Padahal perpajakan saat ini telah menyentuh segala aspek kehidupan sehingga edukasi perpajakan perlu diberikan sejak dini kepada siswa-siswa di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah. Hal ini disebabkan mereka adalah generasi muda bangsa yang diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara pada masa mendatang. Di samping itu, mereka juga diharapkan dapat menularkan informasi perpajakan dan bahkan memberikan kesadaran tentang kewajiban perpajakan terutama kepada lingkungan terdekat mereka.

DJP kini telah menyusun sejumlah langkah untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak melalui institusi pendidikan. Bentuk edukasi perpajakan yang diadakan oleh DJP antara lain Early Tax Education, Tax Goes To School, perlombaan perpajakan, kelas pajak/klinik pajak, seminar/diskusi, dan lokakarya.

Rekan-Rekan mahasiswa yang saya banggakan,

Kontribusi apa yang dapat kita berikan sebagai mahasiswa pajak? Banyak aksi yang telah dilakukan oleh mahasiswa STAN dengan berbagai cara yang kreatif, di antaranya dengan membuat jingle materi perpajakan, lomba poster perpajakan untuk semua kalangan, lokakarya, dan sebagainya. Selain itu, kita dapat berinovasi membuat video tutorial pengisian SPT dengan cara yang menarik dan mudah dipahami kemudian diunggah ke dalam laman jejaring sosial sehingga dapat disimak oleh masyarakat.

Rekan-Rekan mahasiswa yang saya banggakan,

Peningkatan penerimaan negara dari pajak telah memampukan negara menyelenggarakan program untuk menyejahterakan masyarakat dalam beberapa aspek mendasar termasuk pendidikan. Saya ingin mengutip perkataan Presiden Amerika Serikat yang ketiga, Thomas Jefferson, The tax which will be paid for the purpose of education is not more than the thousandth part of what will be paid to kings, priests and nobles who will rise up among us if we leave the people in ignorance. Oleh sebab itu, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk turut serta memberikan edukasi perpajakan kepada masyarakat dan bersama pajak, kita cerdaskan bangsa. Terima kasih atas perhatian rekan sekalian. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan. Wassalamualaikum wr.wb.

Leave a Reply