Pidato Rektor Ppmb 2003

 
SAMBUTAN REKTOR ITB 
pada 
PERESMIAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITB 
TAHUN AKADEMIK 2003/2004 
Sasana Budaya Ganesa ITB 
15 Agustus 2003 
 
 
Yang saya hormati, Pimpinan dan Anggota Majelis Wali Amanat; 
Pimpinan dan Anggota Senat Akademik dan Majelis Guru Besar ITB; 
Para Pimpinan Fakultas, Departemen, Lembaga, Direktorat,  dan Bagian di lingkungan ITB yang 
saya hormati; 
Para mahasiswa baru ITB angkatan 2003 yang saya banggakan, 
 
Assalamualaikum wr. wb., 
Selamat pagi, dan selamat datang di Gedung Sasana Budaya Ganesa ITB. 
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat, rizki dan 
kesehatan pada kita semua, hingga pagi ini kita dapat berkumpul pada acara yang amat 
bermakna, khususnya bagi putra-putri bangsa generasi penerus yang telah terseleksi dan 
diterima secara resmi menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung, baik untuk Program 
Sarjana, Magister, dan Doktor. Saya atas nama seluruh sivitas akademika ITB mengucapkan 
selamat atas keberhasilan anda semua, dan selamat bergabung menjadi anggota baru sivitas 
akademika, dan komunitas ilmiah di ITB. 
Budaya Pembelajaran di ITB 
Saudara-Saudara para mahasiswa baru yang saya cintai, 
Mulai hari ini, anda memasuki tahap pendidikan lanjutan, setelah anda berhasil menyelesaikan 
tahap pendidikan sebelumnya. Pada tahap pendidikan lanjutan ini, anda akan mengikuti suatu 
proses pendidikan yang lebih tinggi, yang keberhasilannya selain ditentukan oleh kemampuan 
akademis, juga ditentukan oleh kedewasaan, kemandirian dan kerja keras. Saya mengharapkan 
ketiga hal tersebut tetap anda pertahankan sekuat tenaga, supaya dapat menyelesaikan tugas-
tugas anda sebagai mahasiswa ITB, dan berhasil menyelesaikan studi di ITB dengan prestasi 
yang terbaik. Khusus bagi mahasiswa baru Program Sarjana, saya mengharapkan supaya 
ketergantungan anda kepada orang tua tidak berlebihan. Sebagai mahasiswa ITB yang dewasa, 
serta menyadari dan memahami sepenuhnya tugas dan kuwajiban yang harus dilakukan, maka 
tidak perlu lagi bergantung kepada orang tua. Saya melihat pada waktu ujian seleksi yang lalu, 
banyak peserta ujian yang ditunggu orang tuanya di depan pintu ruang ujian, dan pada waktu 
pendaftaran banyak orang tua yang ikut antri mengambil formulir. Bahkan saya melihat seorang 
ibu membantu putranya mengisi formulir Data Induk Mahasiswa (DIM), selain itu saya juga 
mendapat laporan bahwa 95% penilpun yang mencari informasi tentang pendaftaran mahasiswa 
baru ke ITB datang dari ayah atau ibu calon mahasiswa. Melihat kenyataan ini, tidak ada beda 
antara Sekolah Taman Kanak-kanak dengan Institut Teknologi Bandung. Tiga hal pokok 
penunjang yang menentukan keberhasilan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, yaitu 
kedewasaan, kemandirian, dan kerja keras, kurang tampak pada diri anda para mahasiswa baru 
Program Sarjana.  
 
8/15/2003 & 4:55 PM 
1
  
Saya sangat menyadari  betapa kasih dan sayang orang tua kepada putra dan putrinya,  namun 
demikian saya mengharapkan peran-serta para orang tua dalam membina putra dan putrinya 
menjadi insan  dewasa, sedangkan peran ITB adalah memberikan  berbagai kompetensi, baik 
hardskill maupun softskill, yang disyaratkan oleh masyarakat pengguna lulusan. 
Melalui kegiatan ko-kurikuler yang terstruktur dan terencana dengan baik, Lembaga 
Pengembangan dan Kesejahteraan Mahasiswa (LPKM) ITB bekerjasama dengan unit-unit 
kegiatan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan lainnya akan melaksanakan kegiatan-
kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kedewasaan dan kemandirian mahasiswa. Dengan 
demikian, para mahasiswa diminta secara aktif memanfaatkan dan mengikuti dengan baik 
kegiatan-kegiatan tersebut. 
 
Efisiensi Pendidikan 
Hadirin yang saya hormati, 
Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi dengan status BHMN, ITB melaksanakan proses 
pendidikan secara efisien sehingga memberikan dampak positif secara nasional, mulai dari sisi 
penyediaan sumberdaya manusia, efisiensi bagi para orang tua dan wali dalam menyediakan 
dana pendidikan, serta pemberian kesempatan yang lebih banyak bagi calon mahasiswa di 
seluruh Indonesia untuk belajar di ITB. Namun efisiensi pendidikan tetap akan menghasilkan 
lulusan yang memenuhi kriteria lulusan berkualitas, baik dari sisi akademik maupun dari sisi 
kesiapan lulusan untuk terjun di masyarakat. Dengan demikian, setiap mahasiswa ITB dituntut 
untuk dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan waktu yang dialokasikan dalam kurikulum, 
mencapai Indeks Prestasi yang tinggi, serta mempunyai kemampuan berkomunikasi dan 
bergaul, dalam arti luas, dengan baik.  
Selain itu, ITB memandang efisiensi pendidikan tidak hanya ditinjau dari waktu penyelesaian 
satu program pendidikan, tetapi ITB mempunyai pandangan bahwa jenjang pendidikan yang 
terintegrasi merupakan suatu  efisiensi dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dalam hal 
ini, ITB memberikan kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk dapat menyelesaikan dua 
jenjang program pendidikan (sarjana dan magister, atau magister dan doktor) atau tiga jenjang 
program pendidikan (sarjana, magister, dan doktor) dalam waktu yang singkat. 
Untuk dapat melaksanakan suatu proses pendidikan yang efisien tersebut, maka diperlukan 
suatu kerjasama yang baik, antara staf pengajar dan mahasiswa, serta didukung oleh 
kebijakan-kebijakan dari Pimpinan ITB, yang berlandaskan pada Keputusan-keputusan Senat 
Akademik, dan Majelis Wali Amanat. 
Kebijakan Semester Pendek, Tepat Waktu, 
IP tinggi dan Baik dalam Berkomunikasi 
Saudara-saudara, Ibu, dan Bapak sekalian, 
Banyak mahasiswa yang mengartikan secara kurang tepat kesempatan-kesempatan untuk 
berprestasi yang disediakan oleh ITB, yang semata-mata hanya dilandasi oleh pemanfaatan 
kesempatan. Sebagai contoh, dalam upaya untuk mempercepat waktu studi para mahasiswa, 
ITB menyediakan semester pendek yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk 
mengambil matakuliah tidak harus pada semester yang telah ditentukan. Namun mahasiswa 
menggunakan kesempatan yang baik ini, untuk mengulang matakuliah dengan tujuan semata-
mata untuk meningkatkan nilai, yang seharusnya dapat diselesaikan dengan baik pada waktu 
semester biasa. Pada kesempatan ini perlu ditegaskan sekali lagi, bahwa latar belakang 
pelaksanaan Semester Pendek bukan untuk memperbaiki nilai, tetapi disediakan bagi 
mahasiswa yang mempunyai potensi untuk menyelesaikan studi secara tepat waktu, atau lebih 
cepat, dengan nilai yang baik. Dengan demikian, perlu dimengerti oleh setiap mahasiswa, jika 
ITB mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pelaksanaan semester pendek, semuanya 
8/15/2003 & 4:55 PM 
2
mengarah pada pelaksanaan berdasarkan pada tujuan utama yang telah direncanakan. ITB 
menegaskan bahwa kunci keberhasilan mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studi tepat 
waktu adalah, bahwa setiap mahasiswa harus berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, 
pada setiap kesempatan pertama. Kebiasaan mahasiswa untuk menunggu kesempatan kedua 
dan seterusnya harus dihilangkan. Semua kebijakan akademik ITB pada dasarnya melatih 
mahasiswa untuk selalu berhasil dengan baik pada setiap kesempatan pertama. Hal ini akan 
sangat bermanfaat bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja nyata di masyarakat kelak 
dimana prinsip yang sama akan juga berlaku. 
 
Integrasi Program Sarjana, Magister, dan Doktor 
Para mahasiswa baru yang sangat saya banggakan, 
ITB telah mencanangkan bahwa program pendidikan Sarjana, Magister, dan Doktor adalah suatu 
program yang terintegrasi. Hal ini ditunjukkan dalam Kurikulum ITB 2003, yang akan diterapkan 
pada Semester tahun akademik 2003/2004 ini, bahwa kurikulum program sarjana, magister, 
dan doktor telah disusun menjadi satu kesatuan kurikulum, yang menerus. Integrasi ketiga 
program pendidikan tersebut memungkinkan adanya suatu program jalur cepat, dimana seorang 
mahasiswa program sarjana ITB dari suatu program studi dapat mengambil matakuliah-
matakuliah yang diakui dalam Kurikulum Program Pascasarjana dari program studi yang sama, 
sehingga dimungkinkan pendidikan Program Sarjana  dan program Pascasarjana dapat 
diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. Kriteria dan persyaratan rinci tentang program 
jalur cepat ini sedang dirumuskan, dan dalam waktu tidak terlalu lama akan dilaksanakan di 
ITB. Dengan demikian, para mahasiswa baru program Sarjana tahun 2003 dapat mempersiapkan 
diri untuk mengikuti program jalur cepat ini. Salah satu kriteria pokok yang diperlukan, adalah 
prestasi akademik yang baik. Tetapi, saya percaya bahwa semua mahasiswa baru tahun 2003, 
yang telah diterima melalui saringan yang ketat akan berhasil memenuhi semua persyaratan 
akademis untuk melanjutkan ke Program Pascasarjana. Pada wisuda tahun 2008 yang akan 
datang, saya mengharapkan sebagian besar mahasiswa program sarjana angkatan 2003 akan 
memperoleh gelar Magister pada waktu yang sama. 
ITB juga mengharapkan bahwa semua mahasiswa Program Magister, yang diterima pada tahun 
2003 ini, dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dengan mencapai prestasi akademik yang 
tinggi. Seperti halnya, kebijakan jalur cepat di program sarjana, maka program jalur cepat 
untuk program magister ke program doktor juga akan dilaksanakan. Mahasiswa program 
magister dapat mengambil matakuliah pada program doktor, sehingga dengan diselesaikannya 
tesis dan mata kuliah Program Magister lainnya, mahasiswa sudah dapat langsung bekerja untuk 
mempersiapkan disertasinya. Melalui jalur cepat program magister dan doktor ini, dirancang 
bahwa dalam waktu 4 tahun seorang mahasiswa program magister dapat menyelesaikan 
program doktornya 
 
Program Gelar Sarjana Ganda 
Hadirin sekalian yang saya muliakan, 
 
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni terjadi dengan sangat cepat. Masyarakat 
membutuhkan lulusan yang mempunyai kompetensi lebih dari satu bidang ilmu. Oleh karena 
itu, ITB merencanakan pendidikan untuk Program Gelar Sarjana Ganda (double degree 
program), dimana  program ini bertujuan menambah kompetensi mahasiswa ITB dari satu 
program studi dengan kompetensi lain yang berasal dari program studi berbeda. Dengan 
memiliki dua kompetensi ini, maka peserta program ini akan memperoleh Gelar Sarjana Ganda, 
yang masing-masing ditunjukkan dengan dua ijazah Sarjana. Secara umum program gelar ganda 
ini terbuka untuk setiap program studi, tetapi dengan mempertimbangkan waktu penyelesaian 
studi, maka pemilihan dua program studi yang akan diikuti perlu memperhatikan keserasian 
antara dua kurikulum dua program studi yang akan diikuti. Jumlah sks matakuliah ilmu 
8/15/2003 & 4:55 PM 
3
pengatahuan dasar (basic science) dan matakuliah-matakuliah engineering science merupakan 
bagian yang akan dipersyaratkan bagi mahasiswa yang berasal dari bidang keteknikan 
(engineering)  yang berada di bawah Fakultas-fakultas FTI, FIKTM, dan FTSP. Kesesuaian ini 
perlu dievaluasi dengan seksama oleh program studi yang akan melaksanakan program sarjana 
gelar ganda. 
 
Program studi yang berada dalam satu Fakultas memungkinkan dilaksanakannya program gelar 
sarjana ganda, meskipun tidak tertutup kemungkinan dapat dilakukan program ini untuk dua 
program studi pada Fakultas yang berbeda. Jumlah sks tambahan diperkirakan maksimum 72 
sks, tergantung pada program studi yang akan diikuti. Dalam pelaksanaannya setiap mahasiswa 
yang mengikuti program ini, tetap harus mengambil beban kuliah yang normal setiap 
semesternya, yaitu antara 18 20 sks, dengan demikian tidak berarti bahwa mahasiswa peserta 
program sarjana gelar ganda akan diijinkan untuk mengambil beban kuliah yang lebih besar 
dari beban normal. Jumlah sks ini memungkinkan seorang mahasiswa mampu menyelesaikan 
dalam waktu 2 tahun. Untuk mahasiswa yang berprestasi sangat baik, gelar ganda ini dapat 
diselesaikan dalam waktu 5,5 tahun. 
Seorang mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program ini, harus mengajukan 
permohonan, pada waktu sedang mengikuti program sarjana dan telah menyelesaikan 
matakuliahnya dengan jumlah sks lebih dari 100 sks. Kedua program studi yang akan dituju 
untuk gelar ganda akan melakukan evaluasi dan menentukan matakuliah-matakuliah tambahan 
yang akan ditempuh. Persyaratan rinci lainnya serta beberapa hal teknis yang diperlukan akan 
ditentukan kemudian. 
 
Perpustakaan 
Hadirin sekalian yang sangat saya muliakan, 
Suatu perguruan tinggi yang terpandang dicirikan oleh koleksi serta sistem pengelolaan 
informasi yang dimiliki. Sebagai ITB-BHMN dan menyadari pentingnya Perpustakaan, ITB telah 
mengalokasi dana sebesar Rp.1 milyard setiap tahunnya untuk pemeliharaan dan 
pengembangan Perpustakaan ITB. Pada saat ini koleksi buku sebanyak 207.000 eksemplar, dan 
dengan alokasi dana per tahun tersebut, penambahan koleksi buku dapat mencapai 430 buku 
per tahun, serta dapat melanggan 53 jurnal ilmiah, baik dalam bentuk cetakan maupun melalui 
online subscription. Tersedianya jaringan intranet, yang terhubung dalam backbone ITB, 
memungkinkan Perpustakaan ITB dengan cepat berkembang menjadi digital library, yang 
rintisannya telah dimulai sejak tahun 2000. Koleksi Perpustakaan ITB dapat diakses dengan 
cepat oleh sivitas akademika ITB, baik dari dalam maupun dari luar kampus ITB, melalui situs 
yang telah disediakan, yakni http://isisonline.itb.ac.id.  
Selain Perpustakaan ITB, di setiap Departemen tersedia pula perpustakaan yang mempunyai 
koleksi khusus di bidang ilmunya. Dengan tujuan efisiensi pengelolaan dan kemudahan akses 
bagi pengguna perpustakaan, ITB merancang suatu Sistem Perpustakaan Terpadu (One Library 
System), dimana Perpustakaan ITB dan setiap perpustakaan Departemen terhubung dalam 
jaringan intranet, menjadi satu kesatuan sistem. Pada saat ini telah berhasil digabung 7 (tujuh) 
Perpustakaan Departemen menjadi satu kesatuan dengan Perpustakaan ITB, dengan demikian 
ketujuh perpustakaan departemen tersebut dapat diakses melalui situs di atas. 
Pelaksanaan Property Right di ITB  
Hadirin sekalian, 
Suatu ciri masyarakat akademik adalah menghargai karya dan kreatifitas intelektual, yang 
dihasilkan oleh orang lain. Oleh karena itu, ITB bertekad untuk menghargai Hak Atas Kekayaan 
Intelektual (HaKI), dengan demikian semua civitas akademika ITB diharapkan menghargai HaKI 
tersebut.  
8/15/2003 & 4:55 PM 
4
Pada saat ini, perangkat lunak (software) merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam dunia 
akademik. Industri menuntut perguruan tinggi agar lulusannya mampu menggunakan perangkat 
lunak yang dibutuhkan dalam pekerjaannya. Namun disebabkan kendala harga perangkat lunak 
yang mahal, maka pembajakan seringkali dilakukan, dengan demikian praktek-praktek ini 
merupakan pelanggaran terhadap HaKI.  
Dengan tekad ITB untuk menghargai HaKI, maka mulai tahun 2003, ITB melaksanakan program 
Campus Agreement (CA) dengan Microsoft untuk membeli lisensi produk-produk Microsoft. 
Dengan demikian, seluruh civitas akademika ITB , dengan harga yang terjangkau karena 
disubsidi oleh ITB, dapat menggunakan semua perangkat lunak Microsoft yang secara hukum 
sah.  
Namun penggunaan perangkat lunak gratis, shareware, tetap dapat dilakukan, dengan 
catatan bahwa para pengguna shareware di ITB bdiharapkan memberikan sumbangan pemikiran 
untuk pengembangan dan penyempurnaan shareware tersebut lebih lanjut. Tentu saja, 
sumbangan pemikiran tersebut dapat menjadi wahana untuk memperkenalkan kemampuan ITB 
di dunia internasional. 
Dalam upaya memberi kesempatan bagi civitas akademika ITB untuk mencari informasi global, 
maka seperti tahun-tahun sebelumnya, ITB tetap menyediakan akses internet, bagi setiap 
sivitas akademika ITB, termasuk mahasiswa baru. Setiap mahasiswa baru angkatan 2003 akan 
disediakan internet account, yang dapat digunakan melalui access points yang tersebar di 
Kampus ITB. Dengan demikian, setiap mahasiswa dan lulusan ITB tidak akan gagap dalam 
mencari informasi.  
Olah Raga 
Para mahasiswa baru yang berbahagia, 
Olah Raga mempunyai kaitan yang erat dengan program pendidikan, oleh karena itu olah raga 
selalu masuk dalam kurikulum mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan 
tinggi. Melalui olah raga para mahasiswa akan berlatih berdisiplin, dan berperilaku sportif yang 
imbedded dalam kehidupan akademik. Oleh karena itu, ITB membangun Sasana Olah Raga 
Ganesha yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa melalui unit-unit kegiatan olah raga 
mahasiswa. Sampai saat ini, Sasana Olah Raga Ganesha memiliki fasilitas untuk cabang olah 
raga Sepak Bola, Tennis, Volley Ball, Basket Ball, Renang, Futsal, Atletik, Jogging, Aerobic, dan 
Kebugaran. Untuk masa mendatang sedang dikembangkan lapangan bulu tangkis, kolam renang 
dengan sarana yang lebih disempurnakan, seperti kolam renang air hangat, dan lain-lain. 
Sasana Olah Raga Ganesha tersebut antara lain disediakan untuk pelaksanaan matakuliah Olah 
Raga bagi para mahasiswa baru secara gratis. Selain itu, mahasiswa dapat menggunakan 
fasilitas olah raga tersebut secara gratis, untuk penggunaan jogging track dan atletik.  
Fasilitas olah raga tersebut memerlukan biaya yang tinggi, baik untuk perawatan maupun 
pengembangannya. Untuk itu, ITB telah membentuk pengelola Sasana Olah Raga Ganesha, 
dalam bentuk Auxiliary Venture, yang bertanggung jawab tentang pemeliharaan, pelayanan, 
serta pengembangan di masa datang.   
 
Kewirausahaan – ITB 
Para hadirin yang sangat saya muliakan,  
Salah satu tuntutan masyarakat terhadap lulusan ITB, adalah mempunyai kemampuan 
kewirausahaan (entrepreneurship), dimana dalam hal ini lulusan ITB diharapkan mampu 
menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, sebagai wujud kemandirian lulusan dan 
secara nasional merupakan kemandirian bangsa.  
Untuk memenuhi tuntutan tersebut, lulusan ITB diharapkan tanggap terhadap perubahan, 
memiliki jiwa inovatif-kreatif yang mampu menciptakan peluang usaha, serta berkemampuan 
membangun jejaring usaha yang dilandasi etika profesional. 
8/15/2003 & 4:55 PM 
5
Secara nyata hal ini dituangkan dalam kebijakan Majelis Wali Amanat dalam Kebijakan Umum 
Pengembangan ITB 2001 2006, yaitu melaksanakan penelitian untuk mengembangkan 
teknologi yang dapat diaplikasikan guna membangun kekuatan perekonomian nasional. ITB 
diharapkan menghasilkan technopreneur yang mampu mengembangkan industri dalam negeri 

yang kompetitif dalam era globalisasi. Pada masa ini, dengan jatuhnya perusahaan-perusahaan 
besar dan tetap tumbuhnya kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan suatu 
peluang bagi lulusan ITB untuk memberikan kontribusinya dalam mengembangkan 
perekonomian Indonesia melalui penumbuhan jiwa entrepreneurship bagi bagi lulusan ITB, 
sejak mahasiswa. Dengan demikian pembentukan Pusat Inkubator Bisnis ITB (PIB-ITB) 
merupakan suatu wadah nyata yang merupakan inkubasi entrepreneur tidak saja bagi 
mahasiswa, tetapi juga bagi pegawai akademik, maupun alumni ITB. Inkubasi entrepreneur 
tersebut berbasiskan kompetensi ITB di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni. 
Selain itu PIB-ITB akan menjembatani antara academic science dengan corporate science, 
dimana akan dipromosikan hasil-hasil penemuan ITB yang bernilai komersial, yang dapat 
memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia industri, khususnya di Indonesia. Dengan 
demikian melalui PIB-ITB, lulusan, pegawai akademik, dan alumni ITB dapat menjadi 
entrepreneur yang berjiwa bisnis dan memiliki etika profesional, yang akan mendorong 
tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru yang unggul dan berkelanjutan, sehingga pada 
akhirnya mampu menciptakan masyarakat produktif dan memberi nilai tambah bagi 
masyarakat, bangsa dan negara. 
 
Penutup 
Para mahasiswa baru yang saya cintai, dan hadirin yang saya hormati, 
Secara komprehensif pada kesempatan yang sangat baik ini, saya telah menyampaikan harapan-
harapan ITB kepada para mahasiswa baru, beberapa kebijakan program pendidikan, rencana 
pengembangan program-program pendidikan dan pengembangan, serta fasilitas pendidikan 
untuk menunjangnya. Seluruh program yang direncanakan tersebut, akan berhasil dengan baik, 
jika terlaksana suatu kerjasama antara seluruh sivitas akademika ITB, para alumni, dan para 
orang tua mahasiswa. Semua komponen dalam kerjasama ini, akan menyumbangkan jerih 
payahnya untuk kemajuan bangsa dan negara yang amat kita cintai. 
 
Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan pada kita semua: rasa kepedulian dan kebersamaan 
yang tinggi, kekuatan dan kesabaran dalam upaya mencapai cita-cita luhur kita bersama. 
Amien. 
 
Wabillahi taufik walhidayah. 
Wassalamu alaikum wr. wb. 
Kusmayanto Kadiman 
Rektor 
Institut Teknologi Bandung 
 
8/15/2003 & 4:55 PM 
6

Leave a Reply