Pidato Jadi : Selamat Sore Dan Salam Sejahtera Buat Kita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore dan salam sejahtera buat kita semua,

Yang saya hormati Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu dr. Endang Sedyaningsih,
Yang saya hormati Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar,
Yang saya hormati Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo beserta Ibu Tati
Yang saya hormati dan saya cintai Ibu-ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Kepala Perwakilan dari UNICEF maupun WHO dan Kepala Perwakilan Internasional lainnya,
Yang saya hormati para Direktur Rumah Sakit di Jakarta, Motivator ASI, Kelompok masyarakat pendukung ASI seluruh Jakarta, Bapak, Ibu para undangan serta peserta Pekan ASI Sedunia 2010,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Pertama-tama, saya juga ingin mengajak hadirin sekalian, marilah sekali lagi, kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat berkumpul di sini untuk bersama-sama memperingati Pekan ASI Sedunia 2010. Peristiwa seperti ini juga diselenggarakan di seluruh penjuru dunia dalam berbagai bentuk kegiatan yang semuanya bertujuan untuk mempromosikan, mendukung, dan melindungi pemberian ASI bagi bayi.

Hadirin yang berbahagia,
Mengapa dunia menganggap ASI itu penting? Karena ASI merupakan cairan ajaib yang diciptakan oleh Tuhan, khusus bagi bayi karena mengandung sel darah putih immunoglobulin, enzim dan hormon, serta protein spesifik yang cocok dan bermanfaat bagi bayi. Di dalam setiap tetes ASI mengandung zat kekebalan terhadap penyakit dan alergi. Telah terbukti bayi yang mengkonsumsi ASI akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan mempunyai mental yang lebih baik. Yang pada akhirnya akan menghasilkan generasi muda yang semakin baik dan berkualitas.
ASI sebagian besar mengandung air, lemak, protein, laktosa, serta gizi lainnya. Bayi yang baru lahir hingga 6 bulan pertama sesungguhnya tidak memerlukan makanan padat. Oleh karenanya, ASI yang tadi saya katakan mengandung air cukup besar atau banyak, sangat cocok untuk masa awal kehidupan manusia atau bayi. Itulah sebabnya perlu terus dikampanyekan pentingnya pemberian ASI ekslusif kepada bayi, karena memberi cairan selain ASI sebelum 6 bulan beresiko membahayakan kesehatan bayi.
Mengganti ASI dengan cairan yang sedikit gizinya atau tidak bergizi, berdampak buruk bagi kondisi bayi, daya tahan hidupnya, dan pertumbuhan, serta perkembangannya.

Kita harus terus mendorong agar para ibu memberikan ASI kepada bayinya. Caranya tentu saja dengan memberikan pengetahuan yang memadai mengenai manfaat dan cara yang benar dalam pemberian ASI.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka sebagai Duta ASI Nasional, saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mensosialisasikan pentingnya ASI eksklusif bagi bayi hingga minimal 6 bulan.

Hadirin yang berbahagia,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi, saya ingin menekankan pentingnya kita menyukseskan gerakan ASI ekslusif bagi bayi hingga 6 bulan. Kepada ibu-ibu, saya himbau agar sebisa mungkin meluangkan waktu untuk menyusui bayinya. Jangan pula ada perasaan gengsi atau malas menyusui, karena takut bentuk tubuhnya tidak indah lagi, atau alasan karena sibuk bekerja.
Sekali lagi, ASI sangat terkait dengan kualitas generasi muda kita di masa depan dan pada akhirnya kemajuan bangsa. Mari kita bergandengan tangan untuk meningkatkan kualitas generasi muda kita di masa depan. Akhirnya mari kita camkan bersama, memberi ASI kepada bayinya merupakan keharusan atau kewajiban bagi seorang ibu. Sedangkan mendapatkan ASI dari ibunya merupakan hak setiap bayi. Menyusui bayi harus menjadi lifestyle setiap ibu Indonesia. Sayang ibu, beri ASI.

Demikian, terima kasih.
Wabilahitaufiq walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply