Pidato : Hasil Riset Yang Dilakukan Sekolah Tinggi Sandi

Hasil riset yang dilakukan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) Indonesia bersama Yahoo menunjukkan, kalangan remaja usia 15-19 tahun mendominasi pengguna internet di Idonesia (64%). Pesatnya perkembangan dunia online ini mulai dilirik sebagai peluang emas oleh para pebisnis.

Para hadirin, Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menjadikan dampak negatif dari jejaring sosial menjadi positif untuk kita yang kecanduan atau senang bermain facebook atau twitter, jadikanlah sebagai tempat belajar atau tempat kita bertukar informasi. Kita juga dapat membuat kelompok-kelompok belajar di dunia maya dengan begitu kita tidak terkesan menghamburkan uang dengan percuma. Cobalah untuk berpikir bahwa berhubungan dengan orang lain secara langsung akan terkesan lebih sehat karena jauh dari pengaruh radiasi alat teknologi.

Yang kedua, cobalah untuk menggunakan jejaring sosial sebagai media pengembangan diri. Yang saya maksudkan disini adalah kita mencoba untuk merubah cara berpikir kita menuju kedewasaan. Karena jejaring sosial menghubungkan kita dengan orang-orang yang memiliki umur dan status yang berbeda-beda, pastilah kita akan lebih berpikir kedepan dan lebih peka terhadap hal-hal yang berbau masalah sosial.

Yang ketiga, cobalah kita mengajak teman-teman kita di dunia maya untuk berdiskusi mengenai masalah-masalah sosial yang sedang terjadi sekarang. Dalam hal ini kita akan lebih sering mendengar opini-opini masyarakat. Dengan ini kita akan berpikir lebih realistis dan mencoba untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus kita lakukan.

Selain itu, masih ada sebuah dampak yang banyak menjadi perdebatan dan bahan penelitian banyak pihak, yaitu dampak radiasi. Beberapa peneliti meyakini radiasi smartphone sangat tinggi dan penggunaannya memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Dalam sebuah penelitian dinyatakan, media sosial berhubungan dengan kepribadian introvert. Semakin introvert seseorang maka dia akan semakin aktif di media sosial sebagai pelampiasan.

Terbayang dalam benak penulis betapa budaya kita cenderung membentuk kita menjadi orang introvert karena terbiasa memendam perasaan kita yang sebenarnya di depan orang lain. Alangkah lebih baik apabila peran orang tua masa kini pun juga tidak sebatas sebagai pengawas anak, namun juga lebih jauh menjadi sosok yang memahami anak. Jangan sampai remaja kita lebih akrab dengan medai sosial dibanding dengan orang tua. Remaja tampak baik-baik di depan orang tua, namun ternyata hiperaktif di sosial media.

1. Mendapatkan perhatian

Hasil penelitian dari Pew Research Center Study, AS, menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berbagi informasi di sosial media. Berbagai informasi menjadi kunci bagi mereka untuk mendapatkan perhatian bagi diri mereka sendiri. Mereka seringkali mengeluhkan tentang oversharing yang dilakukan pengguna media sosial ain. Padahal, mereka sendiri juga terjebak di dalamnya. Mereka berbagi begitu banyak hal (bahkan yang bersifat pribadi) di dalam media sosial.
2. Meminta pendapat

Contohnya, mereka akan semakin sering menggunggah foto untuk sekadar melihat bagaimana komentar rekan-rekannya. Semakin banyak pujian atau sekadar Like di Facebook akan membuat mereka merasa populer. Dengan kata lain, media sosial menjadi indikator kepopuleran meraka. Ada "kepuasan intrinsik" pada remaja jika mereka populer di media sosial. Bukan hanya lewat foto, remaja seringkali menulis status yang berisikan permintaan saran pada rekan-rekan mereka. Dan, lagi-lagi, ini bukanlah hal yang penting untuk dibagi.
3. Menumbuhkan citra

Media sosial tidak akan mampu mendeskripsikan pribadi seorang pengguna secara utuh. Oleh sebab itu, remaja menjadikan media sosial sebagai penumbuh citra positif mereka. Remaja akan cenderung memberikan kesan yang baik saat di media sosial. Mereka berharap orang lain melihat mereka seperti apa yang mereka harapkan.
4. Kecanduan

Mereka akan sulit mengalihkan pandang dari situ. Mereka "terjebak" dalam lingkaran drama media sosial. Meskipun mereka terus mengeluh tentang "drama" dalam media sosial, kenyataannya mereka juga pelaku drama tersebut. Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".[1] Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (self-presentasi, self-disclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial[2]:

Berikut beberapa fakta unik seputar remaja dan jejaring sosial.

53 persen remaja mengikutsertakan email asli mereka ketika mendaftarkan diri ke suatu jejaring sosial

20 persen remaja mengikutsertakan nomor telepon pribadi mereka untuk mendaftar di suatu jejaring sosial

Twitter dan Tumblr adalah wajah baru dari komunikasi online

Di tahun 2012 lalu, tercatat pengaksesan jejaring sosial meningkat sebanyak 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya

Di tahun 2011 silam, aktivitas di situs-situs jejaring sosial yang dilakukan oleh pengguna berumur 15 sampai 24 tahun meningkat dari 79,4 persen di tahun 2010 menjadi 84,4 persen di tahun 2011.

Tercatat sekitar 300 juta foto yang diunggah ke Facebook setiap harinya

Sekitar 150 juta gambar yang dibagikan (share) di Snapchat setiap harinya

Lebih dari 1 miliar foto yang diunggah ke Instagram sejak bulan Mei 2012 silam sampai sekarang

Pada saat malam perayaan Tahun Baru 2012 silam, ada lebih dari 1,1 miliar foto diunggah ke berbagai jejaring sosial

Pengguna dengan rentang umur 13 sampai 17 tahun mengirimkan lebih dari 6 kali pesan pendek dengan menggunakan aplikasi chatting atau SMS dalam satu jam

43 persen remaja membeli perangkat pintar hanya untuk chatting dan texting

49 persen remaja yang memiliki account di situs jejaring sosial lebih suka melakukan texting daripada melakukan panggilan langsung

76 persen remaja wanita lebih sering berinteraksi di jejaring sosial dengan menggunakan smartphone dan tablet dibandingkan pria (72 persen)

97 persen remaja pria lebih sering mengakses internet dibandingkan wanita (93 persen)

Lebih dari 4 miliar video di YouTube ditonton setiap harinya secara global

64 persen remaja lebih sering mendengarkan lagu di YouTube daripada di radio (56 persen) atau melalui CD/kaset (50 persen)

Rata-rata remaja miliki lebih dari 130 teman di Facebook yang beberapa di antaranya justru mereka tidak mengenalnya

Remaja lebih sering mengakses jejaring sosial dibandingkan dengan orang dewasa

23 persen pengguna Facebook remaja mengakses situs tersebut hanya untuk memeriksa account mereka

Ada lebih dari 575 Like dan 81 komentar dibubuhkan di Instagram setiap detiknya

Lebih dari 450 juta twit yang dikirimkan melalui Twitter setiap harinya

Dari seluruh pengguna internet di dunia, 93 persen menggunakan Facebook dan 32 persen menggunakan Twitter setiap hari

Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa puja dan puji syukur kehadirat Allah S.W.T. yang maha pemurah yang telah memberikan kita limpahan rahmat sehingga pada kesempatan yang penuh damai ini kita masih diberikan waktu untuk berkumpul pada sebuah majlis yang Insya’allah berguna dan memberikan keberkahan.

Terimakasih, sholawat serta salam mari selalu kita panjatkan terhadap junjungan kita Nabi besar Muhammad S.A.W. karena berkat perjuangan beliau segenap umat Muslim dapat terbimbing menuju jalan yang diridhoi-Nya.

Yang saya hormati segenap dewan pendidik Bapak/Ibu guru beserta dewan pengurus Madrasah Tsanawiyah Darul Iman Kecamatan Kalibratas.

Yang saya hormati para hadirin sekalian yang telah menyempatkan waktu untuk hadir dimajlis pada pagi hari ini berkaitan dengan agenda sosialisasi untuk menggunakan internet (social network) demi tujuan yang positif.

Hadirin yang saya muliakan,

Incoming search terms:

  • Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Sandi negara (STSN) Indonesia bekerjasama dengan Yahoo
  • sekolah sekolah tinggi negara yang tampak perasaan
loading...

Leave a Reply