Pidato Agama : TRI WULANDARI.26.XI IPA3

TRI WULANDARI.26.XI IPA3

TUGAS AGAMA ISLAM

NASKAH DAKWAH

Asalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh

.

Yang terh­­ormat Bapak Sarino dan teman-teman yang berbahagia.

Yang pertama marilah kita panjatkan puji syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat bertatap muka dalam kesempatan yang bahagia ini.

Shalawat serta salam tak luput kita haturkan pada junjungan kita Nabu Muhammad SAW, semoga kita mendapatkan syafaatnya di Yaumul Qiyamah nanti. Amin

Hadirin rakhimakumullah

Salah satu karakter menonjol syariat Islam, adalah agama kita datang dengan membawa dan menjunjung tinggi kasih sayang. Begitu banyak nas dari al-Quran maupun Sunnah yang menjelaskan hal itu. Di antaranya:

Firman Allah taala,

Artinya: Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam. QS. Al-Anbiya: 107.

Juga sabda Nabi-Nya shallallahualaihiwasallam,

Orang-orang yang penyayang akan disayangi Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah siapa yang ada di atas muka bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit. HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr dan dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.

Dalam mengajarkan kasih sayang, Islam tidak hanya dengan memaparkan konsep global, namun juga menjabarkannya secara terperinci. Menyebutkan potret-potretnya secara detil dan menggambarkan dengan jelas praktek nyatanya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari orang terdekat, hingga manusia terjauh baik dari sisi kekerabatan maupun agama, semuanya berhak mendapat kasih sayang sesuai dengan porsi dan aturan yang telah digariskan agama. Tidak cukup hanya para manusia yang perlu disayangi, makhluk lain, semisal binatang dan tumbuhan pun mendapatkan jatah kasih sayang, jauh hari sebelum orang-orang barat mengkampanyekan kasih sayang terhadap binatang atau mencanangkan program green life.

Mengenai kasih sayang terhadap anak, Nabi telah mencontohkannya yaitu Suatu saat Rasulullah shallallahualaihiwasallam mencium (cucu beliau) al-Hasan bin Ali dan saat itu ada al-Aqra bin Hbis at-Tamimy duduk di samping beliau. Serta merta al-Aqra berkomentar, Aku memiliki sepuluh anak, sungguh tidak pernah satupun di antara mereka yang kucium. Maka Rasulullah shallallahu alaihiwasallam pun memandangnya seraya berkata, Barang siapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi!. HR. Bukhari dan Muslim.

Teman-teman sekalian..

Untuk memotivasi sifat saling menyayangi sesama muslim, selain dengan menjelaskan hak dan kewajiban di antara mereka, Nabi kita Muhammad shallallahualaihiwasallam juga membuat sebuah perumpamaan yang sangat indah, tentang bagaimana seharusnya kaum muslimin berkasih sayang di antara mereka,

Perumpamaan kaum mukminin dalam ukhuwah, kasih sayang dan kepedulian sesama mereka bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh bagian tubuh akan bersolidaritas dengan ikut begadang dan merasa sakit. HR. Bukhari dan Muslim dari an-Numan bin Basyir radhiyallahuanhu.

Bahkan Islam juga menerangkan jalan yang seharusnya ditempuh untuk mengantarkan kepada terciptanya kasih sayang tersebut. Di antaranya, dalam sabda Nabi shallallahualaihiwasallam,

.

Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan tentang sesuatu yang jika kalian praktekkan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalianHR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu.

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa kasih sayang akan membawa kita ke surga karena jika kitasaling mengasihi maka kita beriman. Dan kunci pangkal dari simpul ini adalah salam.

Wabilahitaufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply