Pidato : Miskin Bukan Halangan Untuk Tetap Hidup

Miskin bukan halangan untuk tetap hidup

Assalamualikum Wr Wb

Salam sejahtera buat kita semua

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan rezkinya kepada kita berupa kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di tempat nan sederhana ini.

Bapak kepala sekolah yang saya hormati

Ibu guru pembimbing yang saya hormati

Teman-teman yang saya cintai.

Kali ini saya akan membawakan pidato yang sedikit akan mencuakkan tentang ironi kemiskinan

Sahabatku yang super dan Ibuku tercinta

Saya yakin dan percaya tidak diragukan lagi kemiskinan adalah problem teratas yang dimiliki seluruh negara di dunia ini. Banyak orang yang mengatakan, kemiskinan sudah menjadi takdir. Ingat! Takdir berasal dari Tuhan dan yang perlu anda ketahui kemiskinan tercipta bukan karena takdir Tuhan. Tuhan hanya memberikan jalan yang lain untuk mereka yang kurang beruntung. Percayalah Tuhan akan menunjukkan pintu kebahagian itu sendiri. Jangan salahkan Tuhan kawanku. Tuhan bukan pilihan yang tepat untuk anda salahkan. Lihat diri anda dulu , apakah anda sudah banyak usaha untuk menaklukan kemiskinan ?

Sahabatku yang super

Berpikirlah sejenak dan tuturkan kata di hati. Siapa yang membuatku begini ? apakah Tuhan ? sudah jelas tidak ! sekali lagi jangan salahkan Tuhan. Dalam alquran sudah dijelaskan pada surah at-tin ayat delapan :

Yang artinnya : bukankah Allah adalah hakim yang paling adil ?

Kemudian, apakah salah pemerintah ? no, pemerintah sudah disumpahkan untuk bertahan memimpin pemerintahan demi kesejahteraan rakyatnya. Mana ada pemerintah yang mau melihat rakyatnya sengsara, kelaparan, dan menderita. Kecuali, jika pemerintah nakal dan tidak tegas oleh hukum dan kalah oleh para koruptor karena tergila gila oleh uang !

Lalu, siapa gerangan yang membuatmu menderita kawan ?

Sahabatku yang super dan Ibuku tercinta

Tak lain dan tak bukan yang membuatmu sengsara adalah para pendahulumu, para nenek moyangmu yang terjajahkan oleh desakan ekonomi dan tak adanya kemauan dan ketekunan untuk haknya menuntut ilmu di meja sekolah.

Sahabatku yang super

Bangunlah dari penjara yang menggelikan itu. Lawan dia dengan otakmu. Jangan hanya diam dan berharap belas kasih orang lain. Mari kita perangi kemiskinan itu.

Bagi saya orang miskin itu seperti pohon bonsai. Manakala Anda menanam bibit terbaik dari pohon bonsai itu, anda pun mendapat replika dari pohon terbaik itu, namun jikalau anda memberikannya lahan yang sempit atau pot yang kecil, maka persayalah pohon itu tidak akan tumbuh subur dan kerdil. Sama halnya dengan masyarakat miskin. Tak ada yang salah dengan mereka. Sederhana saja, masyarakat tak pernah memberi mereka lahan untuk bertumbuh kembang. Yang diperlukan untuk membuat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan adalah menciptakan lingkungan yang memberdayakan mereka. Begitu kaum miskin bisa keluar, lihatlah ! mereka akan melejitkan energi dan kreativitas mereka dan bussh! kemiskinan akan lenyap dengan cepat.

Sahabatku yang super

Kita sebagai pemuda Indonesia harus menjadi generasi baik dan bibit yang unggul tak terkecuali anda yang kurang beruntung. Bangunlah, jadilah tinju dunia untuk memerangi kemiskinan yang memeluk erat badanmu.

Mari kita bergandeng tangan untuk memberi setiap makhluk manusia kesempatan yang adil untuk melejitkan kemampuan mereka. Mereka juga punya hak untuk senang dan berada di aperteman berbintang,kolam renang yang luas, dan bersantai di AC yang sejuk. Jangan biarkan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Jangan biarkan pembatas kemiskinan dan kaya semakin melebar. Jangan biarkan anak-anak kecil tak bersekolah menjadi tertindas dan akhirnya turun dijalanan, sehingga mereka tidak ada kesempatan untuk bekerja dan perekonomian semakin membuat mereka kelaparan.

Sahabatku yang super dan Ibuku tercinta

Akan saya sudahi pidato singkat ini dengan menyatakan penghormatan saya yang mendalam kepada Komite Nobel Norwegia karena mengakui bahwa masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan dan anak-anak miskin, mempunyai potensi sekaligus hak untuk menjalani hidup dengan layak.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan teman-teman yang diberikan kepada saya. Mohon maaf bila ada tutur kata saya yang kurang berkenan dihati karena sesungguhnya manusia tidaklah sempurna.

Wassalamualaikum Wr Wb

Leave a Reply