Teks Pidato : Page | 1

Bismillah Alhamdulillah Ashalatu Wassalamu Ala Rosulillah Waala Alihi Wama Walah

Dengan memanjatkan puji syukur kehadiran Illahi Robbi bahwa kita semua masih diberi umur untuk beribadah kepada Allah SWT.

Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah curah kepada junjunan alam Nabi Muhamad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya juga kepada semua umatnya yang taat dan setia menjalankan ajarannya dan semoga kita mendapat safaatul uzma di Yaumil akhir. Amin ya Robbal Alamin.

Bapak Dewan Juri yang kami hormati,

Bapak dan Ibu Guru beserta Staf Tata Usaha yang kami hormati dan anak-anak yang Bapak cintai, yang Bapak banggakan, dan yang Bapak cita-citakan.

Pada kesempatan ini kami sebagai Pembina dalam lomba Tata Upacara Bendera Th. 2007 pada Tingkat Satuan Pendidikan SMP Tingkat Propinsi Jawa Barat mengambil tema : KILAS BALIK TENTANG SEJARAH PEMUDA INDONESIA ANGKATAN 1908, 1928 dan 1945 TERHADAP PEMUDA INDONESIA SEKARANG.

Peserta upacara yang berbahagia,

Definisi pemuda adalah laki-laki maupun perempuan yang mempunyai semangat jiwa muda. Sering kita mendengar pemuda adalah harapan bangsa yang berarti maju mundurnya negara nanti tergantung dari pemudanya sekarang. Seandainya pemuda sekarang mempunyai potensi yang besar, inovatif, disiplin, berpendidikan tinggi, berakhlaqul qarimah, Insya Allah Negara di kemudian hari akan maju dan kokoh. Tetapi jika sebaliknya pemudanya imitator, malas dan tidak disiplin, negara kita kemudian hari akan hancur.

Anak-anakku harapan bangsa,

Mari kita menengok pemuda Indonesia di masa lampau,

Pertama : Pemuda Angkatan 1908

Budi Utomo lahir pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan Organisasi Modern pertama di Indonesia. Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa kedokteran (STOVIA) yaitu Sutomo, Gunawan Mangunkusumo dan Tjipto Mangunkusumo, atas anjuran Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Tujuan Budi Utomo adalah mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut yaitu melalui pengajaran dan budaya masyarakat. Dengan berdirinya Budi Utomo bangsa Indonesia mulai sadar bahwa dirinya tidak mempunyai kebebasan dan terbelenggu atau dijajah. Untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan, maka dari kaum pelajar menuntut untuk didirikan sekolah-sekolah. Dengan demikian timbulah kaum terpelajar yang disebut kaum cerdik pandai.

Hari sadarnya bangsa Indonesia disebut Hari Kebangkitan Nasional sehingga setiap tanggal 20 Mei selalu kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Berdirinya organisasi Budi Utomo diikuti pula berdirinya organisasi-organisasi lainya seperti Serikat Dagang Islam tahun 1911 di Surakarta, Serikat Islam tahun 1912 di Surabaya, Indische Partij tahun 1912 di Bandung didirikan oleh Tiga Serangkai yaitu Douwes Dekker ( Dr.Setyabudi Danudirdja), R. Mas Suwardi Suryaningrat dan dr.Tjipto Mangunkusumo, dan Muhammadiyah tahun 1912 di Yogyakarta.

Peserta upacara yang kami cita-citakan,

18 hari yang lalu, kita baru saja memperingati Hari Pendidikan Nasional tepatnya tanggal 2 Mei, yang diambil dari lahirnya Tokoh Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara, yang nama aslinya R. Mas Suwardi Suryaningrat. Beliau lahir tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta, ia dikenal sebagai perintis kemerdekaan, perintis pendidikan Nasional dan tokoh persuratkabaran serta pendiri Indische Partij. Pada masa pendudukan Jepang ia memimpin Organisasi Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). Setelah proklamasi beliau menjadi anggota KNIP dan menjadi Menteri Pendidikan dan Pengajaran.

Peseta Upacara yang berbahagia,

Kedua : Pemuda Angkatan 1928

Di awali dengan Jong Java, maka bermunculanlah organisasi organisasi lainya, seperti Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Ambon yang pada mulanya organisasi ini bersifat kedaerahan tetapi pada akhirnya mereka bersatu. Sebagai usaha nyata dalam menciptakan rasa persatuan dan persaudaraan.

Dengan berbagai rintangan yang di hadapi, mereka berjuang untuk mengadakan kongres pemuda seluruh Indonesia. Tidak semudah sekarang menyampaikan surat undangan, mereka rela berkorban jiwa raga dan hartanya demi terwujudnya tujuan yaitu bersatu, maka tercapai Kongres Pemuda ke-I di Jakarta tahun 1926 tetapi belum menghasilkan keputusan yang penting. Pada kongres pemuda yang ke-II di Jakarta tanggal 26-28 Oktober 1928 baru dapat menghasilkan keputusan yang penting, yaitu :

Dicetuskanya Sumpah Pemuda ;

Menetapkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R Supratman ;

Ditetapkanya Bendera Merah Putih sebagai Bendera Bangsa Indonesia.

Ketiga : Pemuda Angkatan 1945

Kemerdekaan adalah suatu hasil jerih payah Bangsa Indonesia yang harus ditebus dengan tetesan darah dan nyawa. Kemerdekaan bukan hasil pemberian Jepang tetapi hasil karya perjuangan putra bangsa melalui organisasi-organisasi melawan penjajah.

Setelah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia tidak begitu saja menikmati kemerdekaanya, tetapi harus berjuang mempertahankan kemerdekaan karena Belanda ingin menguasai lagi negara Indonesia. Bangsa Indonesia tidak henti-hentinya melawan Belanda baik melalui kontak senjata maupun melalui diplomasi-diplomasi.

Dengan semangat juang yang tinggi, membaja dalam dada pada 27 Desember 1949 berhasil memperoleh kedaulatan walau dalam bentuk negara Republik Indonesia Serikat. Tetapi bangsa Indonesia menuntut terus agar menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan baru tercapai pada tanggal 17 Agustus 1950.

Anak-anak Indonesia yang Bapak cintai,

Dengan semangat pemuda di masa lampau sepatutnyalah pemuda sekarang yang hidup dalam era globalisasi dunia dapat mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kita sadar bahwa bangsa ini jauh tertinggal dari Bangsa lain, maka untuk mengejarkan diri dengan negara-negara yang sudah maju, maka tidak lain kita harus sungguh-sungguh menjalankan fungsi-fungsi sebagai warga negara yang baik.

Sebagai pemuda masuklah pada wadah kegiatan pemuda yang produktif seperti : Pramuka, PMR, UKS, Paskibra, PKS, Karang Taruna, Remaja Mesjid dan masih banyak organisasi pemuda lainya. Sebagai pemuda seharusnya menghindari organisasi atau perkumpulan liar yang berkembang dewasa ini, sehingga jika pemuda menghindarinya maka organisasi atau perkumpulan liar tersebut akan hilang.

Di sampimg itu pemuda harus dapat mengantisipasi dampak negatif dari globalisasi seperti pola hidup konsumeristis, gaya hidup tidak mau menderita, meremehkan ajaran agama, suka menipu serta kurang daya cipta.

Anak-anaku yang bapak banggakan,

Kembangkanlah kemampuan yang ada pada diri kalian, yang sekarang dikenal dengan kecakapan hidup atau Life Skill, yang senang belajar jadilah ilmuan yang handal, yang senang olahraga jadilah olahragawan yang tangguh, yang senang musik, nyanyi, melukis jadilah seniman ternama, yang senang menggeluti Agama Islam jadilah Ustadz/Ustadzah, Mubaligh/Mubalighoh, qori/qoriah yang kokoh, yang senang dagang jadilah saudagar besar, yang senang tani jadilah petani berhasil.

Kalau kita tidak mau belajar, santai, tidak memiliki kecakapan hidup kita akan terlindas oleh roda kemajuan zaman. Perlu diingat sengsara nanti akan lebih parah dari pada sengsara sekarang..!

Peserta Upacara yang berbahagia,

Seyogyanya setiap ada Upacara bendera sebaiknya kita selalu mengikutinya dengan hikmat karena Upacara bendera merupakan salah satu perwujudan cinta Tanah Air. Cinta Tanah Air merupakan sebagian dari pada iman.

Demikian amanat dari Bapak, semoga ada manfaatnya serta Allah SWT selalu memberi petunjuk, bimbingan dan meridhoi segala perbuatan, niat baik kita dan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiin ya Alloh ya robbalalamin.

Tasikmalaya, 21 Mei 2007

Kepala SMP Negeri 15 Tasikmalaya,

Drs.GADRIAMAN, M.Pd.

NIP. 131 453 515

Page | 3

Incoming search terms:

  • pidato paskibra
  • contoh naskah orasi paskibra
  • contoh pidato tentang paskibra
  • contoh teks pida
  • contoh teks pidato pelepasan paskibraka ke tingkat provinsi
  • pidato pengukuhan paskibra
  • Teks pidato paskibra
loading...

Leave a Reply