Pidato Leli : Pertama-tama Marilah Kita Panjatkan Puji

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas nikmat islam dan iman yang telah diberikan kepada kita. Serta dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul di sini untuk ke-sekian kalinya, khususnya pada hari ini. Tak lupa shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya. Amin ya Rabbal Alamin..

Yang terhormat, ibu ……………(nama guru) selaku wali kelas kita dan teman-temanku yang saya banggakan. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi dengan teman-teman tentang metode belajar efektif.

Teman-teman seperjuangan..

Berapa kali dan berapa jamkah teman-teman belajar setiap harinya? Sudahkah teman-teman merasa nyaman dengan gaya belajar teman-teman?Menurut buku yang saya baca, belajar yang baik itu bukan diukur dari seberapa lama kita belajar. Akan tetapi, belajar yang baik itu diukur dari seberapa efektifkah teman-teman belajar.

Di sini, teman-teman ada yang merasa tidak kalau selama ini kita sudah belajar siang malam tapi masih belum paham juga dengan apa yang kita pelajari? Nah, jika kita sudah bekerja keras belajar siang malam untuk memahami suatu pelajaran, akan tetapi masih belum paham juga berarti bukan kita yang salah, tapi cara belajar kita yang salah. Untuk mengatasi hal tersebut, terlebih dahulu kita harus mengetahui cara-cara atau metode belajar efektif. Mau tahu caranya? Yuk kita kupas bersama-sama.

Teman-temanku yang berbahagia..

Salah satu metode belajar efektif adalah kenali diri sendiri. Maksud mengenali diri sendiri di sini adalah setiap manusia itu memiliki gaya belajar masing-masing. Tidaklah sama cara belajar si A dengan si B, walaupun mirip tapi pasti ada perbedaannya. Pada umumnya, cara belajar seseorang terbagi menjadi empat gaya, yaitu:

Audio: seseorang yang memiliki gaya belajar audio cenderung akan mudah memahami suatu pelajaran apabila dibarengi dengan musik atau mendengarkan orang yang sedang menjelaskan pelajaran tersebut. Jika teman-teman senang belajar sambil mendengarkan musik, maka sangat dianjurkan untuk mendengarkan musik saat belajar, tetapi musiknya itu harus yang instrumen. Agar ketika kita belajar, kita tidak mengikuti liriknya. Menurut seorang ahli, otak kiri hanya bisa fokus selama 18 menit, selanjutnya akan terganggu oleh otak kanan kita. Oleh karena itu, supaya otak kiri kita tidak diganggu oleh otak kanan kita, maka sebelum 18 menit otak kanan kita diberikan alunan musik.

Visual: untuk seseorang yang mempunyai gaya belajar visual cenderung akan mudah memahami pelajaran apabila tulisannya ditambahkan warna-warna atau gambar-gambar yang akan membuat ingatannya kuat. Nah, jika teman-teman senang warna-warni atau senang menggambar, gunakanlah gaya belajar ini karena akan sangat membantu kita untuk memahami pelajaran. Malah di salah satu sekolah berstandar internasional, guru-guru di sekolah tersebut memperbolehkan murid-muridnya mencatat pelajaran bahkan mengerjakan tugas dengan bolpoint warna-warni atau gambar-gambar.

Audio-visual: yaitu gaya belajar yang menggabungkan dua tipe yang sudah disebutkan tadi.

Kinestik: gaya belajar seseorang yang menggunakan gerakan atau praktik. Orang ini akan mengerti tentang suatu pelajaran apabila langsung diperagakan atau dipraktikan dengan suatu tindakan, bukan hanya sekedar teori tapi langsung dipraktikkan.

Teman-temanku yang berbahagia..

Mulailah kenali diri kita masing-masing, coba tanya pada diri kita gaya belajar seperti apa yang cocok untuk diri kita. Tugas kita saat ini bukan untuk memikirkan bagaimana cara mencari uang. Akan tetapi tugas kita saat ini adalah memikirkan bagaimana kita belajar dan tentu saja tugas utama kita adalah belajar. Seperti Aa Gym pernah katakan Mulailah saat ini, mulailah dari hal yang kecil, dan mulailah dari diri kita sendiri.

Hanya itu yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kata-kata, sikap, ataupun perilaku yang kurang berkenan di hati teman-teman. Semoga kita semua lulus ujian nasional 100%, bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dan semoga apa yang kita cita-citakan dapat terkabul olah Allah SWT. Amin

Akhir kata, wassalamualaikum wr. Wb.

Leave a Reply