Pidato Presiden SBY Pada Peresmian Menara Bank Mega

Jakarta, Sabtu, 6 Agustus 2005

Sambutan Peresmian Menara Bank Mega

TRANSKRIPSI

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA ACARA

PERESMIAN PENGGUNAAN MENARA BANK MEGA

MENARA BANK MEGA, 6 AGUSTUS 2005

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia,

Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga Negara,

Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,

Yang Mulia para Duta Besar negara sahabat,

Yang saya hormati Saudara Gubernur Bank Indonesia,

Saudara Gubernur DKI Jakarta,

Yang saya hormati Saudara Chairul Tanjung, Presiden Komisaris Bank Mega, para Pimpinan Bank, para Pengusaha, Tokoh-tokoh Masyarakat,

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekali lagi untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas berkenan rahmat dan ridho-Nya, kita dapat berkumpul di ruangan ini untuk bersama-sama menyaksikan peresmian Menara Bank Mega. Sebelum saya, dengan segala kehormatan menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Menara Bank Mega hari ini, ijinkan saya untuk menyampaikan satu dua hal kepada Hadirin sekalian yang tentu nanti kepada Pimpinan dan Keluarga Besar Bank Mega.

Kita sepatutnya harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa setelah negara kita dihantam oleh krisis yang dahsyat disertai dengan pergantian kepemimpinan politik yang dramatis. Tujuh tahun lamanya kita mengalami masa-masa yang berat di banyak bidang, termasuk di bidang ekonomi dan lebih khusus lagi di dunia perbankan. Dengan semangat dan kerja keras kita semua, selama tujuh tahun terakhir ini pasca krisis, alhamdulillah, negara kita tidak runtuh sebagaimana yang sering dicemaskan bahkan diramalkan banyak orang, termasuk yang ada di luar negeri. Kita selamat, disamping karena tentunya pertolongan Allah SWT, karena kebersamaan, kerja keras kita semua, kembali kita harus bersyukur.

Tahun 2005 adalah tahun yang berat. Ujian, cobaan dan tantangan kembali kita hadapi. Tsunami dan bencana alam lainnya, krisis minyak sedunia, ada masalah-masalah di daerah yang kini pernah terjadi muncul kembali seperti permasalahan kekurangan gizi, flu burung, dan sejumlah permasalahan yang menyangkut kehidupan bernegara kita. Sekali lagi alhamdulillah, itu pun dengan keteguhan hati, dengan semangat dan kebersamaan kita, kita bisa mengatasi meskipun masih banyak dewasa ini maupun di masa depan tantangan, persoalan, dan ujian yang kembali akan kita hadapi. Tetapi, tentu kita tidak cukup hanya bersyukur, kita harus ber-ikhtiar, berupaya, dan bekerja keras, bekerja sangat keras.

Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia tadi, ke depan, lima tahun mendatang dan seterusnya, ekonomi kita harus bangkit dan tumbuh kembali. Mengapa kita ingin mencapai pertumbuhan 6-7%, sebagaimana pertumbuhan sebelum krisis? Karena dengan pertumbuhan itu kita dapat distribusikan secara adil, kita akan dapat menciptkan lapangan kerja, kita akan dapat mengurangi kemiskinan, kita akan dapat meningkatkan daya beli rakyat kita, kita akan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, seperti pendidikan, kesehatan dan lain-lain, termasuk pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Menumbuhkan ekonomi tentu membutuhkan banyak kontribusi dari semua pihak, termasuk dari dunia perbankan.

Di banyak kesempatan, sering saya sampaikan ada tiga strategi utama yang kita jalankan untuk membangun kembali ekonomi kita, triple track strategy. Pertama, kita ingin terus meningkatkan pertumbuhan melalui investasi dan ekspor. Yang kedua, kita ingin terus menumbuhkan sektor riil, agar lebih banyak tercipta lapangan kerja melalui industri pertanian dan jasa. Dan yang tidak kalah pentingnya, kita ingin mengurangi kemiskinan secara sistematis dan signifikan melalui revitalisasi pembangunan pertanian dan pembangunan pedesaan. Tentu saja, kita berharap dunia usaha mengambil porsi yang penting, disamping masyarakat, pemerintah dan semua juga akan berkontribusi. Dalam kaitan itulah, maka ketika kita sepakat untuk mengembangkan banyak usaha, maka faktor yang menentukan adalah pendanaan, pembiayaan, atau yang kita sebut dengan financing.

Saya memohon kepada seluruh perbankan kita, lakukan kontribusi secara nyata, agar dunia usaha tumbuh dan bergerak kembali. Dengan pertumbuhan dunia usaha, maka lapangan kerja akan tercipta, banyak lebih banyak lagi pajak kepada negara akan masuk lebih banyak lagi, masyarakat sekitar mendapatkan kontribusinya, karyawan kita mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Itu yang kita harapkan dan saya ulangi, dari 220 juta rakyat kita, sebagian besar mereka ada di daerah-daerah, termasuk daerah tertinggal dan daerah pedesaan, bantulah usaha mereka, usaha kecil dan menengah, koperasi dan semua usaha yang bisa membangkitkan usaha di daerah-daerah itu yang akhirnya nanti terjadi pemerataan, keseimbangan pembangunan yang lebih adil. Itu saya tujukan kepada semua pemimpin bank, utamanya Pimpinan Bank Mega, terus tingkatkan kinerja Saudara, bangkitkan dan kembangkan good corporate governance, kemudian, tentu saya berharap, saya challenge, saya motivasi, agar perbankan kita tidak kalah dengan perbankan-perbankan di luar negeri, di negara-negara maju sekalipun. Saya melihat tanda-tanda itu. Satu contoh yang nyata adalah pertumbuhan kinerja dan perkembangan Bank Mega. Diperlukan leadership yang visioner, tapi juga pragmatis.

Yang kedua, manajemen yang baik. Sumber daya manusia yang berdaya saing. Kemudian, penguasaan teknologi yang bisa meningkatkan effectiveness dari perbankan itu sendiri. Dan yang tidak kalah pentingnya, layanan publik yang baik. Dengan demikian, bank itu bukan hanya dimiliki, tapi juga dicintai oleh negara dan seluruh rakyat Indonesia.

Bagian kedua atau bagian terakhir, khusus saya tujukan kepada Pimpinan, Karyawan dan Keluarga Besar Bank Mega. Saya bangga melihat pertumbuhan Bank Mega. Seperti yang kita ketahui dewasa ini, Saudara Chairul Tanjung yang saya kenal bukan hanya seorang pemimpin yang memiliki visi, memiliki strategi, dan seni berusaha yang handal, tapi Saudara Chairul Tanjung adalah seorang yang gigih, yang ulet, yang tekun, dan berada bersama karyawan-karyawannya. Saya kira, model kepemimpinan seperti inilah yang kita harapkan makin tumbuh, makin muncul di negara kita. Tentunya dan harapan saya, dengan kepemimpinan dan kerja keras dari seluruh Keluarga Besar Bank Mega, bank ini akan tumbuh dengan baik, makin kontributif pada pembangunan ekonomi negaranya, makin memberikan pelayanan terbaik kepada rakyatnya, menjadi bank yang sehat, yang tumbuh menjadi kebanggaan kita semua.

Sebagai penutup, mengakhiri sambutan saya ini, dalam era globalisasi, diniscayakan dinamika yang tinggi dari perbankan, baik pada tingkat nasional maupun tingkat internasional. Tetapi bagaimanapun, adalah menjadi kebanggaan kita. Kalau Bank Mega yang tumbuh, berprestasi, berkinerja dengan jumlah aset itu dimiliki oleh Putra Bangsa Indonesia.

Tentu tidak menghilangkan kebersamaan kita dengan semua bank-bank yang juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di negara ini. Tetapi bagaimanapun, contoh yang baik yang bisa ditiru oleh siapa pun putra-putri bangsa yang ingin berusaha secara baik, secara bersih, secara bersemangat, yang tentunya semua itu diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negaranya.

Demikianlah hadirin sekalian yang saya hormati. Dan akhirnya, dengan memohon ridho Allah SWT dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Menara Bank Mega dengan resmi saya nyatakan penggunaannya.

Sekian.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* * * * *

Biro Pers dan Media

Rumah Tangga Kepresidenan

Leave a Reply