Pidato Penyuluhan Hiv Aids

Tema Umum: Kesehatan

Tema khusus: Masyarakat sehat bersih dari HIV/ AIDS

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Bapak Kepala Puskesmas Daerah Kota Salatiga
Yang saya hormati Masyarakat Dusun Kota Baru Salatiga

Di dalam kesempatan yang sangat membahagiakan ini, marilah terlebih dahulu kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Sehubungan dengan itu baik atas nama pribadi maupun atas nama Paguyuban Kesehatan Kota Salatiga, saya menyampaikan penghargaan yang tulus dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan membantu terselenggaranya kegiatan ini.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Hadirin yang berbahagia

Tentunya sebagai warga kota Salatiga, kita tahu bahwa pembangunan tidak hanya berakar dari pembangunan infra struktur saja tetapi berakar juga dari pembangunan kesehatan bagi warga kota. Hal ini disebabkan jika warganya saja belum sehat mau membangun yang bagaimana kelak.

Dewasa ini perkembangan penyakit HIV/ AIDS di Kota Salatiga semakin tak terkendali dibuktikan banyaknya masyarakat yang mengidap HIV/ AIDS. Penyakit ini bukan hanya menimbulkan masalah pada bidang kesehatan tapi juga masalah di bidang perilaku yang merupakan tanggung jawab bersama.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan HIV/ AIDS?

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah nama untuk virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan berbagai gejala penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus HIV tersebut.

slowly but deadly, pelan tapi mematikan itulah julukan yang diberikan untuk virus penyakit yang satu ini. HIV/AIDS merupakan penyakit yang mematikan bagi manusia, bahkan hingga saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi penyakit yang menyerang sistem kekebalan manusia itu.

Penyebaran penyakit ini dapat melalui cairan vagina atau sperma, seks yang sering bergonta ganti pasangan, penyimpangan seksual, penggunaan jarum suntik bersama dari orang yang sudah terinfeksi HIV, transfusi darah yang terkontaminasi dengan virus HIV, hubungan dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya, dan sebagainya.

Mengingat masalah HIV/ AIDS menyangkut berbagai macam aspek, maka upaya penanggulangan tentunya dapat kita laksanakan seperti dengan melalui pendidikan agama dan pendidikan seks yang benar, menghindari perilaku seks bebas dan penyimpangan seksual, tidak mengkonsumsi narkoba, dan penggunaan jarum suntik yang steril.

Menurut salah satu ahli kedokteran menyebutkan bahwa 50% penderita HIV/ AIDS adalah pemuda yang nantinya akan meneruskan bangsa. Umumnya mereka mudah sekali dipengaruhi. Oleh karena itu pemantauan terhadap remaja-remaja baik putra maupun putri harus dilakukan agar tidak terjerumus pada penyakit ini.

Selain itu peran dari pribadi masing-masing juga sangat diperlukan untuk mengatasi penyebaran penyakit ini sehingga tidak terdapat lagi salah pengertian yang menyebabkan ketakutan, terlebih lagi kepanikan masyarakat. Misalnya saja jika ktia menghadapi orang yang terkena HIV/ AIDS, lantas kita tidak meniggalkannya bahkan mengucilkannya karena orang yang sudah terkena penyakit ini tidak akan menularkan virusnya melalui kontak mata, bahkan yang lebih parah ia akan merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna lagi dan selalu merasa ingin bunuh diri.

Kegiatan penyuluhan ini kami harapkan menjadi salah satu media yang benar-benar efektif untuk menyampaikan dan menyebarkan informasi tentang HIV/ AIDS. Manfaatkanlah penyuluhan ini untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang memadai tentang HIV/AIDS dan tentunya sikapi penyakit HIV/ AIDS secara dewasa dan berwibawa.

Berkaitan dengan itu dalam kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan beberapa harapan sebagai berikut:

Pertama : Jadikanlah kegiatan penyuluhan ini bukan sebagai tujuan semata melainkan sebagai wahana untuk menjalin informasi, menjalin kerja sama dan upaya preventif dalam menanggulangi penyebaran HIV/ AIDS.

Kedua : Gunakan momen ini sebagai pelurus persepsi mengenai HIV/ AIDS, sehingga kita dapat mengetahui pemahaman yang benar dan cara menyikapinya.

Ketiga : Peran pribadi masing-masing sangat diperlukan untuk menngatasi dan menyikapi penyebaran virus ini, utamanya kaum muda.

Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan pada kesempatan yang sungguh baik ini, semoga melalui uraian-uraian di atas tadi bermanfaat bagi kita semua.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, petunjukm dan kekuatan kepada kita sekalian.

Terimakasih atas Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan hadirin sekalian.

Wassalamuallaikum wr.wb

Leave a Reply