Pidato Ujian Praktek (Kelas 12)

Tema : Pendidikan

Menyemarakkan Semangat Pendidikan di Indonesia

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatu.

Yang terhormat Ibu Murtinem selaku Menteri Pendidikan Indonesia,

Yang saya hormati pula Bapak/Ibu guru SMA N 1 Bantul,

serta teman-temanku kelas XII IPA 3 yang saya cintai.

Hadirin yang berbahagia,

Perkenankan saya Nungki Hariyati akan sedikit memaparkan tema yang mungkin dianggap sebagai tema yang biasa, yaitu pendidikan. Pendidikan adalah salah satu hal yang cukup menarik untuk dibahas mengingat peran pendidikan yang luar biasa bagi sebuah negara. Sebelumnya, mari kita lihat sejenak seperti apa pendidikan di Indonesia kita tercinta ini. Indonesia penuh dengan prestasikah? Tentu. Medali emas bukan lagi hal yang luar biasa. Olimpiade fisika, penelitian bahkan kegiatan-kegiatan yang bertaraf internasional membuat bangga Garuda Indonesia. Tapi, apa yang salah dengan negara ini? Hingga Indonesia harus memikul beban koruptor dan rasa malu yang luar biasa. Itukah negara yang menggenggam medali emas? Hingga filosofis Amerika pernah berkata Indonesia akan menjadi negara maju jika mereka telah berganti generasi. Apakah dengan begitu, kita harus menunggu semua generasi ini meninggal sia-sia. Yakinlah kawan, kita bukan yang seperti itu. Kita bukan orang yang diam dan berpangku tangan. Ini bukan program televisi yang episodenya berulang-ulang dan berakhir sia-sia. Ini adalah realita hidup bangsa Indonesia yang berawal dari tetes keringat pejuangnya dan akan membanggakan pusara mereka.

Teman-temanku yang berbahagia,

Berbicara tentang pendidikan pasti tidak akan jauh dari mimpi anak-anak Indonesia. Pernahkah terbayang, seorang anak 7 tahun harus menembus hutan sebelum ia pergi ke sekolah. Mereka harus naik perahu, membagi sungai tanpa alas kaki dan dengan bangga berseragam merah-putih dengan tas dipundaknya dan sepatu ditangannya. Mereka hanya ingin membaca dan menulis hingga suatu hari nanti ia bangga bisa menulis aku cinta Indonesia. Hanya itu yang mereka inginkan kawan. Kalau ia bisa menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Internasional (OI) itu hanya bonus untuk semangatnya. Adrea Hirata berkata, kalau mereka adalah anak-anak desa didikan alam. Mereka belajar dari alam, berbagi dengan alam dan tumbuh dengan alam. Mimpi mereka seperti mimpi kita, tapi kadang semangat mereka lebih membara. Anak didikan alam inilah yang Indonesia perlukan, penuh dengan tanggung jawab dan pengabdian pada bangsa dan negaranya.

Teman-temanku yang berbahagia,

Mungkin hari ini kita hanya seorang yang berbaju abu-abu putih. Tapi yakinlah, kalaupun hari ini kamu hanya anak petani, esok pasti kamu akan jadi anak petani yang berdasi. Kalaupun hari ini kamu hanya anak pesisir pantai yang membantu ayah mencari ikan, yakinlah bahwa esok kamu akan mengajak ayahmu naik perahu pesiar buatanmu. Selalu yakin kawan, kalau hari ini kamu harus berjalan jauh ke sekolah, suatu hari nanti kamu yang akan mendirikan sekolah untuk mereka atau ke pelosok desa menjadi guru kehidupan tanpa seragam.

Sekali lagi, pendidikan adalah unsur yang luar biasa di bumi ini. Semua berlomba untuk menjadi yang terbaik. Cita-cita adalah hal mulia untuk dibicarakan. Mimpi adalah pondasi hidup yang harus dimiliki. Usaha adalah karbohidrat kehidupan yang permanen. Kata semangat adalah bumbu penyedap perjalan hidup yang tak pernah lelah untuk disuarakan. Motivasi adalah tungku api yang mendidihkan buih semangat. Seperti itulah kita harus berjuang, kawan.

Terakhir, bermimpilah yang tinggi kawan, hingga suatu hari nanti jika kau terjatuh tidak terlalu sakit karena masih ada mimpi di bawah mimpimu.

Semoga yang saya sampaikan dapat memberikan motivasi untuk lebih semangat belajar. Ingat selalu tempat lahir beta karena hal yang terpenting bukanlah apa yang negara berikan untuk kita, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. Mohon maaf bila ada salah kata-kata.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatu.

Leave a Reply